Sabtu, 25 September 2010

Kesepian

Di tengah kemeriahan Octoberfest ini,tau kah kau ada lubang besar yang seperti udara,tak terlihat,hanya terasa,
Menyisakan ruang kosong untuk kesepian berkata tapi tak terdengar?

Bahkan di tengah Generaalshuis dimana orang-orang riuh rendah melempar haring atau bertukar bir di tangan,aku masih hilang dalam kesunyian,

Bahkan pistolet met oude kaas dan lekkerbek terlihat tak selezat biasa..

Seperti saat aku biasa menoleh ke belakang dan kau disana,tapi ini bukan lagi biasanya. Kau tak ada.

Mungkin dunia tau benar aku rindu kau sekarang.

Selasa, 07 September 2010

Tanpa Judul

Jika suatu saat Tuhan Yang Maha Baik berkenan,



Aku ingin menjelajah waktu bersamamu,cukup naik sepeda kumbang kehitaman berdua menembus senja,mengitari jingga yang pucat dengan angin yang bermain bersama pucuk cemara,aku diboncengan belakang yang memeluk pinggangmu erat-erat takut terlepas. Dan kau dengan sengaja sekali dua mengolengkan setang saat tikungan. Dan kita menderaikan tawa. Berdua.



Aku akan terus menendang-nendang udara sedangkan kau bersenandung ringan sambil terus mengayuh sepeda. Lagu indah tentang kelinci hutan dan pasar malam. Membiarkan angin melambaikan rambutku dan mengembangkan kemejamu. Membiarkan bintang gemintang ikut kasmaran di atas sementara senja sudah lama terlipat.



Hujan yang turut ambil bagian,membasahi kita dengan lembut,tetes kecil yang teratur memukul tanah membangunkan peri yang tertidur dalam kuntum-kuntum seroja merah muda. Yang kau tahu itulah mengapa hujan membawa aroma khas saat pertama tiba.

Sementara kita meneruskan bersepeda mengelilingi negeri buatan kita berdua,

negeri dimana hanya kita,angin,hujan,bunga,dan semua yang baik-baik saja.
Yellow Crown