Rabu, 05 Januari 2011

L.O.V.E


Dia masih menatapku. Tuhan,sampai kapan aku bisa pura-pura tidak melihatnya.
“ Kau tahu,aku selalu berfikir Tuhan memang menciptakan dirimu untukku.” bisiknya lembut.
Aku tersenyum,kata-kata itu sudah ribuan kali diucapkannya padaku.
Meski begitu,aku selalu menikmati sensasi yang ditimbulkan tiap kali dia mengucapkan hal itu.
Sensasi yang menyenangkan. Dan aku hanya ingin kau juga tahu bahwa aku berfikir hal yang sama sepertimu.
“Terima kasih.“katanya lagi.
Pertahananku akhirnya runtuh,aku membalas menatapnya. Sepasang mata yang indah. Mata yang berbicara. Mata yang selalu kucintai dari pertemuan pertama kami hingga sekarang.
“Nicko….aku…”
Kulihat dia menghela nafas panjang,”seandainya aku bisa mengatakan itu padanya.”
Aku bangkit.
Berjalan memutar mengambil sesuatu berwarna pink tak jauh dari tempatnya dan menaruh di telapak tangannya.
“Tidak,kumohon…”katanya.
Aku tidak menjawab.
“Jangan memaksa…”
Aku masih menatapnya. Berusaha meyakinkan meski tanpa suara.
Dia menghela nafas lagi,”Dasar bodoh.”
Dia bangkit. Memasangkan tali itu di leherku. Kali ini dengan tersenyum.
“Baiklah,kita temui dia. Bagaimana kalau ngobrol tentang Chihuahua? Kau pikir dia akan tertarik? Atau mungkin kita bicara tentang Dalmation? Kupikir dia punya tiga.”
Aku tersenyum. Selalu menyenangkan melihatnya jatuh cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown