Kamis, 22 Desember 2011

Musium Kretek

Semester tiga ini benar-benar sesuatu deh. Tugasnyaa banyaaaaaaaaaak banget. Blog saya jadi kurang terurus kan ya. Dua minggu yang lalu saya dan teman-teman juga observasi Bimbingan Konseling ke sekolah. Observasi pertama saya, dan ternyata beneran mengerepotin ya. Mana dosennya juga ngga pengertian, waktu sekolah-sekolah sibuk ngurus rapotan malah disuruh observasi. Ya susahlah dapet ijinnya. Tapi, Thanks God, semua dimudahin karena Wega punya tante guru di sana. Tantenya Wega baiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiik banget, sampe apa-apa diurusin deh :* Terus macam mana pula foto-foto saya yang lagi observasi ilang semua, jadi ngga bisa pamer :P #digampar

Eh, ngomong-ngomong soal pamer, saya mau pamer sekalian ah, tapi bukan foto observasi, tapi dokumentasi waktu jalam-jalan ke musium kretek. Juga dua minggu kemarin deh kayaknya. Musium kretek (rokok) itu adalah musium yang mamerin sejarah rokok di dunia perokokan di Indonesia (halah!) secara Kudus kan dijuluki kota kretek atau kota rokok. Ajaibnya saya yang hampir duapuluhtahun tinggal di Kudus barus pertama kalinya itu dateng kesana. Hahaha.

Kumpulan bungkus rokok dari masa ke masa




Diorama pembuatan rokok tradisional :)

Dengan rumah adat kudus yang ada di kompleks musimnya
So, yuk ke musium kretek, itung-itung nambah wawasan lho! ;)

Senin, 12 Desember 2011

Hafalan Shalat Delisa


Ada yang pernah baca novelnya sebelumnya? Novel yang ditulis dengan sangat sangat sangat indah sekali oleh Tere Liye. Novel yang pertama saya baca ketika duduk di bangku SMP dan masih membekas sampai sekarang. Novel yang sukses bikin mata saya bengkak kemerahan setelah bacanya. Novel yang saya ingin buang sangking saya irinya pengen nulis novel yang kuat dan indah seperti itu. Dan novel yang diadaptasi menjadi film layar lebar 22 Desember tahun ini. Ya, film ini.

Saya ngga pernah se-excited ini soal film-film Indonesia yang diangkat dari novel sebelumnya. Bahkan Laskar Pelangi pun hanya numpang lewat di pikiran saya. Tapi ini beda sekali buat saya. Mungkin ada baiknya kalau baca novelnya dulu deh, bukannya apa-apa, cuma biar dapet feel yang bagus aja. Ini tentang Delisa,gadis cilik yang berjuang di tengah musibah tsunami Aceh. Diperankan oleh Nirina Zubir, Reza Rahadian, Chantiq Schagerl, Al Fathir Muchtar, Mike Lewis dan Loide Christina Teixeir.

Dan demi apapun saya pengen nonton film itu langsung di bioskop. Musa juga udah janji mau ngajakin (asikasik),so I suggest to bring at least 2 boxes or more tissue for it :P

And now, I'll give u some pict of it :)





Rabu, 07 Desember 2011

(masih) Tentang kamu



Ada satu bagian diriku yang menginginkanmu untuk menahanku ketika aku tiba-tiba berfikir untuk pergi. Ya, kamu. Itu cukup dengan remas tanganku lalu menatapku memohon untuk tetap tinggal. Setidaknya biarkan aku merasa aku ada sedikit berartinya untukmu. Untuk duniamu.

Setidaknya biarkan aku merasa menjadi hijau di antara tujuh warna pelangi hidupmu. Hijau yang bahkan lebih sering tertutup kalah dengan kuning dan birumu. Seperti itulah. Kalaupun begitu aku tetap bertahan kan? Bahkan ketika namaku tidak juga kutemukan di deretan rencana kehidupanmu. Ketika kamu sibuk menata setapak yang akan kau ambil untuk tahun-tahun kedewasaanmu.

Aku tidak berharap banyak. Tidak memaksamu untuk jadi laki-laki yang membawakanku sebuncah bunga matahari dan krisan putih saat rintik di depan teman-temanku, tidak pula memaksamu menjadi laki-laki yang mengantarkan makanan atau obat saat aku tidak enak badan.

Aku hanya ingin kamu tidak sekedar mengucap 'istirahatlah' ketika aku bilang terlalu lelah, aku hanya ingin kamu sekedar meluangkan waktu untuk memuji dan berkata 'kamu hebat' daripada memintaku beristirahat,sendirian.

Itu terlalu sulit untukmu ya?

Selasa, 06 Desember 2011

My 1st Book

LELAKI BERAROMA AYAH
Penerbit: Hasfa Publisher
Terbit: November 2011
ISBN 978-602-98187-5-8
... 220 halaman. Rp 60rb.

Endorsment:
Kepelbagaian tema cerita tentang ayah pada buku ini benar-benar memenuhi citarasa sebuah antologi cerpen yang inspiratif, membaca kisahnyamembuat saya ingin memeluk Abah.
-Dang Aji ( Cerpenis, Creator UNSA )

Penuturan para penulis, menunjukkan tidak ada Ayah yang sempurna, namun seorang Ayah akan mencintai kita dengan sempurna.
-Dhony Firmansyah ( Penulis, BioMotivator )

Buku ini akan mengajak kita berpikir sekali lagi, bahwa bagaimanapun Ayah, ia tetaplah berarti dalam kesuksesan hidup kita.
-Sari Yulianti ( Penulis buku “Surga di Telapak Kaki Ayah” )

Mencintai bapak bagi saya seperti merangkai kata dalam sunyi. Kata cinta itu tak pernah berhasil saya ungkapkan pada bapak. Buku ini, mewakili kata-kata itu. Untukmu para bapak, para penulis buku ini merangkai kata cinta mereka.
-Nurul Asmayani (Penulis yang menetap di Jepang)

Untuk pembelian, silakan sms 081914032201 atau inbox fb Hasfa Publisher
Tulis nama/alamat/kodepos/jumlah/judul buku yang dipesan.

Untuk pre order s/d 20 November 2011, diskon 10%.

Sabtu, 03 Desember 2011

Perempuan itu


Perempuan memang seperti itu, sebisanya akan terus bertahan meski hatinya terluka, tercabik, terlara. Perempuan memang seperti itu, sebisanya berkata tidak apa-apa, meski hatinya tinggal serupa serpihan kecil dafodil yang diterbangkan angin utara. Perempuan memang seperti itu, selalu percaya pada hal-hal absurd dan kadang hanya dialah satu-satunya yang percaya. Tapi dia akan tetap percaya, bahkan sampai dia kelelahan akan kenyataan. Perempuan akan selalu seperti itu, masih akan menyedan sendirian, pura-pura bahagia sendirian, menata hati sendirian. Perempuan akan selalu memaafkan. Dan mencintai dengan kadar yang sama setiap setelah terluka. Mungkin dia hanya perlu sekali dua menghela nafas untuk kembali tersenyum ceria (atau pura-pura ceria).
Meski begitu,perempuan terlalu hebat untuk sekedar kau gores hatinya.

Kamis, 01 Desember 2011

Make my life LIVE!


1. Mbolang ke Bandung-Jogja-Solo.
2. Nyoba mie goreng merconnya Bang Udin sampai nangis-nangis.
3. Backpacking ke Europe dan Thailand.
4. Belajar berenang di Gili Trawangan.
5. Ujan-ujanan dan teriak sekenceng-kencengnya.
6. Nelpon kakak tingkat 'si itu tuh', bilang kalau dia kereeen banget. Lalu nutup telpon dan ganti nomer.
7. Mengamati telur kura-kura yang menetas lalu mbantuin biar lancar ke lautnya.
8. Nyamperin tere liye dan minta tanda tangan langsung.
9. Ngadopsi anak orang utan.
10. Bikin rumah pohon dengan bantal-buku-makanan yang banyak di sana.
11. Makan pia 99 saat hanami di Jepang.
12. Nempelin daun maple kering di dinding kamar.
13. Lihat Ka'bah.
14. Ngelus singa jantan.
15. Foto di pabrik cokelat Swiss.
16. Bikin rumah singgah dan ngajarin baca 'determine' yang benar.
17. Bikin novel. Atas nama pribadi, ngga keroyokan.
18. Jadi WO.
19. Beli pump shoes
20. Desain baju sendiri.
21. Njahit baju sendiri.
22. Baca komik deketif conan dari jilid pertama-sekarang.
23. Nulis cerpen anak-anak.
24. Bikin posyandu.
25. Ketemu temen-temen blogger dan tumblr.
26. Make my list TRUE!

Bahagia?


Dihadapkan pertanyaan sederhana sehari kemarin. Di secarik kertas bekas coret-coret Phonetic yang dengan sadis saya tarik sekenanya saja dari tas. Pertanyaan sederhana oleh dosen Poetry saya. Apa harapanmu? Cita-citamu? Itu pertanyaan level SD atau bahkan TK kan. Saya pun sudah mulai menulis jawabannya ketika dosen saya tersebut menambahkan '...yang kamu akan rela dan ikhlas mati setelah mendapatnya. Mendapatkan cita-citamu itu.' Glek. Rela mati?

Di situlah saya terdiam. Apa ya?
Keinginan yang membuat saya rela mati setelah mendapatkannya.
Menjadi penulis? Menerbitkan buku? Saya sudah melakukannya (meski sebuah antologi dengan beberapa penulis lain) dan saya tidak belum rela mati saat ini.

Menikah? Punya anak? Saya bahkan ingin membesarkan anak-anak saya dengan cara saya sendiri suatu nanti. Melihat mereka dewasa dan menikah dan punya anak.

Membahagiakan kedua matahari saya? Saya tidak akan pernah puas untuk itu. Saya tidak akan pernah merasa cukup sehingga siap untuk dipanggil setelah saya melakukannya. Tidak.

Definisi bahagia saya ternyata terlalu jauh. Bahkan, jujur saja saya belum mengerti bahagia itu apa. Bahagia yang sampai saya rela mati setelah mendapatkannya.
Saya bahagia mengulum permen kapas, tapi saya tidak rela mati setelah saya mengulum permen kapas itu meski banyak.

Jadi apa jawabannya?


Saya masih mengosongi tempat untuk menuliskan jawabannya di kertas coret-coret itu sampai sekarang.

Desember



Sebenarnya tidak ada yang berubah, semua masih sama. Tuhan masih menakar waktu dengan 24 sehari. Hanya kadang aku merasa itu terlalu cepat atau terlalu lambat. Tapi waktu bahkan punya caranya sendiri untuk menyetia dengan caranya, dengan tetap berjalan tanpa lelah mendetik lagi dan lagi.
Dan dia akan seenaknya saja melaju tanpa beri kita kesempatan untuk bilang 'sebentar...sebentar saja'. Agak kejam ya? Tapi begitulah dia.

Selamat datang Desember,
bisakah semesta meminta waktu untuk berjalan tidak terlalu cepat?

Selasa, 29 November 2011

Ini benar kok!


Kecewa


Seperti ini rasanya, ketika semua ekspektasi tiba-tiba menguap dan bahkan tidak meninggal kan sisa-sisa pernah ada. Seperti ini rasanya ketika pelukis mencampur warna tapi warna yang dihasilkan ternyata terlalu gelap, dan dia sudah menghabiskan semua tube cat minyaknya di sana.

Seperti ini rasanya, kecewa.

Jumat, 25 November 2011

Bahasaku



Masakan aku harus selalu mengatakan semuanya padamu, dengan gamblang seadanya saja. Tanpa memberimu kesempatan untuk berfikir sekali dua tentang yang kurasakan, tanpa memberimu kesempatan untuk menerka atau mereka kenyataan yang ada.
Masakan aku harus selalu memaksamu untuk merasa bersalah pada hatiku tanpa tahu apa yang sudah buatnya luka dan memar kebiruan,sementara kamu memakai topeng permintaan maaf.
Aku tidak mungkin, sekalipun tidak mungkin memaksamu sekedar memunculkan sosokmu di album foto kenanganku,bersamaku.
Aku hanya mengerti ada waktu yang tepat untukmu menjadi pribadi dewasa yang tiba-tiba ingat tentang tanggal 24 atau penantian dan kesempatan yang tertunda. Sederhana.

Kamis, 10 November 2011

Sedikit pelajaran kemarin

Saya berjanji suatu saat, entah lima atau enam tahun lagi, saya akan menekankan satu hal paling penting untuk anak-anak saya. Mencintai Tuhannya.
Kata-kata itu saya dapatkan dari dosen Segmental-Based Phonetic saya kemarin di tengah-tengah kuliah yang menegangkan (dosen yang bahkan dijuluki The Godzilla oleh dosen lain). Pernah suatu saat puteri beliau yang masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar bilang ingin mati saja, menyesal sudah dilahirkan.

Dosen saya itu kaget, bilangnya 'jangan-jangan anak ini minta uang saku lebih lagi' tapi setelah ditelusuri ternyata si anak habis diajar pelajaran agama. Guru pelajaran agamanya itu memberikan pelajaran tentang Tuhan, bagaimana Tuhan akan menghukum orang-orang yang tidak menjalankan perintahnya dengan sangat kejam. Anak itu takut, mana ditambah-tambahi eyang kakungnya (yang katanya buta huruf atau apa oleh dosen saya) memberikan sebuah buku komik yang menceritakan nasib orang-orang di neraka (kan ada tuh ya jaman dulu itu komik-komik yang kaya itu).

Dan itu memperparah pemahaman anak tentang Tuhannya. Di sinilah sumpah serapah dari dosen saya dimulai. Beliau bilang, kalau neraka dan surga memang ada di dunia, maka guru agama itulah yang pertama masuk neraka. Tanpa keraguan! Karena dia telah menanamkan pada anak-anak sekolah dasar tentang Tuhannya yang Maha Pembalas Dendam, yang Maha Menyiksa, yang Maha Jahat Tak Terkalahkan.

Anak-anak akan takut, bahkan trauma, bukannya beriman malah akan semakin jauh dari Tuhan. Beribadah hanya karena takut lidahnya terpotong dua, punggungnya tersetrika atau badannya terbakar di neraka. Dan orang-orang yang seperti itulah yang sebenarnya dibenci Tuhan!

Kemana perginya Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang Maha Pemurah lagi Pemaaf?

Dan anak-anak kecil akan menelan semua yang diberikan padanya mentah-mentah.

Dosen saya tersebut menyuruh kami sebagai calon ibu dan calon bapak untuk berjanji, lima atau enam tahun lagi kami akan menjadi orang tua yang tidak seperti itu, melainkan orang tua yang mengenalkan Tuhan sebagai Tuhan yang memberinya kehidupan yang sempurna. Tuhan yang terlalu baik untuk segala ukuran kekejaman. Ajak mereka mengerti tentang taat beribadah karena mencintai Tuhan.

MENCINTAI TUHAN KARENA TUHAN MENCINTAI KITA.

galau ah



Ini bukan segalanya bermula, bagaimana kamu selalu menggumamkan sajak-sajak tentang langit dan cerita-cerita pada Neptunus di sebuah kertas yang kau lajukan.
Ini juga bukan segalanya bermula pada suatu saat hari kamu tersenyum tipis padaku,
pada ceritaku,
lalu aku mulai menelusuri segala tentangmu,
semua jejaring sosial atas namamu,
tulisanmu,
pada malam-malam kesepianku,
lalu aku tersenyum lebih lebar dari punyamu,
bahkan meski sebagian besar kata-katamu hanya tentang gadis berkerudung lembut
dan aku masih masih tersenyum
samar-samar aku mencintaimu
dengan cara yang sama kamu mencintai gadis berkerudung lembutmu

Minggu, 06 November 2011

Mimpi

Kita punya mimpi, tidak banyak, mungkin hanya satu dua saja
Pun tidak terlalu sempurna karena sobek-sobek di kiri kanannya,
Bukan terbuat dari perkamen papirus mesir dengan aroma misk tipis-tipis,
hanya aroma hujan yang sedikit pudar
Mimpi kita hanya selembar tambal sulam perca-perca ratusan warna,
Warnaku,
Warnamu,
Yang kita temukan di susuran setapak,
yang seenaknya kita sobek dari kenangan tentang tiang-tiang listrik, deru angkot dan diktat tebal warna kebiruan,
dari kotamu,
dari kotaku,
lalu kita satukan dengan benang yang kadang kusut kadang tidak,
yang juga berbeda warnanya,
Mimpi kita masih perlu ditambal,
dengan sedikit lebih panjang lagi kenangan-kenangan yang sama-sama kita temukan,
 Situlah aku membutuhkanmu, untuk sekedar mengingatkan hati-hati atas jarum yang kupakai,
atas selalu sabar dalam merangkai,

(mungkin suatu saat mimpi itu bisa kita pakai saat kedinginan,saat tiba-tiba ketiduran setelah bicara kehidupan)

Sabtu, 05 November 2011

Kite Runner

"Untukmu, keseribu kalinya."

Habis baca novel yang duperb sekali. Yap, Kite Runner. Mungkin saya agak telat ya bacanya itu buku sudah agak lama soalnnya. Tapi tetep aja membuat saya jatuh cinta. Ceritanya sederhana, tentang persahabatan dua orang anak Amir dan Hassan yang status sosialnya berbeda. Persahabatan itu diuji ketika terjadi sesuatu hal pada Hassan dan Amir yang sebenarnya tidak tahu harus berbuat apa terlalu merasa bersalah dan menyudahi persahabatan mereka.
Sampai mereka masing-masing beranjak dewasa dan Amir menemukan kebenaran bahwa Hassan adalah sebenarnya.....Uppps...tetooot.. Saya ngga akan beritahu lah. Hihi, biar pada penasaran dan baca bukunya sendiri.
Sekali lagi saya bilang bukunya memang benerbener keren tingkat dewa. Bahasanya sederhana (memang ya, buku yang terlalu banyak kata-kata indah malah sering kali ngga bagus, mending kaya gini sederhana tapi ngena) yang bikin 'wah' adalah detail-detail yang dipake Om Khaled manteb abiiiiiiis, benar-benar berasa di Afghanistan lah.


Ada satu lagi, buku ini juga diangkat ke layar lebar lho. Saya gugling juga rasanya keren banget jadi pengen nonton (Ayo musa,cepetan pulang..bawain itu filemnyaaaaa!!!!!)

Rabu, 02 November 2011

Wall-Nut



Sebenarnya kalau aku mau sedikit lebih waras saja, sedikit saja… aku mungkin akan membenci diriku sendiri..
Diriku yang sok pura-pura menjadi wall-nut kecilmu,
Yang memasang wajah menantang pada makhluk kering abu-abu yang mendekat padamu,
Makhluk pincang aneh yang selalu mengeluarkan bunyi-bunyi seram dengan tangan menggapai-gapai menghancurkan semua yang dilewatinya,
Dan disitulah aku, menjadi tamengmu, entah sengaja atau tidak, selalu berdiri di barisan pertama untuk menyambut mereka, untukmu..
Memasang wajah berani dan berkata ‘aku akan baik-baik saja’ sementara makhluk abu-abu itu mendekat dan menggerus tubuhku sedikit demi sedikit sebagai hidangan pembuka manis gurihnya,
Di situlah aku dengan gagah, bilang ‘tenang, kau akan selamat’ sementara aku, tubuhku tinggal serpihan kecil beberapa inchi,
Dan yang mungkin semakin membuatku benci, aku masih juga tersenyum saat itu, 
padamu…

Senin, 31 Oktober 2011

This is it!


Siapa saja, yang menemukan buku ini. Dimana saja, entah di Gramedia atau Toga Mas atau dimana saja. Saya sarankan untuk anda-anda segera membelinya. HARUS. WAJIB. Karena apa sodara-sodara? Karena cerpen saya masuk salah satu dari 25 cerpen yang tergabung di dalam. Haha.

Temanya sederhana,tentang ayah, sesuai judulnya kan?
Terus, apa lagi ya? Cerpen saya? Aduuh, mohon beli bukunya lalu baca sendiri ya.

Hope u like it,guys :3

Cinta Tania

            Pasar malam memang selalu ramai. Penjual boneka, sepatu, sandal, kerudung bahkan panci dan oven panggang seperti tidak pernah lelah menawarkan barang dagangan. Barang dagangan yang katanya kualitas nomer satu, tak jauh beda dengan barang-barang yang diiklankan wanita cantik rupawan di layar kaca dengan pakaian minim atas bawah. Sedangkan pembeli juga tidak kalah semangatnya terus menawar harga serendah-rendah. Di sinilah prinsip ekonomi tentang kepuasan maksimal dengan pengorbanan minimal sempurna diterapkan.

Cerpen.cerpen

Rencananya kali ini dan beberapa postingan yang akan datang, saya mau posting cerpen-cerpen saya yang numpuk di pinky. Daripada kesimpen terus takutnya lumutan, mending saya share aja ya. Beberapa cerpen di antaranya memang sudah lamaaa sekali. Tulisan saya ketahuan cupunya.hehehe

So, that is!
Enjoy it :D

Minggu, 30 Oktober 2011

Ngga tahu mau posting apa (haha..geje!)
sebenarnya lagi nungguin downloadan buat tugas present speking (maapin saya Uiyyy, tugasnya baru tak search T,T) mencapai angka 100%, tapi entah mengapa oh mengapa masih saja mandeg di 54-55%. Mana jam segini fb ngga bisa dibuka. hadduh.

Masih di depan kos, dengan kondisi tenggorokan yang sama sekali ngga enak rasanya dan hidung yang ngga berhenti mengeluarkan ingus. Aaaah. My body doesn't delicious actually. Menggalau seperti cuaca yang mendung tapi ngga ujan-ujan. Seperti ngajak mbak-mbak kos sebelah main petak umpet aja (dikit-dikit ngintip jemuran,takut-takut ketiduran pas ujan).

Hey..hey...saya lagi nyiapin beberapa naskah yang mau saya ikutin lomba cerpen lagi. Rencananya ada 2 lomba, tapi kayaknya bakal ikut satu aja. Soalnya yang satu, yang jumlah halamannya yang harus dibuat 18an halaman baru mencapai satu halaman (itupun belum full). Iyaa..iyaaa...saya emang males orangnyaa :O
Ah, pokoknya doain saya lah. Moga menang lagi. AAMIIIIN!

Rabu, 26 Oktober 2011

DSLR :')


Akhir-akhir ini lagi pengen punya DSLR. Kayak kok keren banget gitu. Nemu blog-blog dan tumblr-tumblr bagus yang isinya hasil DSLR rasanyaa bikin ngiler.

Ya Allah, pengen DSLR >,<
Walaupun saya ngga gitu ngerti fotografi tapi saya bisa belajar kok, yakin deh.

Kalau beneran niat ngumpulin duit pasti bakal lama banget. Bisa bertahun-tahun,lho. Hadeeh.
Pengen deh, punya uang beberapa jutaaaaaaa aja (?!), khusus buat foya-foya, khusus buat beli apa aja yang ngga penting (versi ibuk-bapak),

Ya Allah, kasih saya uang yang banyak. Biar bisa beli DSLR. Biar bisa beli Campina Ice Cream Cake Vanilla Cokelat. Biar bisa seneng-seneng.

Kabulin ya Allah ya? Ya? Ya?

Jumat, 21 Oktober 2011

hampir menangis

Hampir menangis adalah ketika itu kamu memintaku untuk mendoakanmu. Doa kecil yang mungkin seperti kunang-kunang. Berpendar sebentar lalu menghilang, ke tempat Tuhan, sepertinya.
Doa sederhana, tidak terlalu banyak dan panjang yang tersusun dengan stanza berima aa atau apa saja,
aku seperti bisa melihatmu di sudut kota lembab ratusan kilo dari tempatku itu berbisik pelan,

"doakan aku biar bisa cepat membawamu ke tempat-tempat yang kausukai ya."

Kamis, 20 Oktober 2011

Kamu dan Doa

Aku cukup mengamini semua doa-doa yang kau panjatkan diam-diam,
dengan atau tanpa aku di sisimu saat kau mengucap 'alhamdulillah' di ujung-ujungnya,
Aku cukup tersenyum, meremas lenganmu untuk meyakinkanmu kamu cukup kuat berlari bahkan terbang tinggi,
Aku cukup melambai saat melihatmu di kejauhan, meyakinkanmu aku akan baik-baik saja sementara kamu berjalan ke arah yang tak mungkin aku ikut serta,


Dan aku cukup berdoa agar kamu baik-baik saja, sehat-sehat saja dan bahagia-bahagia saja,
di sana :)

Kamis, 06 Oktober 2011

Flat Shoes

Saya sebenarnya bukan seorang fashionista, tapi ada kalanya kalau liat barang bagus langsung pengen. Barusan nemu toko online yang jual sepatu-sepatu flat lucu. Ya Allah, pengeeeeeennnnnnn... *nangisgulingguling


All photos from http://www.flatsforjade.com

Selasa, 04 Oktober 2011


Di rumah, saya dan kakak perempuan saya punya kebiasaan khusus yang kami tanamkan pada ponakan-ponakan saya. Salah satunya adalah pelukan dan kata-kata yang jarang diucapkan di lingkungan sekitar kami. Misalnya kata-kata misalnya 'ummi sayaaang banget sama aca' atau 'tante sayaaaang banget sama nok' secara langsung dan spontan. Juga pelukan dan ciuman saya berikan sesering dan setulus mungkin pada mereka. Senakal apapun mereka, namanya juga anak-anak kan?!

Juga pujian yang kami berikan pada mereka. Misalnya nok cantik yang pakai baju baru atau Aca pinter mau membereskan mainannya sendiri. Hal-hal kecil itulah yang membuat kedekatan pada kami. Seperti nok yang hampir selalu bertanya 'uti mana?', 'tante mana?' atau 'tatung mana?' kalau ada anggota keluarga yang ngga keliatan pas dia datang.

Atau mungkin kata-kata sayang dan cinta itulah yang membentuk Aca hatinya selembut sekarang. Yang terisak kalau mendengar kendaraan tatungnya rusak di jalan, yang menangis saat mendengar umminya batuk-batuk atau yang lainnya.

Saya cuma berharap dari hal-hal kecil seperti ini kelak mereka akan mengerti tentang cinta dan menjadi pribadi yang memuliakan makhluk Tuhan yang lainnya. Mampu bersikap sesuai dengan hati nuraninya, jadi tidak seenak jidat main bantai orang utan untuk uang-uangan yang sebenarnya tidak seberapa. Semoga.

Selamat pagi :)


Pagiku masih seperti biasa, bangun agak pagi, memastikan luar jendela cukup terang untuk aku bangun tapi kenyataannya aku masih akan mengulur sepuluh-limabelas menit untuk hanya menatap langit-langit. Mengecek pukul berapa sekarang tapi tak kunjung bangkit untuk sekedar duduk-duduk saja. Mengingat apa yang harus aku lakukan sepanjang hari ini, mencuci, menyapu, mengepel atau menguras kamar mandi kos yang adalah pekerjaan paling kubenci. Menutup mata, memastikan tak ada yang terlewat.

Atau aku masih juga suka mengulur waktu untuk sekedar beringsut ke dekat jendela yang tak terbuka, merasakan hawa dingin yang menyelinap dari sela kusen-kusen yang terhalang tirai merah muda. Aku selalu suka. Dingin dan tipis sisa-sisa hawa subuh tadi.
Pagiku masih seperti biasa, mengalir begitu saja.

Terlalu membosankan mungkin, begitu-begitu saja, hampir tak ada yang berubah. Termasuk satu hal yang selalu kulakukan setelah terlalu lama mengendap di kasur cokelat muda, mengetik 'selamat pagi' dengan titik dua dengan kurung tutup setelahnya dan mengririmkan ke ponselmu segera.

Dan, tahu kah kamu aku selalu suka perasaan hangat ketika aku melakukan itu ,bahkan setelah jutaan kali kulakukan di pagiku...

Minggu, 02 Oktober 2011

Yap, Its my time!

Benar-benar nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?!
Subhanallah, akhir-akhir ini merasa Tuhan sayaaaaaang banget sama saya, secara rapi saya dikasih nikmat yang bertubi-tubi yang ngga mungkin saya sebut satu-satu di sini.

Yang paling membuat saya merasa 'hiks-hiks' adalah waktu saya tahu saya menang lomba menulis yang diadakan salah satu page di facebook. Awalnya cuma coba-coba ikut lomba nulis cerpennya, H-1 deadline baru buat, hari deadline baru dikirim itu juga yahoonya error pas hari itu tapi untung panitianya ngasih pengertian, dan Thanks God, kemarin liat pengumuman kalo nama saya ada di urutan pertama yang lolos lomba!
Subhanallah! Rasanya saya deg-degan dan gemetaran sangking ngga percayanya, sebenarnya agak telat sih wong pengumumannya aja hari kamis,tapi saya tahunya pas hari sabtunya =___=



Dari 139 peserta yang mengirimkan naskah, saya bisa diurutan pertama,belum lagi dari komen-komen yang saya baca yang bilang  saingan-saingan saya banyak yang udah pada langganan menang lomba nulis pula..hiks
Tapi kalau Allah sudah berkendak 'ya' ngga ada yang bisa bilang 'tidak' kan?

Jangan berfikir kalau lomba ini ada hadiahnya yang waaah gitu, ngga ada sodara-sodara. Naskah yang lolos nanti dibukukan dan royaltinya dibuat untuk modal nyetak buku lagi, begitulah seterusnya.
Tapi sejauh ini saya belum tahu buku kumpulan cerpennya itu bakal gimana, secara dari 25 naskah yang lolos (sejak postingan ini published) baru diumumin 20 naskahnya saja. Mungkin saya akan cerita besok-besok kalau sudah ada kabar.
But, its okay... Bayangin nama dan karya saya bisa berjejeran di etalase toko buku dan dinikmati orang banyak dalam bentuk buku 'nyata' saja rasanya sudah seneeeeeeeeeeeeng bangetttttt.
And its not the end, its just a beginning. Rasanya jadi semangat nulis lagi lagi dan lagi.

Alhamdulillah ya Allah, Alhamdulillah.

NB. Finally, I realized that I'm too precious to overdown about my weird pronunciation and grammar :)

Selasa, 27 September 2011

Pelarian dari tugas tugas tugas tugas

Beberapa waktu yang lalu, tidak sengaja saya menemukan kiriman wall di facebook punya salah satu teman di friend list saya. Postingan wall itu dikirim dari pacarnya, kira-kira isinya begini,
Nanti kerja mengembangkan karir sebelum punya anak yah
Selanjutnya berkarya dari rumah aja, menulis atau bisnis rumahan
Seperti yang komen bagus katakan, urusan nafkah adalah urusan lelaki :)
It's such sweet words, right?!
Aaaah, benar-benar ya bikin melting. Haha
Eh tapi saya jadi kepikiran soal rumah saya di masa depan, kaya apa ya?? Saya sangat setuju dengan kata-kata yang di atas, urusan nafkah adalah urusan lelaki. Dari dulu saya selalu ingin menjadi ibu rumahan tanpa menunda kelahiran, leyeh-leyeh dan suami aja yang kerja. Haha. 

Tapi mungkin saya juga harus melakukan sesuatu juga, ngga bakal betah kalo ngga ngapa-ngapain deh. Dulu pernah berfikir pengen punya butik atau restoran, tapi pasti butuh modal besar. Belakangan pengen punya usaha rumahan, bikin les-lesan bahasa inggris atau rumah singgah sekalian, atau pengen usaha online furniture. Eittts, ide ini tiba-tiba muncul pas perjalanan ke jepara, ada sebuah jalan di tengah kota yang sisi kanan kirinya adalah toko furnitur yang keren-keren menurut saya.

Jadi muncul deh ide untuk bikin toko online dengan barang dagangan seperti itu untuk dijual ke orang-orang di luar negeri. Pasti deh banyak peminatnya karena menurut saya barangnya yang kebanyakan lemari, kursi dan segala pernik interior rumah kulitasnya top banget dan yang penting adalah bisa dilakukan di rumah jadi bisa nyambi ngasuh anak juga.

Bener-bener yah, semuanya yang dibanyangin kok rasanya mudaaaah aja... Enaaaaaak ajaaaa gitu.. Padahal kenyataannya belum tentu. Ah, pokoknya suami saya di masa depan harus mapan, punya uang cukup banyak buat hidup nyaman dan kerjanya halal biar tenang dunia akhirat.
:3

Senin, 26 September 2011

Alhamdulillah yah

Alhamdulillah yah, hari senin lagi. Alhamdulillah yah,semua lancar terkendali. Semester tiga ini bener-bener menguras energi. Tuhan, tugasnya banyak benget banget banget banget.
Dan di semester tiga ini saya takjub pake sangat, dosen-dosen yang ngajar benar-benar amazing. Mulai dari artian yang sebenarnya samapai yang tidak sebenarnya =________="

Dosen statistika saya misalnya, sang Mr GPS, silakan tanya suatu tempat pada beliau, maka memberi gambaran persis, tepat dan akurat lengkap dengan keterangan di tempat itu ada pohon apa (kalo belum ditebang), masjid apa, jalan apa dan ada apanya. Lengkap. Nyaris seluruh Indonesia mungkin. Jadi ini dosen apa dukun? hehe.
Belum lagi Mr GPS tersebut juga masih hafal rute jalan dan ciri-ciri tempat-tempat di luar negeri seperti Inggris, Australia, Singapura dll. Memang hebat lho, beliau juga 'nyambi' bekerja di dinas kementrian pendidikan Malaysia dan Indonesia. Masih tergolong orang dalam di UNICEF dan organisasi internasional lainya. So, waaah.

Itu baru satu dosen, masih ada banyak dosen lain yang menurut saya 'ajaib'. Mungkin akan saya ceritakan lain kali ya. hehe.
Haduuh, curi-curi waktu buat blogging di antara tugas-tugas (Kewarganegaraan, Phonetic, Reading, Lexical, BK, apa lagi yaaaaa?) yang menjerit-jerit minta diperhatiin. Hiks. Tunggu mamah,sayang.

Ini ceritaku hari ini. Apa ceritamu?

Rabu, 21 September 2011

gerimis


Tadi siang, gerimis berbisik padaku tentang lagu-lagu yang dibawanya serta sebelum jatuh,
gerimis bilang padaku tentang janji-janji,
tentang telapak yang menunggu tergenapi,dan
tentang rindu yang berlabel 'masih'

Minggu, 11 September 2011

Buber-buber

Masih tentang Ramadhan, hal yang paling membahagiakan adalah acara buka bersama (buber) teman-teman lama, yang lama yang jumpa. Mulai dari teman SMA sampai teman SMP juga.
Mari kita mulai dari buber SMA, temen-temen XII IPS 3 memang tiap tahun mengadakan acara buka bersama, taun ini di rumahnya Deni K, salah seorang temen ada yang berbaik hati menanggung semua biayanya. Itulah  kenapa saya bangga banget sama kelas saya, orang-orangnya sadar diri, kalau mampu ya mbayarin. haha.


TEMAN SELAMANYAAA :D


Kamis, 01 September 2011

Tuntas Ramadhan


Sudah lebaran. Sudah nata jajanan, sudah maaf-maafan, sudah makan-makan juga. Tapi rasanya masih adaaaa aja yang kurang. Banyak target di awal Ramadhan yang ngga tercapai. Merasa kehilangan saat Ramadhan yang tiba-tiba udah pergiii aja. Perasaan baru kemarin saya bangun buat sahur pertama, sekarang main lebaran aja. Mana saya juga bolongnya banyak pula. Ya Allah :'(

Salah satu masalah adalah entah kenapa saya merasa kehilangan semangat nulis saya, kualitasnya kok semakin lama semakin ngga banget ya, jadi minder sendiri kalo mau publish apalagi dikirim ke media. Semangat ibadah saya juga, awal-awal Ranadhan sih cukup bagus tapi di tengah-tengah....hedeeeh paraah deh, dan jangan tanya di akhir Ramadhan yang ada bener-bener ngga menghasilkan (perasaan saya sih bilangnya gitu).

Ramadhan ini bener-bener kerasa cepet banget dan kok rasanya biking shocking gitu ya. Saat kita uda terbiasa dengan Ramadhan, dengan hausnya jam dua siang, perjuangan bangun jam tiga paginya dan emosi yang kadang kesulitan buat ditahan, tahu-tahu si Ramadhan uda pergi gitu aja. Sebel kan rasanya. Nunggu dua belas bulan lagi buat ketemu tapi ya kalau masih diberi umur, kalau ngga?!
Semoga masih diberi umur sama Kamu Ya Allah sayaaang. Umur panjangnya juga buat Bapak, Ibu, Mbak-mbak, Mas-mas, dan semuanya ya :3

Untuk Tuhan

Tuhan aku masih belum mau kehilangan percaya padaMu, tentang janji itu, tentang ketetapan itu, bahwa tak selembar daunpun jatuh tanpa seijinMu, tanpa 'ya' dariMu,
Maka Tuhan bolehkan aku tetap melanjutkan prosesi lingkaran tak terputus yang kupercaya, aku meminta Kau mengabulkan. Begitu seterusnya.
Tuhan,boleh ya?

Selasa, 30 Agustus 2011

Spesial Lebaran


Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin <3

Kamis, 25 Agustus 2011

betapa merepotkannya urusan ini

I got this pict from here
Urusan ini harus kusebut apa? Yang sering membuat aku kewalahan menentukan sikap, kesulitan memilih kata dan kerepotan menekan degup tak berkesudahan. Belum lagi nafas yang tiba-tiba sesak, arteri yang tiba-tiba melebar dan bibir yang bingung harus tertarik kemana. Juga hujan, guntur dan halilintar seketika datang ketika kau tertawa renyah ramah pada yang tak kukenal.

Mereka-mereka menyebut tentang cinta,tapi yang kukenal cinta tak pernah semerepotkan sekarang.

Rabu, 24 Agustus 2011

Bicara Perempuan


Tidak mudah menjadi perempuan, kadang terlalu rumit, jadi tidak bisa dimengerti dengan mudah. Tapi menjadi laki-laki mungkin juga tidak hal gampang (ah, saya belum pernah menjadi laki-laki, dan mencobanya saja tidak ingin), yah mereka punya porsinya sendiri-sendiri. Dimana harus menempatkan dan menyesuaikan dengan keadaan sekeliling. Mari bicara tentang perempuan saja (setidaknya itu yang saya kuasai selama 19 tahun terakhir hidup saya) dan sulitnya menjadi kami--atau mereka.

Saya teringat percakapan dengan seorang teman kos sebelah. Mencuri-curi waktu saya yang hampir tenggelam dengan koneksi jaringan kampus yang sedang payah. Di depan kos hijau--kos saya. Sebut saja dia,Rara. Bercerita banyak, hampir dua jam sepertinya. Dan salah satu topik yang dengan senangnya dia angkat adalah PMS-nya. PMS atau Pre Menstruasi yang kadang mengganggu, malah kadang lebih menyusahkan daripada menstruasinya itu sendiri,saya tersenyum (dalam hati bilang: SETUJUUUUUUUUU!)

Dia bilang kemarin malam bertengkar hebat dengan pacarnya (yang kebetulan adalah tetangga saya) hanya karena masalah yang sepele, yang terlalu kecil, yang terlalu remeh, yang terlalu hampir mustahil menjadi bahan perang dunia mereka. Rara mengaku tidak tahu kenapa bisa menjadi seperti itu. Dan dia juga bilang dia kasihan pada pacarnya, karena hampir seperti setiap bulan sesaat sebelum tamu spesial itu datang. Keadaan hati atau mood yang tiba-tiba berubah 1000x lebih sensitif dan rentan terhadap hal-hal kecil yang bisa membuat marah. Seperti werewolf yang muncul setiap bulan purnama. hehe.

Damn,that was so familiar for me. Saya selalu mengalami hal itu setiap bulan. Emosi saya bisa sangat di puncaknya--gampang marah. Saya bisa marah pada siapa saja, keluarga atau orang terdekat. Tapi pada akhirnya yang ada adalah saya merasa menyesal. Aneh saja marah-marah hanya karena hal kecil yang tidak penting sebenarnya. Tapi ya gimana lagi kalau marah ya marah. Keluar begitu saja.

Memang wajar kalau perempuan merasakan itu semua. Hormon yang di tubuh sedang tidak seimbang (katanya) dan ini belum ada apa-apanya dibandingkan pas hamil trimester pertama. Lha?
Ya, tamu yang datang setiap bulan itu memang bukan melulu tentang kram dan nyeri saja tapi lebih dari itu. Kami mengerti kok dan kami selalu berusaha me-manage-nya dengan baik walau kadang tidak berhasil.

Selasa, 23 Agustus 2011

patah hati

I got this pict from here

" Kita bisa" bisikmu pelan.
Aku menggeleng,tak kalah pelannya. Menatap matamu berharap kau mampu mengartikannya dengan sempurna. Aku kehabisan nafas,baru kali ini aku merasakan asma. Mungkin seperti ini rasanya, dada sesak, tenggorokan tercekat dan udara enggan masuk ke paru-paru yang kupunya. Bahkan sebelum kulihat batas yang menjadi tujuan kita berlari berdua,boleh aku pingsan sekarang?

Dan kau masih menarik tanganku kencang,memaksaku untuk terus melangkah dengan jarak lebar-lebar. Tak kulihat lelah diantara jarak-jarak yang kau susun mantap.
"Aku tidak kuat."aku melepaskan tanganmu,menyisakan jejak keringat di sela jemariku,"pergilah mungkin di depan sana kaudapati orang lain yang kebingungan arah, lupa berbelok atau kehilangan rutenya dan kau bisa mengajaknya berlari bersama agar kau tak kesepian. Pergilah."

Aku perlu mengatur nafas dan berjalan lamat-lamat bukan jawaban yang menjawab. Aku tahu kau tidak akan pernah mampu mengikuti langkahku yang perlahan,kau tak pernah berhasil untuk menyabar. Bahkan setelah kita terlalu mengenal.

"Aku bisa mengendongmu,punggungku cukup kuat dan nyaman untukmu. Juga aku bisa berjalan untukmu, tidak perlu terlalu cepat, perlahan saja." tersenyum.
Ada setumpuk lelah yang kausembunyikan tapi aku selalu berhasil melihatnya, karena lelah adalah sahabatku yang terdekat. Aku mengenalnya lebih dari siapapun juga.
"Aku mencintaimu."katamu. Dan aku tahu, kata-kata itu selalu kau cecerkan sepanjang jalan kita kebelakang. Aku lebih dari hafal untuk tahu caramu mengatakannya, menggambarkan titik di dua i-nya, merimakan spasi diantara kedua katanya bahkan perasaan hangat satu dua detik saat kata-kata itu meluncur keluar .Aku hafal,di luar kepala. Karena aku merasakan hal yang sama saat aku menjawab 'aku juga'.

Dan aku masih kehilangan bayangan harus dengan cara apa kuakhiri cerita kita.

terima kasih banyak :D


Dulu saya pernah bilang kalau ponakan saya, Danara Arsa Athaya (Aca) ikut lomba foto di facebook,kan? Dan kali ini saya mau pamer kalau Aca berhasil jadi juara pertama foto bermain dan belajar bersama buku kategori foto terfavorit setelah kejar-kejaran dengan salah satu finalis lain (selisih 2 like,bow). Hahahaha.

Jadi ngga sia-sia ngorbanin waktu dan duit pulsa internet buat minta dukungan ke teman-teman. Pokoknya demi Aca di peringkat satu ini bener-bener menguras tenaga dan fikiran. Setiap teman yang lagi online saya minta likenya, beruntung kalau ada yang langsung kasih like tapi ada juga yang marah-marah karena mungkin terganggu sama ulah saja. hehe. Sampai ingat juga 'teguran' dari adek kelas yang bilang, "Mbak,jangan nyepam" =__________=

Yaaah, syukur Alhamdulillah awal bulan ini diumumkan kalau Aca menang, disini saya mau bilang makasih banyak-banyak-banyak pada semua orang yang sudah membantu. Dari teman-teman fb saya (baik yang kenal maupun ngga), mbak iin yang fbnya saya buka diam-diam saat detik terakhir dan minta sama wali muridnya untuk ngelike, temen-temene musa di ITB (huaaaaaaah), dan semua pihak yang secara langsung dan tidak langsung terlibat dalam pemberian like di fotonya Aca. Terima kasih banyak ya :*

Oh ya, kalau ada yang tanya hadiahnya apa,saya kasih tau deh. Hadiahnya buku seharga 250rb, buku gede seberat 3 kilo dengan gambar yang memang bagus sekali dan vocer belanja 250rb di online store itu.

Minggu, 21 Agustus 2011

Saya suka sekali foto ini :)


Foto ini diambil saat Aca masih kurus berumur 8 bulan :)

Mari bicarakan apa saja

Mari bicarakan sesuatu, apa saja, boleh kamu sebutkan mulai dari mana saja, tentang apa saja dan aku kan mendengarkan dengan seksama, tanpa berani kehilangan satu-dua helaan nafas yang kaurimakan. Mari bicarakan apa saja, boleh tentang orang paling dicari warga dunia yang diam-diam tertangkap di kolombia, atau tentang kodok empang sebelah yang akhir-akhir ini terlalu merindukan hujan. Atau sesuatu yang lebih kau kenal, tentang inflasi, fluktuasi atau apa saja yang kedengarannya seperti mantra penyihir jahat di telingaku saja.
Bicaralah apa saja, dan aku akan tetap mendengarkan.
Entah dengan aku yang pura-pura tertawa atau sokpintar tahu apa yang kamu maksudkan.
Dengan kamu bicara apa saja, aku tahu kamu baik-baik saja.
Dan itu membuatku sudah cukup bahagia.

Rabu, 17 Agustus 2011

hmm

Kau tahu betapa aku merindukanku saat itu,sayang? Pahal jarak di antara kita tak ada sejengkal. Tapi ada yang berbeda,aku tak menemukan dirimu yang biasanya. Matamu tidak berbinar seperti dulu, sekarang redup dan kadang kutemui tidak fokus. Tidak, kau tidak sakit, aku tahu itu. Bahkan badanmu terlihat lebih gemuk, lebih berat untuk sekedar mengangkatmu, untuk ukuran diriku. Aku hanya mengigit bibir bawahku, saat menyadari kamu tidak seaktif dulu, tidak secerewet dulu, dan tidak semanja dulu. Sebegitu hebatnya kah orang-orang membalikkan hatimu? Mengubah perangaimu?

Sementara sakali-dua aku tahu kau kedapatan menangis saat terlelap. Menangis tertahan dengan mata tepejam. Itukah yang kau pendam selama ini sayang? Diumurmu yang belum menginjak dua, kau terbebani dengan sangat. Oleh orang-orang yang terlalu egois untuk meminta pada selain Tuhannya.

Maaf sayang, kami tidak terlalu sempurna untuk melindungimu dari hal-hal yang tak pernah kami bayangkan sebelumnya. Kami terlalu lemah untuk sekedar membawamu pulang dan membuat semuanya menjadi normal. Kami hanya bisa memintamu untuk terus bertahan. Tapi kami percaya sayang, akan tiba masanya pembalasan menjadi nyata dan seluruh air mata wanita yang kaupanggil ibu itu lunas terbayarkan. Karena Tuhan tidak pernah tidur,barang sebentar.

Tentang Fantasy

Ssst...saya beritahu sesuatu, sudah lama sekali, tepatnya sangat lama sekali saya ingin sekali bisa menulis novel atau cerpen bertema fantasi. Mungkin sedikit pedang, sihir dan peri. Mungkin saya terlalu terpengaruh dengan bacaan-bacaan saya sejak kecil. Mulai dari JR Tolkin sampai JK Rowling. Rasanya luar biasa sekali bisa tenggelam dalam setting yang ajaib, indah dan di luar nalar.

Dan saya masih berkeinginan membuat cerita macam itu. Cerita yang indah dengan setting yang berbeda. Dengan alur sederhana. Tapiiiiiiii entah kenapa saya ngga pernah sukses bikin cerita seperti itu. Bingung konfliknya, penokohannya yang terlalu njlimet dan kehabisan ide buat setting dllnya.

Saya pernah satu-dua kali baca novel fantasi dalam negeri. Dan saya ngga pernah suka. Rasanya aneh. Saya samasekali ngga dapet gregetnya. Ok, bukan maksud saya menghakimi,saya tidak punya hak untuk itu. Saya cuma takut jika saya paksakan menulis nanti jadinya seperti novel-novel yang setelah baca lembar kedua pengen langsung saya buang.

Yaaah, menulis fantasi memang dibutuhkan niat dan tekad juga kemampuan yang hebat.

Sabtu, 13 Agustus 2011

To do list


Menindaklanjuti libur Ramadhan saya yang rasanya seperti tidak menghasilkan apa-apa jadi saya memutuskan untuk membuat sedikit perencanaan selama liburan kali ini. Semoga liburan Ramadhan ini tidak habis terbuang percuma. Lets check it:

1. Nyuci Sprei
>> Sudah lama sprei saya belum dicuci, terakhir kali kapan yaa? Eh, tapi ngga kotor-kotor banget kok, karena dulu saya lebih banyak di Semarang dan kamar saya masih lumayan bersih. Tapi speri ijo saya ini sepertinya benar-benar butuh dicuci.

2. Belajar Masak
>> Ngga usah muluk-muluk, untuk percobaan ingin bikin sup dulu aja (yang sepertinya mudah).

3. Nyuci Sepatu
>> Sepatu yang saya maksud adalah sepatu lukis gambar sapi punya saya dulu itu. Sepatu-sepatu yang lain sudah saya cuci kemarin tapi yang itu kelupaan diambil. Jadi ya terpaksa dicucinya menyusul.

4. Servis Hape
>> Hape saya temapat memorynya rusak, jadi ngga bisa dimasukin memory card, setiap kali dimasukin pasti keluar lagi. Ngga tau itu kenapa.

5. Servis Pinky
>> Pinky sakit, sudah berbulan-bulan. Kedua USB belakangnya ngga bisa dideteksi. Sudah gitu, layarnya juga bermasalah. Tiap kali kesenggol langsung mati. Haduuh.

6. Bikin Handicraft
>> Bahan flanel saya masih lumayan banyak. Kayaknya percuma kalau ngga digunain. Tapi kendalanya gunting saya rusak kemarin. Musti beli lagi deeh.

7. Nulis Cerpen
>> Sudah lama ngga nulis cerpen. Kehilangan motivasi ceritanya. Pengen cepet-cepet mulai lagi deh.

Jumat, 12 Agustus 2011

pathetic

I got this pict from here

Sebenarnya aku tidak pernah merasa terlalu kerepotan menyiapkan satu dua preparasi untuk menyambutmu, di sekelebatan ekor mataku,
Aku juga tidak pernah merasa terlalu berlebihan ketika aku harus merapikan kerah, melicinkan belahan, atau sekedar memeriksa kemeja soal lipatan yang sempurna,
Aku hanya perlu menyiapkan segala sesuatunya takut-takut kamu mendekat dan mendapatiku dalam keadaan memalukan,
dan aku tidak tahu akan berencana tertawa atau berlari tiba-tiba,
Aku bersiap dengan segala, bahkan parfum aroma vanila yang kau suka,

Tapi aku terlupa satu hal,
tentang kamu yang meluruhkan persiapan, menguapkan semuanya,
bahkan ketika kamu tidak benar-benar melintas

Ga Jelas

Bener-bener ngga jelas saya mau posting apa. Liburan Ramadhan kali ini serasa tidak produktif sama sekali, padahal ada banyak waktu kosong, bisa buat nulis, bisa buat bikin handcraft flanel lagi, tapi malesnya itu minta ampun. Ya, saya dirumah cuma tidur, facebooking, blogwalking, tumblring itu aja. Aduuuh ngga suka deh rasanya.

Mari bicara tentang liburan Ramadhan saya taun ini, akhir bulan kemarin saya sudah bersiap menyambut bulan puasa, versi saya sih pergi ke salon buat potong rambut..hehe. Rambut saya yang memang sudah agak panjang saya pendekin lagi dan yang paling penting biaya salonnya di tanggung sama mbak iin. Huaaa seneeeng deh, tauk aja lagi ngga punya duit.

Di posting yang kemarin saya sudah pernah bilang kalau puasa kali berbeda dan memang berbeda. Ada sedikit malah di rumah, bapak ibuk menangis untuk sekian kalinya. Saya ngga akan bicara banyak disini, karena mungkin akan terlalu sedih. Yang pasti kejadian itu membuat rumah saya terasa berbeda sekali.
Saya cuma berharap keadaan akan cepat kembali seperti semula. Aamiiin.

Eh,saya mau pamer nih, beberapa waktu yang lalu, saya dapet kado ulang tahun, agak terlalu terlambat sih secara ulang tahun saya Juni kemarin tapi kadonya baru sekarang dikasihnya, tapi its okay yang penting niatnya kan. Saya dapet kado dari tuan terlalu baik hati buku yang benar-benar saya pengeni setahun belakangan ini. Dia bener-bener tahu cara nyenengin saya (atau malah saya yang telalu mudah ditebak ya). Buku yang saya maksud adalah AYAHKU (BUKAN) PEMBOHONG


Saya selalu suka Tere Liye, apapun judulnya kalau ada yang baru saya sama mbak-mbak yang lain selalu cari sampai ketemu dan kebetulan saya memang belum pernah ketemu sama buku yang tadi itu. Jadi ya rasanya seneeeeng banget. Mana di dia juga aneh banget, tempat naroh kadonya pake di gambar-gambar segala, norak lah, tapi lucu juga. hihi. Terima kasih yaaa.

Selasa, 09 Agustus 2011

Missed my past

"Hidup itu sama seperti sekolah, makin lama yang kita temui akan lebih susah. Seperti kelas 1 SD yang diajari pertambahan, kelas 2 SD mulai perkalian dan pembagian dst, sayangnya untuk bisa naik kelas harus ada ujian yang harus dilewati. Begitu terus sampai kita bosan atau mati."

Sederhana? Mungkin iya tapi banyak ke tidak. Kadang ujian yang harus dihadapi untuk bisa 'naik kelas' itu sangat, sangat dan sangaaaaaaat sulit. Seberapa besar usaha yang sudah kita lakukan pun kok rasanya percuma. Rasanya ingin menghilang saja. Tapi mau bagaimana lagi, kadang itu benar-benar harus dihadapi.
Sering saya merindukan kehidupan masa kecil saya. Yang bebas berbuat apa saja , berimanijasi seliar-liarnya dan masalah paling sulit yang saya temui adalah memilih baju pesta untuk barbie saya.

Saya kangen main tanah di rumah tetangga seberang, main lompat tali yang selalu saya yang kalah (ngga bisa main itu sih) dan ketika rumah begitu terlihat baik-baik saja buat saya.
Berita buruknya, mau kangennya kayak apa, mau nangis darah sesumur juga ngga mungkin kembali kesana. Jalan amannya sekarang adalah jalani saja, bertahan saja, toh ujian tidak mungkin tidak selesai kan?

hipotesis

Tanyakan tentang luka padanya, maka dia akan menerjemahkan dengan sempurna,
tanpa cela,
Tanyakan tentang lara padanya, maka kau akan dapatkan pengertian yang tak berjeda,
Dia terlalu hafal bahkan diluar kepala tentang bagaimana nyaris mati karena duka,


Karena dia adalah perempuan bergaun luka yang tenggelam pada sisa nafas...

Selasa, 02 Agustus 2011

Ramadhan

Saat saya posting ini sudah memasuki hari kedua puasa Ramadhan. Syukur alhamdulillah masih diberi kesempatan bertemu bulan yang katanya lebih berharga dari seribu bulan. Ramadhan kali ini berbeda dengan Ramadhan tahun lalu, banyak yang berbeda. Saya ingat dulu, setahun yang lalu saya pertama mengenal dunia kuliah. Puasa-puasa ikut ospek, puasa pertama jauh dari rumah, puasa pertama di rumah sakit bersama keluarga menemani dua malaikat kecil yang sakit nyaris bersamaan. Puasa yang berkesan. Dan alhamdulillah lagi tahun ini kami sekeluarga masih diberi nikmat kesehatan.

Bulan Ramadahan kali ini insya Allah saya ingin meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah saya, semoga niat ini selalu dijaga sama Allah ya.
Cukup sekian posting saya kali ini, selamat puasa bagi semua yang menjalankan. Tetap semaaaaaangaaaaaat!

Rabu, 27 Juli 2011

hujan dan tangisan


hujan, bisakah kau datang?
sebentar, barang 5 menit saja
tidak perlu membawa serta kabut, angin, embun maupun pelangi,
kau tahu aku tak pernah memerlukannya untuk meruntuhkan kastil kacaku,
aku hanya memerlukan rintikmu menghujamku
merembes bajuku, basahi rambutku
dan membuat airmataku luruh satu persatu

hujan, bisakah kau datang?
untuk menemaniku melepaskan sesak dan seguk yang tertahan
dan kau tidak perlu berkata apapun,
aku butuh menangis berdua bersamamu
hanya itu
Yellow Crown