Minggu, 29 Agustus 2010

Kerinduan sayap kecil itu...

Ada rindu di ujung sepatu,
Pada masa masih mengeja simpul yang keluar masuk menjadi temali yang teratur,diantara nasi pagi yang tinggal separuh dan bubur yang tinggal kerupuk,Pada masa saat berlari dengan tas di  bahu kiri dengan matematika dan geografi juga dengan sepasang sayap warna putih bersih di kanan kiri.

Sayap kecil yang kelak menjadi besar. Teramat besar.

Sepasang sayap besar tak terbilang berapa inci,yang sudah kebas tertekuk menunggu menyentuh angin. Sepasang sayap yang kebas gatal menyentuh horizon biru sekat laut dan mentari.
Dan akan selalu ada sepasang sayap yang terlalu capai menunggu lama untuk terbentang  menggapai nimbus stratus di langit. Serta sayap sayap lain yang tak sabar menuju Prague dan tempat-tempat lain di ujung pelangi.
Sepasang sayap besar yang yang tak butuh lagi sepatu di kaki. Karena yang dibutuhkan hanya kepakan yang cukup kuat,rentangan yang cukup lebar dan hati yang cukup tabah untuk terbang.

Tahukah kau di kejauhan, sayap-sayap yang pergi itu kelihatan keperakan. Indah sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown