Minggu, 11 Juli 2010

Saya dan Cara Befikir Saya

Sudah lama saya berfikir tentang sesuatu,tentang hal yang sudah lama saya pendam sebenarnya. Tentang cara berfikir saya. Sungguh saya berfikir bahwa cara berfikir memang sudah ditakdirkan sejak bayi muncul dari balik lubang nyamannya dan akhirnya menangis ketika pertama mencium aroma ‘dunia’.

Setidaknya saya masih berfikir demikian,kalopun ada yang bilang faktor lain juga punya pengaruh saya rasa itu cuma faktor penunjang saja. (Tapi tidak selamanya benar juga, ini kan hanya pendapat saya)

Cara berfikir sayalah yang saya permasalahkan.

Banyak orang yang sudah kenal cukup baik dengan saya menanggap saya terlalu santai dalam mengahadapi masalah dan itu sangat benar sekali menurut saya. Entah mengapa saya termasuk orang yang tidak suka memikirkan masalah dengan terlalu berlebihan. Tapi sepertinya orang-orang sekeliling saya menganggap lain,SAYA TIDAK MAU MEMIKIRKAN MASALAH.

Padahal saya tidak merasa begitu,kalopun memang ada masalah entah itu dengan pelajaran saat masa sekolah,tugas atau ulangan saya mencoba mengerjakannya dengan santai saja. Jika harus dapat hukuman,silakan saja. Tinggal jalani hukumannya dan selesai. Titik.

Terlebih kalo ada masalah dengan teman,saya termasuk orang yang cukup tidak tertarik untuk terlibat,kecuali ada kondisi yang mengharuskan saya untuk benar-benar terlibat. Saya cukup nyaman dengan dunia saya yang tenang,tanpa kuatir yang berlebihan plus dengan sedikit baik sangka sempurna sudah. Seperti teh hangat lengkap dengan kue kecil dan gorengan :)

Dan saya tidak merasa bersalah dengan cara pandang saya yang seperti itu,hanya sedikit tidak mengerti kalo ada orang terganggu dengan cara fikir saya yang seperti itu. Pernah beberapa kali seoarng teman berkata,’kamu terlalu cuek sama temen’ ato apalah. Tapi please,saya memang bukan tipe orang yang jika melihat ada kawan yang sedih sedikit langsung mengumbarnya dengan banyak pertanyaan mengapa.

Saya termasuk pendengar yang baik. Kalo ada teman yang datang untung minta didengarkan,saya siap saja. Tapi tidak dengan mulut saya. Karena saya bukan pembicara (penasehat) yang baik.

Begitu juga kalo saya pribadi dihadapkan dengan sebuah masalah. Saya cukup nyaman dengan menyimpannya sendiri,menutup hati dan bibir serapat mungkin. Dan seperti biasa,anggap tidak ada masalah. Dan masalahpun selesai. Sesuai kata mutiara karangan saya “Terkadang ada masalah yang hanya bisa diselesaikan dengan cara tidak diselesaikan”.

Saya terlalu santai?! Mungkin benar.
Tapi itu hal yang paling saya sukai dari diri saya. Tidak terlalu mempermasalahkan masalah. Tidak semua orang mendapat anugerah seperti itu kan,dan saya rasa anugerah yang itu membuat saya unuk tetap awet muda!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown