Selasa, 21 Desember 2010

Saya Gak Tau Mau Ngasih Judul Apa II


(20 Dec ’10. 9:46)

Dan akhirnya aku kalah telak. Dengan semua pesan yang kau kirim dengan tak terduga. Menebak dengan sempurna tepat,apa yang sebenarnya kusembunyikan. Kusembunyikan dengan (yang kupikir) cukup rapat. Tentang perasaan,tentang apa yang ku mau dari sekian lama kita berkirim pesan. Dan seperti yang kuduga sebelum-sebelumnya dengan cara yang indah yang kuterima adalah kenyataan TIDAK. Ya, itu yang secara langsung kau katakan padaku lewat pesanmu. Secara langsung,tiba-tiba dan tak terduga tidak memberiku kesempatan. Dan kau hanya menganggapku sebagai kakak. Tidak adik,seperti yang orang-orang sejenismu biasa lakukan. Cukup dan aku juga tidak begitu berharap banyak tentangmu. Kau masih menjadi teman terhebat yang pernah kupunya,sejauh ini.
Dan aku dengan segala kesulitan memberikan pengertian tetang perasaan yang seharusnya tidak kau salah artikan. Padahal aku juga sedang kesulitan tentang keputusan gila yang kuambil sore tadi. Pada seseorang yang akhirnya bilang sudah saatnya menyerah pada keadaaan. Yang jujur,rasa sakit itu masih terasa hingga sekarang. Dan itu tidak mudah,dengan segala kebaikan yang telah dia berikan. Rasa maluku  tidak membiarkanku untuk pergi begitu saja. Terhitung berapa rupiah yang telah dia korbankan 2 tahun terakhir ini. Hanya untukku. Dan kau yang kuberi tahu tentang hal itu,salah menangkap artian. Berfikir aku ingin kau menggantikannya. Tapi kau salah,kalaupun iya, itu butuh waktu cukup lama tidak hanya sekedar hitungan waktu dan hari yang singkat.
Kau tanya apa mauku,dan kujawab dengan jujur. Tapi itu cukup adil bagiku dan bagimu, kurasa. Kau cukup tahu bagaimana memperlakukanku dengan baik. Kau menghargai perempuan dan aku salut padamu. Benar!
Dan satu hal yang membuatku sangat senang hari ini. Setidaknya aku tahu kau sedang tidak ingin terganggu dengan masalah hati yang rumit untuk waktu 5-7 tahun mendatang. Yaaah,setidaknya aku masih bebas mengirimimu pesan tanpa harus berfikir dua kali tentang hati yang mungkin bisa terluka. Ayolah,teman-teman lelakiku banyak yang berubah drastis karena pacar-pacar mereka.
Dan malam ini,perasaanku sudah lega. Kau adalah salah satu alasan terbesarnya. Mungkin aku tidak benar-benar berpisah dengan dirinya,untuk saat ini. Dan aku tidak kehilangan kau itu salah satu efek samping baiknya. Hari ini menyenangkan. Dan maafkan aku telah membuang banyak pulsamu. Sepertinya berbuat baik padaku tidak berarti menguntungkanmu. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown