Rabu, 26 Januari 2011

Percakapan dengan aku

Sekarang, kamu minta apa? Menjaga jarak dengan bahagia?! Akan kulakukan,meski aku yakin itu akan berat. Setidaknya tidak akan ada rasa bersalah dan semua hal yang tak mengenakkan. Aku cukup tahu diri untuk tidak menghubunginya lagi. Semua yang aku ingin tahu,bisa aku cari. Lewat google atau tanya sana-sini.

Lalu apa yang aku takuti?
Kehilangan sahabat,apa benar? Apa benar dia sahabat? Atau hanya aku yang terlalu bersemangat karena mengenal kebaikannya. Baik,lalu apa?

Kemudian apa susahnya,cukup kembalikan dia pada tabung remahan kenangan yang kaupunya,kau simpan bersama beberapa remahan kecil lainya dan selesai sudah.

Kau masih bisa bertemu dengannya dengan senyum meski aku tidak yakin senyum itu dipaksakan atau tidak, kau masih bisa datang ke pernikahannya dengan menggendong seorang anak perempuan berpipi tembam,baik itu terlalu berlebihan.

Kau cukup menghela nafas panjang. Pikirkan semua akan baik-baik saja.
Kelak suatu saat, jika kau bertemu dengannya entah di toko peralatan rumah tangga atau perempatan jalan kau masih bisa menegurnya. Tersenyum dengan setulus-tulusnya.

Dan memulai semuanya dari awal. Bertanya tentang anak dan istrinya.

Toh,dia tidak akan terlalu peduli. Dia bahagia. Dan akan tetap bahagia. Bagaimana caranya dan dengan atau tanpa kau sebagai sahabatnya teman masa sekolahnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown