Senin, 28 Februari 2011

hari pertama

hari pertama kuliah,yang ada hanya Alhamdulillah setidaknya sejauh ini baik-baik saja. dan, FIPjam pertama hari senin?! baiklah, saatnya menghadapi kenyataan saja.
dan bu puji (lagi) kami hanya menghela nafas panjaaaang saja.
baik, hari pertama sudah dapet tugas, inilah awal perjuangan anak-anak semester dua yang dulunya dimanjakan dengan tugas yang tak pernah ada.
Bismillah...
Tapi,kenapa masih ketemu Bu Pujii??!!!
Aaaarrrghhh.. >___<

Ah,sudahlah...tapi ajaib bisa bertemu orang-orang yang tadinya saya kenal hanya di dunia maya,tadi bisa ketemu langsung dan juga bisa satu kelompok pas pronun practice, di mata kuliah jam pertama saya malah ketemu Kholif awalnya ga 'nggeh' sama orang yang manggil saya pas masuk ruangan,saya inget-inget lagi... Oh iyaa, kholif kan ya?!
*sebenarnya mudah lupa sama teman baru adalah bawaan saya sejak lahir lho :P

terus ketemu teman yang awalnya cuma kenal lewat FB, satu kelompok malah. dan lagi-lagi saya yang diingatkan,
si anisa tiba-tiba tanya "kamu yang nama FBnya Anick Hikari kan?!"
dan saya bilang iya, ternyata dia temen FB saya,yaaah dunia maya membuat dunia nyata seperti tanpa batas...ckckckck

so far so good lah, semoga ini juga jadi awal yang bagus buat ke depannya. Amiin, wish me luck :)
oh ya, patronus saya sudah selesai OWL nyaa....
Dan saya juga mo ngucapin TANJOBI OMEDETOU buat Poetpoet yang hari ini ultah. Okay, sebenernya ultah dia tanggal 29 februari, berhubung di kalender saya ga nemu tanggal segitu di bulan ini, yaaah dimajuin ajah lah..kasian..ckckckck
:D :D

ini menghibur sekali

Di sebuah negeri antah berantah (sebut saja Indones*a) ada seorang kakek dan dua orang ekor peliharaanya. naga dan ikan. ajaibnya dua hewan itu bisa berbicara.
Suatu hari, saat dekat musim pemilu,naga dan ikan asik ngobrol.
"Gan,bentar lagi pemilu nih,lu pilih sapa?"tanya naga ke ke kakek tua renta.
"Males, calon itu-itu mulu,woi kan, bentar lagi hewan-hewan ngadain pemilu kan? calonnya sapa ajah?"
ikan,"ada tiga sih,gamabunta,kon,ama chopper..."
"Kayaknya kenal deh,yang ada di tipi itu kan, emang programnya apa aja?"
"Gamabunta katanya sih memperjuangkan supaya katak dan hewan ga elit lain kaya cicak,kambing dsb ada di petshop dan larangan swike kodok karena itu HARAM."kata ikan.
Kakek ngangguk-ngangguk antara ngerti antara ga,"kalo yang laen?"
"Kalo kon, pengen adanya pengakuan boneka hewan sebagai hewan aseli. didukung juga sama Winnie the pooh, Barney sama Hello Kitty.
Kalo Chopper mah mo bikin program ABM (Aku Bukan Musang) slogannya AKU RUSA KUTIB BUKAN MUSANG, wakilnya Doraemon juga sama AKU KUCING BUKAN MUSANG"
"Emang calon manusia sapa,kek?"tanya naga ikut-ikutan.
"Ada emapat calon yang uda daftar ke KPU,tapi yang lolos tiga,untung capres penggemar anime semua."
"Lho,kok bisa?!"kata ikan dan naga bebarengan.
"Iya,dari ibu rumah tangga ada Mangawati, penyanyi Susirou bang bang yoko ono, terus bekas ninja Jutsu Kalla..."
"Terus yang keempat?"tanya ikan penasaran.
"Duo angus (anggodo-gayus) slogannya Inones*a Bebas Berkorupsi."

(Aaaah, patronus saya yang bikin, dia berbakat sekali yaaa. seharusnya dia banyak latian nulis, sapa tahu bisa tambah jago)

Minggu, 27 Februari 2011

apa kamu ingat?

apa kamu masih ingat saat kita pertama bertemu waktu habis jeda yang sangat panjang itu?
aku berusaha sekuat hati agar tidak terlihat terlalu bersemangat, terlalu senang, terlalu tersenyum lebar.
apa kamu ingat saat itu aku selalu kesulitan menyapamu, selalu kesulitan memulai bincangan kita waktu itu, kesulitan menahan mataku agar tidak terlalu mencolok saat aku memandangmu?

aku bahkan masih ingat jelas apa yang sedang kau kenakan saat itu, merapalkan semua apa yang kau lakukan saat itu, dan kau terlihat sempurna di mataku. dengan sebuah tembok tak kasat mata yang selalu menghalangiku berfikir jernih aku harus apa padamu.

tapi sepertinya kau tidak ingat ya?
itu dulu, apalagi sekarang :(

Sabtu, 26 Februari 2011

taun baru

besok saya balik. dengan kata lain, hari ini hari terakhir saya di rumah.
jiah,ngomongnya...padahal saya bakal pulang besok kamis atau jumatnya. aca sama fida ultah di awal bulan depan. dan saya belum nentuin kado buat mereka.

buat saya, senin besok seperti tahun baru seperti saya. belum tahu dan ga ada gambaran pasti tentang dosen yang akan ngajar di semester dua ini. semoga semua menyenangkan dan menyehatkan untuk mental saya kedepannya.

saya masih binggung dengan jam keberangkatan saya ke semarang. ada ide?

Jumat, 25 Februari 2011

Abstrak

malam ini perasaan saya sedang kacau. eer,saya tidak tahu kenapa,mungkin sindrom mau balik kuliah. tapi sepertinya tidak, juga bukan tentang perubahan hormon tiap bulan pada perempuan saya yakin itu sama sekali bukan alasannya.
saya ngga tahu kenapa.
dan saya ngga bisa cerita, apa yang bisa diceritakan coba?!

terus kenapa posting blog dengan isi ngga jelas gini? ngga tahu.
mungkin karena ngga ada teman buat share.

tuan-terlalu-baik-hati?
saya ngga biasa cerita (baca:curhat) ke dia.

patronus (si beruang)?
dia sedang sibuk,
sebenernya pengen sih sms dia,
very,very,very missed his 'lapo cemberut?' and 'WHAHAHAHAHAHAHAHAHA'
tapi....
sudahlah,

puput?
susah sms dia, pending terus.

ngga ada temen lain?
ada tapi ngga biasa cerita.

terus, mau apa?
mau mi ayam ceker proliman.

Kamis, 24 Februari 2011

Absurd

1. kenapa bikin blog?
>>sebenarnya saya pengenya bikin rumah, tapi berhubung  temen saya yang kuliah di arsi baru masuk taun kemarin jadi saya nyicil bikin blog dulu. *ngga nyambung samasekali*

2. kenapa milih theme blog ijo kaya gini?
>>udah mentok,dulu sempat bongkar pasang theme ngga ada yang cocok. kalo yang ini uda diaturin sama Yuda mo ganti takutnya nanti berantakan kaya sebelum-sebelumnya,ntar ngerepotin lagiii...

3. kenapa isinya nyampah, makin kesini makin jauh dari blog describenya?
>>terus kenapa? salah gue? salah temen-temen SD gue? salah temen-temen TK gue? salah pak RT gue?! *ditimpuk batu*

4. siapa itu Loli?
>>makhuuk kasat mata yang fungsi dan kegunaannya selain untuk mengusap ingus saya masih dipertanyakan. dan perlu penelitian secara lebih mendalam.

5. kenapa pake saya, ngga pake aku tao gue?
>>iya ya, kenapa ya??

6. siapa itu tuan terlalu-baik-hati?
>>tokoh dongeng. dan saya putri raja yang hidup bahagia selama-lamanya.

7. kalo patronus?
>>ngga pernah baca Harry Potter ya?

8. kenapa patronus kamu harus Beruang?
>>saya mendampakan kekayan,(kaya itu enak,sepertinya) -_______-

9. terus,tokoh yang sering kamu tulis itu siapa?
>>bukan siapa-siapa,kalo pun ada saya ngga mau ngasih tahu di sini. (lewat message aja ya)

10. kalo bisa ngulang, pengen balik ke masa apa?
>>masamasa SD dan SMA

11. kenapa?
>>masih ingin menikmati kepolosan saya yang bekalangan jarang terlihat.

12. hobi?
>>baca

13. penulis favorit?
>>banyak

14. buku favorit?
>>banyak

15.buku tidak favorit?
>>paket matematika dari TK sampai SMA kelas 3

16.suka musik?
>>suka.

17.penyanyi fav?
>>yui

18. band?
>>Mocca

19.selain itu?
>>Prelude of the rain sama Pachelbel

20.suka apalagi?
>>cokelat, mi ayam, es krim, duren.

21. yang ngga disukai dari diri kamu?
>>Ngga ada. I love who i really am, but saya benci diri saya yang selalu lupa jalan.

22. bisa masak?
>>berharap bisa

23.hal yang pengen suatu saat terjadi?
>>dikasih duit semiliar dari Tuhan buat foya-foya.

24. mo beli apa?
>>kebanyakan buku,cool stuff dan selebihnya mi ayam :P

25. cita-cita?
>>menjadi istri dan ibu yang baik

Sekelumit tentang saya,sedikit absurd seperti judulnya. Tunggu part 2 nya yaaaaa..
:3

Rabu, 23 Februari 2011

Rasa

seandainya saja kamu tahu,bahkan meninggalkanmu adalah hal tersulit buatku...
seandainya bisa, aku hanya ingin memintamu untuk singgah sebentar,
sebentar saja tak usah terlalu lama,
lihat-lihat dulu,
dalami dulu,
rasakan dulu,
rabai dulu,
bagaimana perasaanku padamu,
bagaimana aku pernah begitu bergantung padamu,
bagaimana aku pernah menyayangimu,

dan bagaimana aku sedih karena kau tak pernah tahu itu...

saya belum ingin menyerah (setidaknya saya ingin tetap hidup selama 4th kedepan)

itu kesimpulan perenungan saya semalam. saya mungkin terpaksa terdampar di bahasa inggris, terpaksa bertemu makhluk" ajaib di luar nalar sederhana saya. tapi benar,seperti kata uzumaki naruto "LEBIH BAIK KAMU TIDAK MENUNGGUKU UNTUK MENYERAH" anggap saja B3 Unnes adalah satu-satunya tempat yang menerima saya. saya mungkin bisa saja diterima fsrd ITB (ngayal tingkat tinggi) tapi apa saya dijamin tidak akan mengeluh seperti ini? sepertinya tidak. saya membuka" lagi file (baca: tumpukan sketsa saya yg sudah berwarna kuning kecoklatan) gambar saya, tidak buruk tapi jauh dari bagus. saya ngga bisa gambar naga (mungkin disana juga ada tugas menggambar naga seperti teman-teman saya di dkv unnes),yang ada malah kuda lumping kepanasan dengan muka nahan mencret habis makan beling dan menyan.

saya juga tidak pandai menyair, menerjemahkan kata-kata yang sudah di otak dengan rapi dan indah rasanya susaaaaah sekali. saya hanya menulis apa yang saya rasa dan apa yang saya bayangkan,tidak lebih tidak kurang. kalo saya masuk sastra entah di ui atau ugm atau dimana saja saya tidak yakin akan mencintai menulis seperti sekarang. menjadi diri saya sendiri tanpa pusing memikirkan majas, rima,metafora dan semua hal yang lebih pantas untuk nama latin tumbuh-tumbuhan.

ya,mungkin ini tempat terbaik yang paling pantas untuk saya dapatkan (saat ini). teringat dulu mengerjakan soal IPA dengan kepedean di atas rata-rata,tapi tidak di IPSnya -_______-. dan saya memang diterima, padahal saingan saya 700an orang lho. Tuhan memang menginginkan saya di sini kan ya dan apa salahnya menuruti semua kengininanNya,toh kalo saya ada masalah Dia tidak akan pernah pergi meninggalkan saya.
dan saya tidak ingin yang muluk-muluk,hanya cepat lulus (baca: tetap bertahan hidup).

tapi sepertinya cuma bertahan hidup saja tidak cukup,saya masih ingin terlihat normal di sana,maksudnya tidak terlalu mencolok dengan kebodohan dan ketololan saya soal tenses atau gramer. saya mungkin akan belajar lebih keras agar sedikitnya mengerti iu semua. masih ada Tuhan untuk saya kan.

silakan bayangkan wajah saya yang sedang senyum-senyum seperti bodoh saat mengetik post ini,karena memang seperti itulah keadaan saya sekarang.

"kadang lewat jalan berputar pun tidak masalah asal sampai tujuan"
(thanks for your great qoute,Bear)

Selasa, 22 Februari 2011

Curhatan part2

Maafkan saya kalo blog ini belakangan terkesan menya-menye dan lebih seperti ajang galau ABG baru lulus kemarin. tapi mau gimana lagi, rasanya lebih seperti ingin p*p yang ngga dikeluarkan kalo ngga dipost di sini. tapi saya mohon dengan sangat untuk tidak membayangkan blog saya yang tersayang ini sebagai jamban -tidak enak sekali sepertinya-

waktu saya kurang dari seminggu lagi untuk liburan atau lebih tepatnya menganggur di rumah. banyak hal yang saya pikirkan terutama tentang kuliah dan kos. kalo soal kuliah sudah saya bahas kemarin Di Sini sekarang soal kos. teman-teman kos saya semua orang baik, hanya saja saya seperti orang minoritas di sana, semarang bukan kota besar seperti Jakarta atau Bandung jadi ya yang di semarang paling orang yang ngga jauh-jauh banget dari sekitaran semarang, dan saya merasa minoritas bukan karena saya satu-satunya orang kudus (mbak nast dari kudus, kakak kelas malah), apalagi satu-satunya orang Islam (semua yang kos di situ islam kok),

entah ya kalo saya merasa minoritas karena mungkin saya terlalu introvert atau tertutup, saya ngga biasa bilang semua yang saya rasakan ke orang lain. bahkan tuan terlalu baik sering mengeluh soal itu. saya ngga biasa ikut nimbrung ngobrol ngga jelas, karena saya lebih memilih sibuk di dunia maya atau membaca novel yang bahkan sudah saya tamatkan ratusan kali. atau saya ngga suka OVJ karena saya memang ngga suka dan ngga ada alasan saya harus suka seperti mereka.
saya lebih memilih di kamar menulis,mengedit foto dan mendengarkan musik klasik dengan volume keras. atau saya lebih memilih lagu-lagu jepang yang asing terdengar dari pada lagu indonesia yang mononton dan kadang terkesan memaksakan.

saya yang ceplas-ceplos mungkin memang ditakdirkan ngga cocok sama mereka, dan saya sebenarnya lebih memilih diam daripada berbicara,mungkin ini yang menyebabkan saya seperti menjaga jarak padahal tidak. saya memang ngga suka kalo ada yang tertawa berlebihan dan sangat keras (sampe" saya kaget terus"an,kaget yang sama seperti kalo tiba-tiba ada bunyi klakson truk disebelah) waktu nonton TV padahal saya ngga tau dimana letak lucu adegan yang sedang ditonton.

dan saya kadang memang lebih banyak bicara, lebih sok tahu dari semua yang ada di sana. tapi saya merasa itu wajar kalo saya memberitahu apa yang saya tahu tentang sesuatu. tapi ternyata itu berdampak buruk, haha, saya jarang sekali didengarkan. jujur,saya selalu kesulitan membangun hubungan dengan perempuan. saya lebih nyaman membangun pertemanan dengan laki-laki,dimana saya bahkan lebih sering didengarkan.

saya ya seperti ini, jelek, pendek, kurus, ceplas-ceplos,dan sok tau. tapi inilah saya. yang bisa merubah diri saya hanya saya. orang lain hanya bisa menerima dua opsi dari diri saya yang seperti itu tadi: menerima saya atau pergi jauh dari kehidupan saya.

sekarang saya masih punya watu sekitar 5 hari lagi untuk menyiapkan diri kembali ke kosan saya.tapi saya tegaskan saya masih tetap seperti ini, introvert dan suka musik klasik,juga sedikit Jepang dan mengurung diri untuk menulis di kamar. Bismillah.

Curhatan

untuk pertama kalinya saya mau jujur di sini. jujur soal perasaan saya tentang kuliah saya yang sudah berlangsung selama satu semester. sebelumnya belum ada seorangpun yang bertanya tentang bagaimana perasaan saya kuliah di jurusan bahasa inggris ini, dan dengan ini saya katakan tidak menyenangkan sama sekali.
ayolah, saya masuk jurusan ini karena orang tua saya setengah mendesak, setengah mengiba untuk saya menjadi seorang guru bahasa inggris, PNS, berseragam mungkin terlihat cukup mentereng bagi mereka. sedangkan opsi pertama saya dulu waktu memilih jurusan hanya dijawab dengan 'jadi arsitek? mau jualan batu po kamu?' dan saya menerjemahkan itu sebagai tidak ada pilihan lain selain menjadi guru bahasa inggris unuk mereka.

saya berusaha membangun tembok pikiran positif dengan 'hasil UN SMP saya bahasa inggris cuma salah satu kok,kali ini pasti bisa' dan pikiran itu termentahakan dengan sempurna kalo mengingat nilai dan otak saya yang ngga bisa mencerna dengan baik pelajaran bahasa inggris saat SMA. saya berfikir soal pindah jurusan, juga tentang ikut SNMPTN taun ini ambil fsrd ITB atau HI UI, tapi rasanya percuma SNMPTN perlu biaya, dari mana? apa diijinkan? sepertinya TIDAK. Pindah jurusan malah lebih susah dari itu semua, seperti lebih mudah untuk mendaftar dari awal,ikut tes seleksi masuk daripada mengurus kepindahan jurusan yang hasilnya seperti 1:1000.0000.

ya, saya ngga tahan kuliah di jurusan bahasa inggris, dan semua kata-kata saya kepada adik kelas tentang kuliah di jurusan tersebut akan mulai dari awal, diajari dari awal, akan lebih mengerti dari awal seperti bohong belaka. kami tidak diajari, hanya diberi buku panduan berisi materi (yang memang dasarnya bahasa inggris) yang harus dipelajari sendiri.

saya coba cerita pada Patronum saya soal ini, dan seperti yang sudah saya duga sebelumnya, dia mengerahkan semua semangat,yang jujur saja tidak mempengaruhi hati nurani saya. saya muak melihat pronunciatiton, grammar, interpersonal conversatiton dll terpampang rapi di daftar krs saya. dan ini baru awal bagi saya, untuk mempermalukan diri sebagai makhluk yang nyasar ke jurusan bahasa inggris.
Tuhaaan, saya masih ingat jadi bulan-bulanan dosen karena ngga bisa menghafal dengan tepat percakapan panjang-panjang dalam bahasa Inggris dulu, bagaimana saya ngga bisa dengan sempurna mengucapkan 'package' sehingga membuat saya berada dalam situasi 15 menit penuh tekanan, dan bahaimana saya ngga bisa menyusun pola-pola tenses yang seharusnya di luar kepala bagi mahasiswa bahasa inggris macam saya.
Cukup. Saya MUAK.

dan ini masih awal. saya ingin cepat lulus kuliah, tidak perlu dengan nilai sempurna, C pun tidak masalah. asalkan cepat lulus dan kelar urusan dengan semua hal menyebalkan di B3 (Gedun kuliah saya). masalahnya apa saya masih bisa hidup bahagia sampai emapat tahun yang akan datang?
semoga,tapi saya tida berharap banyak.

Senin, 21 Februari 2011

Alhamdulillah saya masih hidup

Ya, alhamdulillah saya masih hidup. sudah lama ya saya tidak posting di rumah kedua saya ini. dan akhirnya saya kembaliiii.. Prok.prok.prook.
saya mau cerita soal kemarin yang membuat judul postingan saya kali ini jadi agak lebai, saya, Aya dan Mita belanja ke Kliwon. saya niat beli kaos dan rok. saya sudah memutuskan saya mau berubah jadi agak feminin (dalam penampilan) sekarang. alhamdulillah ngelayap dari jam 1 sampe jam 4 ada hasilnya juga. dapet satu kaos dan satu rok.

Tapi masalah yang berfikir saya nyaris mati bukan itu, sodara-sodara. jam empat sore kita balik dari Kliwon. Hotspotan sebentar di RM. Dia, cuma pesen minum sama kentang goreng yang di bagi empat, adeknya Mita (Dian) ikut juga. puas hotspotan sampe jam setengah enam pulang, sampe rumah istirahat bentar sambil pamer ke ibu dan mbak soal barang buruan.
dan mandi jam enam. inilah awalnya.

setelah mandi, saya menggigil hebat. nyaris ngga bisa gerak sangking kakunya. rasanya badan semuanya dingiiiiiin banget. saya berusaha mengumpulkan pikiran positif saya. contohnya: Gapapa nik, ini training dingin buat kamu, katanya pengen ke luar negeri tapi digantikan dengan telak sama 'enak aja elu ngemeng gitu, gue ke luar negeri bakal cari pakean anget segudang dulu taaauuuk!'
saya bahkan hampir merasa sepeerti Nabi Muhammad yang pertama kali dapet wahyu *perumamaan yang ngga adil buat beliau mungkin.

jujur, di titik itulah saya berfikir seperti mau mati. saya bahkan takut merem, takut kalo kebablasan ngga melek lagi, dan yang saya lakukan hanya dzikir apa saja seingat saya saja. aah, kematian terasa begitu dekat kan ya.

tapi, akhirnya saya masih hidup juga. Thanks God!
dan masih sempat posting juga :D
Okay, saya mau meneruskan pekerjaan saya yang sangat penting (baca: tidur siang)
Bye. Bye. Luv ya always :*

Sabtu, 19 Februari 2011

Entahlah saya malas kasih judul

Mungkin ini yang kamu inginkan selama ini, pura-pura atau memang serius berlalu dari pandanganku. menyisakan aku yang tertegun dengan 'haa' yang lama,teramat lama.
rasanya baru kemarin aku terikat kuat padamu, seperti planet yang berkonfigurasi mengelilingi matahari, dengan garis oval tak kasat mata yang sebagai lintasannya, alurnya.

Dan melukiskanmu begitu menyenangkan, kamu tahu?
Bahkan aku tidak mengenalmu, aku tidak tahu bahan penyusunmu, molekul atmosfermu atau tepatnya keliling luas dan volumemu. aku hanya berputar di sekelilingmu, pura-pura mengenalmu. sampai akhirnya kamu benar menghilang,dengan sempurna.

Mungkin ini maumu, untuk aku menjadi kuat setelah apa yang selalu kamu lakukan untukku,
mengajariku untuk menyeka tangis tanpa melukai mataku,
mengajariku untuk tersenyum meski hatiku mengutuk,
mengajariku tertawa dengan 'mau tidak mau harus mau'mu,

Mungkin ini yang kamu maksud dengan mempraktekan semua yang kau ajarkan.
mendapat nilai paling memuaskan yang bisa ku dapat.

*Tapi maaf,sepertinya aku harus mengulang*

Kamis, 17 Februari 2011

Century dan Syukur Saya

Ini hanya sudut pandang saya.
beberapa hari ini ada nama baru yang sering muncul di berbagai media, bukan karena tiba-tiba jadi penyanyi dengan poni kepanjangan ato gara-gara ada video naudzubillah sama dewan ato pejabat pemerintahan.
ini soal Century, bukan kasus baru sebenarnya, tapi setelah ALANDA KARIZA muncul ada sesuatu yang beda di sana. jujur, saya ngga ngerti hukum, saya hanya murid SMA yang baru lulus kemarin yang sekarang jadi mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris di Semarang, dan saya ngga ngerti hukum sama sekali. Sama seperti saya ngga ngerti apa itu Off Side dalam sepak bola dan cara penghitungan nilai di voli ato tenis lapangan. pelajaran Pkn saya pun ngga ngaruh pada pengetahuan saya soal hukum-hukuman :P.

Alanda Kariza, mahasiswi yang sering ikut seminar internasional, ketemu orang-orang penting, ke tempat-tempat hebat, dan melakukan hal keren lainnya yang hanya bisa saya khayalkan. ibunya menjadi salah satu tersangka kasus Century itu. Ibu Alanda (Arga Tirta Kirana), yang menurut saya mirip banget sama Guru Sejarah SMA saya dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan denda 10 miliar rupiah (Dapet mi ayam berapa mangkok itu yaaa=__=) sedangkan petinggi" ato atasan ibu Alanda dapat hukuman yang lebih ringan,merasa ngga mendapat keadilan, Alanda mencurahkan isi hatinya ke blog. yang ternyata eh ternyata media dan masyarakat menyambut baik cara Alanda ini. Yup, jadilah Alanda seterkenal sekarang, tanpa dangdut ato video asusila.

sebenarnya saya ngga mau mengulas tentang ini panjang lebar, karena sekali lagi, saya ngga ngerti hukum-hukuman,apalagi kasus century yang mblubet hampir nyaingi gaya sinetron Indonesia. saya hanya mengharapkan semoga semua berjalan lancar dan keadilan selalu ada buat yang benar-benar PANTAS mendapatkan.

Adanya kasus ini saya jadi berfikir, alanda yang apa-apa punya, otak dan kekayaan di atas rata-rata tapi hidupnya bisa cukup 'menyedihkan' seperti itu. iya, saya bersyukur Tuhan masih berbaik hati pada keluarga saya, karena sampai detik ini belum (dan semoga jangan) mendapat kasus macem-macem, apalagi sampe miliaran dan kurungan penjara tahunan. sejauh ini keluarga saya baik-baik saja, kami masih kompakan pake baju seragam pas lebaran, kompakan puasa senin kamis di hari biasa -dan saya selalu jadi korban teriakan buat bangun sahurnya- kalo ada masalah (Please, emang ada ya orang hidup ngga dapet masalah?!) ngga sampe membuat kami seperti keluarga Alanda, semoga Tuhan masih berkenan menjaga keluarga kami dan keluarga kita semua. Amin.

Saya, Ibuk, Bapak dan Aca Idul Fitri taun 2010

Rabu, 16 Februari 2011

Hari ini saya sebel sekali

Hari ini saya sebel sekali, kemarin malam sudah janjian sama adita bakal berangkat bareng dia sosialisasi UNNES ke smasa. saya mikirnya kita bakal berangkat jam 7 pagi, secara jam BK yang diambil buat presentasi sekitar jam setengah delapanan. dan ternyata sodara-sodara, saya dijemput tepat jam 8.15 dan jam bk berakhir tepat 8.30, saya sebenarnya tidak masalah kalo tidak ikut presentasi bicara panjang lebar soal universitas saya, atau apalah namanya itu, tapi saya merasa sia-sia jam enam bangun buat siap-siap, dan yang parah adalah saya harus menunggu LAMA.

Ya, saya adalah tipe orang yang lumayan sedikit menghargai waktu, saya lebih senang untuk datang lebih awal daripada terlambat. saya coba mengerti kalo adita tiba-tiba disuruh ibunya ngetik sebelum berangkat, saya yang pada dasarnya adalah orang yang sulit diperintah bapak ibu (jangan dicontoh) mencoba berdamai dengan hati saya  'Yasudahlaah' dan perasaan 'kenapa ngga bareng anur aja? kemarin juga dia bilang oke kok' tetep masih ada.  Ya mau gimana lagi kan ya, ngga mungkin saya bilang ke adita, ''karena kamu jemput aku telat, sekrang kita ngga usah temenan lagi. aku ngga mau kenal kamu lagi. titik'' emang sinetron apaa -___-...

Ya, itu yang buat saya sebel hari ini. karena ngga bisa ketemu anja dan feli lagi. beda jam dan saya pulang duluan. hari senin kemarin kita ketemu, mereka sosialisasi Brawijaya, dan entah kenapa hari Senin kemarin saya excited sekali jadi orang, entah ya rasanya seneng aja. Kita juga foto-foto, anja dan feli masih berbaik hati nungguin giliran Unnes presentasi, jadi ya kita muter-muter smasa ngga jelas sambil foto-foto dan wabcaman :)
Ini dia sebagian kecil bukti kenarsisan kami,enjoy...

Saya, Anja, Feli
Tukeran jas :)
Jas Unnes yang sekarang,,nggggg No komen akh >.<

Di KaPeeRi


Ya balik ke hari ini, setelah sampai di smasa, duduk sebentar lalu pulang. sampe rumah baca Ranah 3 Warna sampe nangis-nangis dan sorenya pergi njangung sama temen-temen SMA. Lumayan lah.




*Satu lagi, Patronum saya sedang ujian OWL khusus Patronus,hehehe
mohon bantu doa buat dia ya, saya sebenarnya ingin sekali panggil dia tapi saya ewuh, dia sudah jarang sms pake ketawa 'hahahahaha' ato 'wkwkwkwkw' juga sudah jarang sms saya panjang-panjang, mungkin efek dari tekanan ujian dia kali ini.
Ya, saya kangen dia. dan saya ragu dia masih sering baca blog saya,jadi saya berani nulis kaya gini.
Semoga nile-nya bagus, saya pernah minta traktir dia kalo dapet nile bagus, becanda sih,soalnya saya ngga mau kalo bulan depan nama saya jadi Headline News, 'Seorang gadis muda nan cantik memeras temannya karena dapet nile bagus' kan ngga keren banget kan yaa...

Selasa, 15 Februari 2011

Setahun yang lalu

Hari ini tepat satu tahun teman saya, salah satu teman terbaik saya berpulang. Khusnun Eka Arofianto akan selalu jadi ketua kelas terhebat yang pernah saya kenal. Semangatnya yang selalu bisa menular pada sekitarnya, tawanya yang selalu bisa membuat kami ikut larut pada bahagia yang di rasanya. cintanya pada keluarganya yang pernah dengan bangga diungkapkannya. ya, dia orang yang baik dan dipanggil dengan baik pula meski agak terlalu cepat dan tiba-tiba.

Pagi itu setahun yang lalu, rasanya seperti baru kemarin saya menangis di seberang jenazahnya. badannya yang kaku persis seperti tidur pulas, sempurna dengan sedikit bercak darah karena libasan truk tak bertanggung jawab. juga dengan seragam putih abu yang tadi dipakainya, lusuh tergeletak di sudut ruangan. kami menangis. kami tidak percaya. kami ingin dia tiba-tiba bangun dan tertawa karena lelucon yang sudah dia buat. Tapi, semua itu percuma, bahkan detak sekecil apapun tidak ditemukan di dadanya.


Foto ini diambil beberapa hari sebelum Khusnun (paling depan) pergi :')



itu setahun yang lalu, dan kami sudah berdamai dengan kenyataan. dan keluarganya kuharap juga begitu adanya. dia tipe orang yang akan selalu dicintai semua orang. dan masih sama hingga sekarang.
kematian bisa datang dengan tiba-tiba. semua kehendak Tuhan yang kita sendiri tidak tahu kapan datangnya. sedikit saya iri pada teman saya itu, dia meninggal karena terjangan truk yang remnya blong atau supirnya yang mengantuk, entahlah, tapi dia meninggal saat pagi hendak berangkat sekolah.
teman-temannya yang datang berucap belasungkawa banyaaaaaak sekali, juga yang ikut mensholati.
Damai di sana ya kawan, tunggu kami cepat atau lamabat :')

dan saat ini saya berfikir,
apa kematian saya akan sebaik itu?
apa kematian saya juga akan sebanyak itu yang datang mengucap belasungkawa?
apa orang-orang juga masih sudi mengirimkan satu-dua ayat untuk saya yang sudah tidak mungkin kembali ke dunia?

Tidak ada yang tahu kan?
tapi yang paling penting apa saya sudah siap mati? jawabnya saya tahu TIDAK. saya belum cukup amal untuk bisa saya jadikan bekal kebanggaan saat saya menghadap Tuhan saya.
Saya tidak yakin bisa tersenyum saat pemanggilan sepihak oleh malaikat pencabut nyawa, karena saya punya dosa yang jaauuuuh lebih banyak dari jumlah hitungan kebaikan saya.

Ya, saya belum siap. dan semoga Tuhan masih berbaik hati untuk memberi waktu pada saya lebih lama lagi untuk saya mengumpulkan sedikit demi sedikit kebaikan yang mungkin akan saya bawa saat saya benar-benar pulang nanti.

Senin, 14 Februari 2011

Tahu tidak,aku tadi menemuimu

Tahu tidak, aku tadi menemuimu.
Bukan di perempatan tempat kita sering berpapasan, bukan di kereta yang kebetulan sering kita naiki bersama,
bukan di antara gelas mika berisi teh sejuk kemerahan, juga bukan diayunan teru-teru bozu yang ringan.

Aku menemuimu,
Juga bukan di setapak yang dulu, saat aku menekuri langkah tak pedulimu. Kamu yang berjalan jauh di depanku, dan aku selalu pura-pura memeperhatikan daun momiji yang jatuh saat kau melihat belakangmu.
Aku menemuimu,
Bukan di antara desing ribut serangga hutan, juga bukan di antara terang kembang api malam, dan warna-warni yukata gadis ber-make up tebal,

Aku menemuimu di gerimis yang tipis, yang selalu menyenangkan menghirup aroma tanah dalam-dalam dan menyimpannya di sela-sela saraf ingatan.

Tapi apa kau melihatku? Karena sepertinya aku tahu, di sana kamu sedang menemui seseorang di lamunanmu. Seperti aku, mendapatimu di lamunanku dengan gadis itu. :)


Minggu, 13 Februari 2011

Cantabile!

Saya posting ini pagi kira-kira jam tujuan, sangat di luar kebiasaan saya yang biasanya posting malem hari. sudah, tidak penting. sebenarnya semalem saya nonton konser orkestranya Addi MS (Twilight Orcestra) tema yang diambil yaitu Cantabile!




saya cerita dari awal kemarin paginya ya, ada kejutan yang saya bikin saya nyaris teriak pagi-pagi, pas bangun tahu-tahu TV saya raib. Hilang tanpa bekas. saya langsung njerit 'Tipiikuuuu ning ndiii??????' ternyata dibawa ke servis, dan sepanjang hari kemarin rasanya saya hilang nyawa, karena saya udah ngerencanain mau nonton konser itu jauh-jauh hari -______-

Opsi pertama untuk menghilangkan ke-betean saya, saya pergi ke Chinmi buat pinjem manga yang jadi tema konser Addie MS kali ini. Nodame Cantabile. Ceritanya unik, seorang cewe namanya Noda Megumi serampangan yang suka menimbun sampah di apartemenya, ngga bisa baca partitur tapi bisa hafal lagu dan bisa langsung mainin dengan sekali mendengarkan. dia jatuh cinta sama pengeran kampus Shinichi Ciaki yang jago main piano dan biola, perfect dalam segala hal, kemampuan di luar rata-rata dan bercita-cita jadi kunduktor tapi fobia naik pesawat dan kapal, itu yang bikin dia ngga bisa 'go international' padahal bakat dan kemampuannya ngga diraguin lagi. Ya, secara garis besar begitulah.
Nah, konsernya ini mengambil tema Cantabile (Italia:dinyanyikan) terinspirasi dengan manga tadi (ada anime dan doramanya juga sih ya), lagu-lagu yang dibawain adalah yang pernah tercantum di manga itu.

Nodame Cantabile, manga version

Nodame Cantabile,dorama Version
Tapi akhirnya, puji syukur pada Allah SWT, tv saya dikembalikan setelah penyervisan secara sepihak oleh bapak! dan saya bisa nonton konsernya malam tadi. Alhamdulilllah.
Tapi saya kurang puas, konser yang ditanyangin kurang lama, terus kebanyakan yang ditanyangin yang bagian duet dengan artist tamu. saya sempet seacrh di Google lagu yang dibawain di antaranya ada Beethoven yang saya lupa simphony keberapa, tapi kemarin ngga diikutin tanyang >___<
Mbo ya metro kalo mau nayangin jangan setengah-setengah gitu.

Tapi so far semua bagus, saya merinding di beberapa part lagu. Hopefully, oneday saya bisa liat langsung konser orkestra arahan Addie MS macam ini secara langsung :)

Jumat, 11 Februari 2011

Di titik menyerahku

Sekarang aku tiba di titik menyerahku,

sudah saatnya aku menekan tombol silang di kotak abu-abu tua dengan tulisan namamu, sudah saatnya aku berhenti menghela nafas panjang ketika membuka winamp yang penuh dengan lagu-lagu yang mengingatkan padamu, berhenti mengingat apa saja yang pernah kau katakan padaku, berhenti menghitung apa saja yang pernah kau berikan padaku, termasuk sepi itu.

Berusaha untuk tidak lagi menebak-nebak apa yang sedang kau pikirkan, dan berusaha tidak memperdulikan eksistensimu yang belakangan ini mengangguku,
dan melukiskan bayanganmu yang bahkan aku sendiri tak tahu banyak tentang kamu,
semua itu terasa konyol sekarang.

Benarkan,sekuat apapun usahaku, hujan tidak mungkin tergenggam :)

Kamis, 10 Februari 2011

Chocolate Gift :)

saya suka sekali cokelat, dan saya ingin membaginya untuk orang-orang yang saya sayang. ada yang bilang kalo ada yang ngasih kamu cokelat berarti dia ingin kamu jadi gendut dan jerawatan, saya pikir itu salah, gendut dan jerawatan tergantung pribadi yang makan cokelatnya, saya sih lebih senang berfikir kalo orang yang ngasih kamu cokelat berarti ingin kamu bahagia, bukannya cokelat mengandung zat yang bikin orang bahagia?!



Saya punya cokelat, cokelat yang saya bikin sendiri. dari awalnya beli batangannya di supermarket, lalu pergi ke dapur buat lelehin sana-sini, campur ini-itu yang semuanya saya lakukan sendiri. anggap saja begitu yaa.
seperti ini cokelatnya, agak berantakan tapi masih layak makan.

Dan, inilah daftar orang-orang yang ingin saya kasih cokelat:
  1. Tuan terlalu-baik-hati, setidaknya saya ingin kasih dia makanan yang benar-benar bisa dimakan, cokelat setengah matang kayaknya ngga ada kan ya.
  2. Mr. Expervert, saya yakin pertama yang dia ucapkan adalah 'Opo iki???!!!' dan membuat saya langsung jadi seperti ini -________-"
  3. Puput, sahabat saya yang dulu pernah rela cepet-cepet pulang dari datingnya pas saya cuma pengen cerita tentang sedikit masalah :)
  4. Bapak ibuk saya, ngga jadi ah, mereka ngga doyan makanan manis
  5. Mita, inget ngga dulu kita sering bikin cokelat sama risti juga?!
  6. Alam yuda, tanpa dia blog ini ngga akan pernah ada :D
  7. Orang-orang yang sering baca note fb saya, mereka yang bikin saya semangat nulis sampai sekarang.
  8. Orang-orang yang sering mampir di blog saya, dengan sengaja tau tidak (nyasar ato salah mampir juga ngga apa) selalu bikin saya semangat ngisi blog saya meski dengan tulisan nyampah yang lebih banyak tidak ada manfaatnya.
  9.  Semua inspirator saya, (people whom i followed in blog world) TERIMA KASIH
  10. Untuk saya sendiri,haha, saya ngga peduli kalo saya bakal jerawatan, gemuk dan jelek gara-gara makan cokelat. saya suka cokelat lebih dari saya suka duren, siomai dan mie ayam!

when we TRIED our best to make Chocolate

Kemarin main ke rumahnya rina buat bikin cokelat, bukan dalam rangka valenten lho..saya ngga merayakan hari itu soalnya. kita (saya, puput, utuz, lala, menor, anja, rina) janjian awalnya jam sepuluh tapi molor sampai jam setengah 12. saya sama puput bertugas belanja, beli cokelat masak dark-milk chocolate sama white chocolate, ditambah pewarna, margarin dan choco chips seplastik kecil kita siap jadi chocolate chef dadakan. *jiah*
adonan cokelat pertama berjalan sempurna, tapi masalah datang pas di adonan cokelat kedua, yang white cokelat.

Lala semangat banget ngaduknya :)

Tetep eksis depan kamera^^

Masaaaak :D

entah masalahnya berawal dari kesalahan saya ambil tempat pelelehan ato di cokelatnya yang terlalu sensi ngga mau dimasak sama kita, yang ada malah tu cokelat yang  ngga mau mencair tapi tetep menggumpal jadi adonan sekeras batu karang *opo kui*
dan kita nekad aja buat ngasih pewarna ke cokelatnya, sebelum jatuh korban jiwa (baca: pancinya orang jadi gosong), sama terus di aduk-aduk.
The Real Chocolate,harusnya gini nih!


dan yang terjadi adalah ngga ada perubahan sodara-sodara, tu cokelat yang ngga cokelat tetap keukeuh ngga menerima pemaksaan dari kita. dengan nyaris putus asa kita angkat aja tuh cokelatnya, dan dibentuk sebisanya (juga semaksanya). walo ngga ngaruh banyak soalnya cokelat itu lebih mirip ke batu sangking kerasnya daripada ke makanan yang layak makan. Di jatuhin aja suaranya 'klotek-klotek'.bener-bener mirip batu.

Masalah baru timbul pas cokelatnya mengeras di panci, ngga isa dicuci!!!

habis bikin cokelat, kita makan ke resto baru di sekitaran jalan pangeran puger. ada resto ala jepang yang baru buka. semua serba lumayan, saya pesan Ramen yang lebih mirip mi tauge di lidah saya. aaah, saya lebih suka mi ayam gang empat ato mi ayam ceker di proliman >.<

Ramen tauge saya :P



Puput,Anja (yang paginya baru dateng dari malang)
Hahaha,narsis!
Rina dan saya :)

Chuuuuu :3

Oh ya, sayang utuz sama lala pulang duluan jadi ngga ikut makan-makannya.

Rabu, 09 Februari 2011

Dan kamu,selalu jadi protagonisnya

Aku seharusnya merasa sangat senang sekali hari ini,menghabiskan waktu dengan teman lama yang masih semenyenangkan saat dulu masih berseragam,
harusnya aku menulis tentang tawa kami hari ini, tapi entahlah begitu aku di ruangan biru milikku, aku melihatmu, di antara gantungan baju, deretan buku, aku melihatmu dan kesedihan itu muncul.

Muncul begitu saja bahkan sebelum aku sempat berteriak jangan. kamu dengan segala cerita tentang aku dan kamu,juga tentang sesuatu bernama kita di antaranya. aku cukup tahu diri untuk hanya diam, menikmati perasaanku yang buncah dengan rasa bersalah. tidak ada orang ketiga, keempat atau kelima. hanya ada aku dan perasaan yang tak tahu bagaimana cara penjabarannya padamu.

Menyalahkanmu? Tidak mungkin, walau aku tahu kamu hanya akan senyum dan bilang 'iya', kamu bahkan tidak pernah bilang tidak padaku kan, satu-satunya orang yang marah padaku seperti haram bagimu. kamu terlalu baik, mungkin itu masalahnya. kamu terlalu polos dan kadang naif, kamu terlalu baik, kamu terlalu baik, kamu terlalu baik.

dan tidak ada alasan untuk membencimu, kamu yang makan separuh brownies setengah matangku, kamu yang selalu bilang 'tentu' pada apa yang kumau, kamu yang selalu mendengarkan dengan wajah lugu cerita nyaris-sangat-membosankan milikku.

Itu semua kamu,protagonis dalam lembar buku berjudul kita yang sudah kuhafal titik,koma dan spasinya. Tapi sayang, bagian akhirnya belum juga kutemukan bagaimana. aku tidak berharap banyak, karena ada banyak kemungkinan di luar sana.Ya, aku tidak berharap banyak.

hei bodoh,kamu buat aku menangis lagi.

Aku yang selalu jadi antagonis untukmu

Cukup, aku terlalu membenci diriku saat ini. jangan paksa aku untuk melihat dari sudut pandang keseluruhan,karena yang kudapat hanya aku yang bertindak terlalu jahat.
dan kamu akan selalu menjadi yang-terlalu-baik, sedangkan aku sebaliknya.

Selalu begitu dan tak berubah. Dan kamu akan selalu mengulang-ulang tentang indahnya perbedaan,tapi jangan tanya apa yang aku rasa, karena mungkin kamu sudah hafal di luar kepala. tautan kelingking itu, senyuman itu, tawa itu, kata 'tak apa' itu sungguh aku tidak ingin menyakitimu lebih dari ini.

aku terlalu keras kepala, kau tahu itu.
kau pikir kita baik-baik saja, tapi tidak buatku.
dan selamanya akan terus seperti itu.

Selasa, 08 Februari 2011

LIFE IS AN ADVENTURE

I want to live my life to the absolute fullest
To open my eyes to be all I can be
To travel roads not taken, to meet faces unknown
To feel the wind, to touch the stars
I promise to discover myself
To stand tall with greatness
To chase down and catch every dream
LIFE IS AN ADVENTURE
 Sekilas kata-kata dari iklan sebuah produk susu yang saya familiar sekali. (secara ponakan kedua saya susunya itu re). Jujur kata-kata itu secara tidak langsung seperti menyindir saya. anak-anak kecil yang di iklan mungkin baru dalam fase bisa makan dan ngusap ingus sendiri. tapi mereka sudah punya tujuan yang jelas, mereka sudah tahu apa yang mereka inginkan. itu yang bikin saya iri sekali.
Menjalani hidup sepenuhnya (absolute fullest),kalo saya masih dikasih satu hari baru lagi cuma bisa males-malesan di rumah. membuka mata untuk semua kemungkinan, sedangkan saya? saya pernah menolak tawaran ngelesi anak SD hanya karena saya MERASA nggak sanggup. 
Dan satu yang saya iri dari balita-balita itu, mereka punya mimpi dan mereka berjanji untuk meraih semua mimpinya. saya berfikir, saya punya list mimpi yang panjaaaaang sekali. tapi saya belum berani untuk berjanji akan mewujudkan semua list panjang itu. 
Ya, saya iri pada mereka semua. Bagaimana dengan anda??

Trauma

Kemarin sahabat saya si Beruang (Mr Expervert, Manusia Bodoh, Patronus atau nama lain yang saya berikan padanya) tidak sengaja mengingatkan saya pada pengalaman menyeramkan saat naik bis Nu*antara Kudus-Semarang beberapa minggu yang lalu.
Saya sebut menyeramkan bukan karena saya diikuti Mbak Kunti atau Mas Grandong, tapi lebih serem dari itu semua sodara-sodara!!!

Saya cerita dari awal dulu saja ya, pagi itu hari Senin seperti biasa, kalo hari senin saya berangkat dari kudus habis subuh soalnya ngejar mata kuliah jam tujuh. banyak yang bilang saya nekat,tapi ngga juga sih ya so far saya ngga pernah telat masuk kelas (sebenarnya dosennya juga hobi telat, ngga jarang kuliah mulai jam 8). awalnya saya pikir hari itu bakal jadi hari senin yang kaya biasa, berangkat dari depan matahari, pilih kursi, duduk, berangkat, ngantuk, nyampe Terboyo. Tapi TIDAK sodara-sodara. Semua berbeda.

Saya seperti biasa pilih tempat duduk di deretan kiri (yang tempat duduk untuk dua orang yang deket jendela) nomer tiga dari depan. Sebenarnya saat itu deretan itu banyak yang kosong, jadi saya bebas mo pilih yang mana. saya duduk dan ngga lama bis udah nyaris penuh sampai orang terkutuk itu dateng. Laki-laki masih muda, umurnya paling ngga 35-an. ngga tinggi tapi ngga pendek. pake topi sama kemeja kotak-kotak warna krem. dateng dari pintu belakang. dan saya ngga tau kenapa dia milih tempat duduk di samping saya. DI SAMPING SAYA. padahal dari arah datangnya yang dari belakang, kursi-kursi di deretan saya kebelakang semua juga pada single man lho (maksudnya yang harusnya diisi dua orang baru diisi satu orang), kalo saya jadi dia begitu naik,liat ada kursi yang kosong langsung tak dudukin dari pada cari-cari lagi kedepan kan?!

Awalnya saya pikir, mungkin saya emang cantik jadi si mas pengen duduk deket saya. Lupakan.
Dan penderitaan saya dimulai, ngga lama setelah bis jalan dari matahari,saya ngerasa ada yang aneh nih sama masnya. dia duduknya mepet-mepet saya mulu,padahal biasanya kalo saya duduk berdua sama orang lain pasti masih ada jarak walo sedikit,tapi ini ngga. padahal masnya kurus lho. Bener.

Terus cara duduknya juga bikin saya ngga nyaman samasekali. ngangkang kaya mau ngintimidasi kaki saya yang udah saya usahakan nangkring di pojokan. And you know what? Dia mulai melakukan hal yang buat saya sangat ngga nyaman. tangannya yang awalnya dilipat di dada mulai usil ke badan saya seiring kemepetan dia ke samping saya. saya tadinya mikir mungkin dia ngga sengaja dan saya masih berusaha menghindar (makin mepetin diri ke kaca jendela)tapi percuma. dia makin mepet ke saya, dan gerakan tiba-tiba yang saya buat biar dia kaget dan nyadar ngga membantu sama sekali.

Dan yang paling nyebelin adalah DIA PURA-PURA TIDUR!
saya ngga punya keberanian cukup buat teriak, walopun rasanya pengen banget teriak sekenceng-kencengnya. dan bisnya penuh sodara-sodara,jadi saya ngga bisa pindah ke tempat duduk lain.
Yang bisa saya lakukan cuma berdoa dalam hati biar bis itu cepet sampe di Terboyo.

Efek pengalaman saya itu masih berbekas sampai sekarang, terakhir saya lakukan perjalanan pulang Semarang-Kudus sebelum liburan, saya di bis sialan yang penumpangnya 90% laki-laki, ada perempuan tapi di depan pol deket supir dan saya dapetnya tempat duduk di belakang pol dihimpit banyak laki-laki. dan kebanyakan MEROKOK. I hate smoker so DAMN much. masih ditambah laki-laki yang ngga dapet tempat duduk,berdiri di depan saya SEMUA.

Jujur, saya cuma bisa gemetaran dan nyaris nangis saat itu, sms seseorang yang mungkin bisa saya ajak buat ngalihin perhatian saya, malah lama dibalesnya. Apdet status alhamdulillah banyak yang ngerespon walo ngga nyangkut soal keadaan saya waktu itu. So thankfull to Seno, Ambon, Utuz and Asti :)

Pelajaran dari itu semua mungkin saya harus lebih jaga diri,dan berusaha melupakan trauma.. hiks

Senin, 07 Februari 2011

Tempat Sampah

Harusnya semua bisa sederhana, bukankah kita saling hadap, saling bertemu muka tapi kenapa semua terasa begitu tidak masuk akal?
Rasanya seperti aku melihat tubuhmu tapi tidak untuk tarikan nafasmu,
tidak untuk eksistensimu yang kukenal dulu,
Kupikir aku sudah hafal semua cerita tentangmu,
kamu dan semua silsilah keluargamu, kuhafal dengan baik sampai ke titik koma terkecil
tapi semua berbeda sekarang,
kamu lebih mirip dengan buku cetakan baru dengan  sampul dan isi yang sama sekali berbeda
yang tak kukenal sebelumnya
Seperti yang kaubilang dulu,
aku adalah nona tempat sampah, yang tadinya tempat kau menceritakan segala sesuatu tentang dunia,
sekarang lebih mirip nona tempat sampah yang benar-benar terbuang dan terlupakan..

Mungkin akan lebih baik jika aku belajar mendaur ulang semua yang kupunya, termasuk perasaan...

Legilimency :(

Kadang aku ingin sekali belajar legilimency,setidaknya agar aku tahu apa kau memikirkan diriku sama seperti aku memikirkanmu. tapi mungkin sebaiknya tidak, karena aku terlalu takut kalau aku tidak menemukan hal yang kuharapkan atau bahkan namaku tak ada di sana, di ujung saraf kelabu milikmu.
kusebut apa itu? kenyataan,mungkin.

Dan memintamu untuk terus duduk disampingku adalah hal konyol yang tak mampu untuk sekedar kubayangkan. aku yakin kau akan tertawa kalau aku bilang, dan menjabarkan sebuah peta lebar lukisan mimpi dan rencanamu yang berharga. lebih berharga dari pada sekedar mendengar ceritaku tentang drama, hujan dan teman selamanya.

Kau tahu betapa beratnya menutup jendela obrolanmu yang bahkan sudah berwarna abu-abu gelap? berharap suatu hari kau bosan dengan segala rutinitas harian lalu beralih ke dunia maya,dan aku orang pertama yang tahu kau di sana juga sedang membuka halaman yang sama. meski akhirnya tidak ada di antara kita yang menyapa, entahlah tapi aku sudah cukup senang.

Aku sangat ingin bisa legilimency saat ini, setidaknya untuk tahu seperti apa kau memandangku.
Dan sebuah pensieve, kalau jawaban yang kudapat hanya membuatku menghela nafas super panjang (aku yakin itu akan membantu)..
:'(

Minggu, 06 Februari 2011

Training Party

Aduuh,binggung mo nulis apa.. Ni masker belum kering juga *Ganyambung

Oh ya, saya utang cerita liburan saya pas di rumahnya Rifda kan ya?!
Here goes,
Liburan ini saya sama Puput berkesempatan nginep di rumahnya Rifda, sebenarnya rencana itu muncul ngga sengaja dari awalnya ngobrol ngga jelas ngalor, ngidul, ngetan, ngulon akhirnya kepentok di topik 'Nginep yuuuk!'. awalnya sih rina mau ikut juga tapi ngga dijinin sama orang tuanya (Maklum, masih kecil..wkwkwk)
And then, setelah main mampir sebentar ke rumah nyiapin barang-barang. Malem itu saya sama puput meluncur ke Rifda lagi.

And you know what? The Family is so opened with us, keluarga yang hangat dan ibu yang pinter masak. lengkap lah. saya sama puput aja sampe yakin pulang dari sana berat badan bisa naik 3 kilo. Lha wis di sana kerjaannya cuma makaaaan mulu. dari dinner ada Mie Ayam, baru kali ini saya ngerasain mie ayam dorong yang enak di kudus di semarang juga ada sebenarnya. tapi rata" mi ayam kudus enaknya yang jualan di tempat ato menetap yang ini sistem dorong pun ada yang enak (Menurut survei pribadi saya lho).


Habis makan malem, kita nonton filem sambil ngemil kripik pisang buatan ibunya Rifda yang enaaaaak banget. Sumpah. filem yang pertama supranatural activity terus dilanjut Hachiko. akhirnya saya kesampean juga nontonya,walopun dengan mata tinggal segaris aja. jadi Hachiko yang katanya bisa bikin banjir, yang ada cuma nguap berkali-kali..hahaha

Terus apa ya, Rifda baik banget uda mau mbagi kasurnya sama kita berdua,minjemin selimut dan bantal supeer nyaman. benar-benar tamu yang merepotkanlah.. Oh ya, kenapa kita nyebutnya training party, soalnya kalo di luar ada istilah Pijamas Party buat acara nginep bareng temen,yang ofcourse pake piyama, kita pake training,bo.


paginya kita dimasakin sarapan yang banyaaaak banget. ayam goreng, sambel, susu cokelat dan apa lagi yaa. pokonya bnyak deh. terus utuz juga nyusul pagi itu. utus dateng sama lala.



makan siang bareng di rumahnya Rifda, masih dengan makanan yang super enak dan banyak. Sayur bayem plus pecel lele. Huiii. merasa merepotkan sekali tapi mo gimana lagi, mosok mau ditolak,kan ngga sopan :P

lala dateng dengan kegilaan tersendiri. Foto" di lantai atas dan cerita macem", oh ya nonton filem plesetan Twilight juga, judulnya Vimpire Suck. saya ngga gitu suka, banyak adegan kekerasan,tapi so far menghibur lah.
kita bikin video kesurupan klip ala SM*SH yang kalo dilihat hanya akan bikin orang demo dimana-mana karena bisa merusak moral generasi muda, eh nggak ding.

saya sebenernya pengen aplot video maksiat itu disini, tapi karena filenya masih di puput dan belum dicopy jadi mungkin dokumentasinya menyusul ya.

Mungkin itu dulu, selebihnya akan saya apdet lagi. Ini masker bengkoang saya uda kering mo mbasuh dulu Goodninght all :D

Teh

Hari itu mbak pulang bawa bungkusan dari teman yang orang tuanya baru pulang dari berhaji. Mbak bawa bungkusan yang isinya teh, gula, kopi dan creamer. Kami sekeluarga yang sore itu ngga ada kerjaan ngumpul ngerungbungi bungkusan itu.

Bapak: Ini teh aseli arab? (dengan wajah serius stadium empat)
Mbak: Katane sih gitu, pak.
Ibu: Mosog to? Disana kan panas, emang ada kebun teh?
Aku:(aku membolak-balik bungkus teh celup itu penasaran) Aseli arab kok,pak.
Bapak,mbak,ibu: Hah?
Aku: Ni, bungkusnya pake tulisan arab.
Bapak,mbak,ibu: (Tik tok tik tok tik tok)  =__________________="
Arsa: Habruuuuuuu...

NICKO’S LOVE


“Nicko…”panggil Rena.
Aku melirik jam biru muda bergambar kucing persia yang tergantung di dinding ruangan. Jam 16.00,Rena yang masih memakai seragam putih abu-abunya. Terlambat lagi. Mungkin masih karena Pentas Seni atau apalah yang Rena ceritakan kemarin. Dan aku selalu tidak terlalu senang Rena pulang terlambat. Aku tahu betul siapa Rena dan kebiasaannya,terlalu sering di sekolah dan terlambat pulang membuat jadwal makannya berantakan dan akhirnya maagnya selalu kumat. Rena yang sakit selalu menyedihkan. Dan aku yang melihatnya tidak kalah menyedihkan darinya. Jika Rena sakit rasanya seperti separuh tubuhku juga ikut sakit.
“Nicko…”panggilnya lagi.
Rena masih secantik biasanya. Rambutnya yang pendek sebahu dibiarkan tergerai.
“Bersiaplah. Kita akan jalan-jalan sore ini.”
Aku menggeleng,”Tidak. Tidak kau baru pulang sekolah. kau pasti capek.”
Tapi Rena seolah tidak mendengarku.
“Tunggu aku mandi sebentar ya…”
Rena seperti tidak perlu mendengar pendapatku. Dia bergegas menuju kamar mandi masih dengan seragam lengkapnya. Aku berbalik menuju jendela. Gerimis di luar mungkin akan berubah jadi hujan. Dan Rena suka sekali hujan. Kadang nekad keluar rumah untuk sekedar bermain di kungkungannya atau hanya sekedar menatapnya lamat-lamat dari balik jendela kamarnya yang hangat.
Aku selalu mengingatkan agar dia tidak sering hujan-hujanan agar tidak masuk angin,flu,pilek atau apalah nama penyakit yang mungkin dibawa oleh hujan. Tapi Rena selalu tidak mau dengar dan tetap bersenang-senang di bawah kungkungan hujan. Dan Rena terlihat bahagia. Sangat bahagia. Dan hujan selalu membawa kenangan yang indah untukku. Karena mungkin karena hujanlah aku dipertemukan Tuhan dengan Rena.
Aku bertemu Rena kurang lebih dua tahun yang lalu. Pertemuan pertama kami terjadi di jalanan menuju rumah Rena. Hari itu hujan dan di kejauhan aku melihat seseorang dengan gaun putih membawa seikat besar bunga anyelir. Aku pernah mendengar tentang dongeng peri bunga yang muncul di tiap kali turun hujan. Peri bunga yang turun dari langit untuk mengantarkan kebahagiaan pada manusia. Dan kupikir dia pasti peri bunga yang sering diceritakan itu.
“Hai…kau baik-baik saja?”tanya gadis itu ramah.
Aku mengangguk,masih berfikir apakah dia memang seorang peri bunga.
Gadis itu tertawa renyah,”namaku Rena. Mulai sekarang kita berteman ya?”
Ya,dia manusia biasa ternyata.
Mungkin seperti itulah pertemuan pertama kami. Mulai saat itu kami berteman. Teman yang akrab. Rena sering cerita banyak padaku,tentang teman-temannya,sekolahnya atau orang tuanya yang sekarang berpisah satu sama lain. Tapi akhir-akhir ini Rena juga sering sekali membicarakan tentang seseorang. Namanya Randy. Teman satu sekolahnya yang juga tetangga dekat rumahnya.
Randy. Seperti apa aku menggambarkannya? Dia seorang lelaki yang baik menurutku,aku pernah tidak sengaja melihatnya menyeberangkan kakek tua di jalanan besar. Tapi aku sadar melihat kebaikan seseorang tidak cukup dengan pernah sekali melihatnya membantu orang tua menyeberang.
Aku menggeleng,kalau pun Rena memang menyukainya aku tidak pernah bisa berbuat apa-apa. Memaksanya menyukaiku juga? Ah,aku hanya bisa tertawa. Tidak mungkin itu kulakukan. Jangan tanya perasaanku pada Rena,aku bahkan sudah mencintainya sejak pertemuan pertama kami. Dan perasaan itu tidak berubah meski dua tahun sudah berlalu. Aku menyukainya saat dia tersenyum, saat dia marah, saat dia sedih, saat dia putus asa, bahkan saat dia menangis. Aku menyukai apa adanya dirinya.
Pertanyaannya sekarang,apa Randy bisa mencintai Rena sama seperti aku mencintai gadis itu? Jujur aku hanya bisa merelakan Rena pada laki-laki yang dengan tulus mencintainya. Dan pada Randy aku belum menemukan alasan itu untukku merelakan Rena. Tapi aku tidak mau Rena sedih,jadi aku hanya menyimpan semuanya sendiri. Dan memasang wajah tersenyum tiap kali Rena mulai bicara tentang Randy meski sebenarnya hatiku berkata lain.
“Nicko,kamu sedang apa?”tegur Rena tiba-tiba.
“Melihat hujan.”jawabku singkat.
Rena mendekat,aroma sabun yang manis tercium dari tubuhnya,”Cuma gerimis,kan.”
Aku mengangguk. Bagiku gerimis selalu lebih baik dari hujan.
“Nicko…bagaimana penampilanku sehabis mandi?”tanyanya.
Aku menoleh,mengamatinya dari atas ke bawah. Rena selalu cantik bagiku. Bahkan saat masih berantakan sehabis tidur. Tapi sepertinya dia tidak tahu itu.
“Cantik.”jawabku singkat.
Rena tersenyum,”terima kasih,Nicko. Jujur,sebenarnya aku tidak yakin apa kau berkata jujur. Ayolah,kita sudah lama berteman. Kau bisa saja mengatakan semua untuk menyenangkanku,kan.”
Aku menatap Rena lama.
“Apa maksudmu?”
Rena berbalik,lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa. Mengambil bantal kursi dan membenamkan wajahnya dalam-dalam.
“Ya ampun,Nicko. Kau tidak tahu betapa kacaunya aku sekarang! Aku sendiri juga tidak mengerti. Apa yang harus kulakukan?”katanya,”kau pikir aku menyukainya? Iya, kuakui memang benar. Lalu kenapa? Apa yang harus aku lakukan? Datang padanya lalu bilang kalau aku menyukainya? Itu konyol. Aku tidak cantik dan dia tidak mungkin menyukaiku”
Aku menghela nafas panjang,jadi itu sebabnya. Randy,tidak salah lagi.
“Kenapa kau tidak menghubungi dia? Beri dia sedikit perhatian.”jawabku asal. Aku tahu cara itu tidak selalu berhasil,setidaknya aku sudah melakukannya selama dua tahun lebih dan tak ada hasilnya.
“Maksudmu SMS? Aku sudah melakukannya,Nicko. Dan apa responnya? TIDAK ADA. Dia nyaris tidak pernah membalas SMSku.”
Aku mendekatinya perlahan,”kau membencinya?”
“Mana mungkin aku membencinya. Aku menyukainya.”
Aku menatap Rena lama. Sedikit kasihan dan tidak tahan melihatnya. Aku berbalik,naik ke lantai dua menuju kamar Rena. Kamar yang nyaman dengan dominasi warna merah muda. Menyusuri semua benda di kamar,mendekati laci kecil di sudut kamar. Benda itu pasti ada di sana. Dan benar,aku menemukannya. Mengambilnya dengan sedikit kerepotan. Aku kembali ke tempat Rena sebelumnya. Meletakkan benda warna hitam itu di tangannya.
Rena yang terkejut buru-buru bangun.
“Aku baru saja berubah fikiran,Nicko.”katanya sambil menggeleng pelan.
Aku saja tidak mengerti bagaimana aku bisa melakukan hal itu.
“Nicko…tidak.”
Aku menatapnya. Berusaha menyakinkan meski tanpa suara.
“Jangan memaksa,kumohon…”
Rena terdiam lama.
Hingga akhirnya dia bangkit,”Dasar bodoh. Sangat bodoh.”

***

“Aku benar terlihat cantik,kan?”tanya Rena untuk sekian kalinya.
“Cantik,kok.”jawabku singkat.
Kamu selalu cantik untukku Rena. Apapun baju yang kau pakai, apapun sepatu yang kau pakai kau selalu cantik. Entah kapan kau bisa mengerti itu.
Kami berjalan bersisian menuju taman. Ternyata masih gerimis di luar. Gemiris kecil yang menyenangkan.
“I…itu dia Nicko,dia di sana.”kata Rena menunjuk ke arah seseorang. Randy.
Aku menoleh padanya,”apa lagi yang kau tunggu?”
Rena terlihat ragu-ragu. Meremas tali hitam di tangan kanannya.
“Bagaimana kalau kita lupakan saja? Kita kembali ke rumah, membuat teh dan melupakan kita pergi ke taman sore ini.”
“Sudah terlambat.”kataku tegas.
Aku memutuskan untuk memulai,aku mendekati seorang bernama Randy itu. Seorang yang sedang bermain dengan anjing Dalmation besar miliknya. Dan Rena terpaksa mengikutiku dari belakang.
“Hey,Rena kan?”
Rena mengangguk.
“Jalan-jalan?”
“I-iya,sama temanku,Nicko.”jawab Rena sambil menoleh padaku.
Randy membungkuk,mengelus kepalaku lembut,tangannya terasa hangat. Guk.
“Harusnya kau lebih sering membawa Nicko jalan-jalan jadi kita bisa lebih sering ketemu. Sini kukenalkan anjing eh,temanku Megan.”
Aku tersenyum. Randy sepertinya tidak seburuk yang kuduga. Dan yang paling penting,aku melihat Rena juga tersenyum lebar. Wajahnya memerah bahagia. Bagiku, dari jutaan ekspresinya yang pernah kulihat,inilah yang paling membuatnya terlihat secantik peri bunga. Dan aku menyukainya. Sangat.

Kamis, 03 Februari 2011

Permohonan ?

Sekilas melihat film Sang Pemimpi di TV, tidak,saya tidak nonton. Jujur saya tidak terlalu menyukai versi film dari novel-novel yang sangat brilian itu. Entahlah, saya lebih menyukai cerita, setting dan tokoh yang ada di khayalan saya. tanpa intervensi dari pihak luar, dalam hal ini film. saya tidak bilang film-nya jelek, sama sekali tidak, tapi saya memang lebih senang dengan imajinasi saya tentang Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan kawannya-kawannya. Imajinasi yang hanya saya sendiri yang bisa memahaminya. *ah, sok banget saya*



jadi ngat pertama kali saya membaca Sang Pemimpi,SMP atau SMA kelas satu kayaknya, saat itu di sekolah atau di kudus belum booming bukunya. tapi saya sudah jatuh cinta duluan. dan mulai dari sanalah saya jatuh cinta pada khayalan, pada mimpi dan semua yang menyertainya.  saya mulai senang bermimipi, ingin pergi ke jepang. ingin ke perancis, ingin ke inggris. ke semua tempat yang sebelumnya hanya bisa saya search lewat google dan malamnya saya impikan ke sana.
  



Saya ingin traveling, dengan siapa saja atau sendiri pun tidak masalah. saya ingin kebingungan bertanya arah, saya ingin merasakan anehnya masakan khas sana, yang langsung saya lihat sendiri racikannya, dan dibungkus oleh orang yang mengerti benar tentang makanan yang saya pesan. saya ingin tahu rasanya frustasi menentukan arah kiblat dan jam sholat yang benar di sana. Juga menulis, mengumpulkan inspirasi dan tempat yang tidak biasanya sepertinya menarik :)


Saya rindu ke Jepang, melihat hanami dan menjelajahi semua tempat yang menarik di sana. Juga eropa yang saya rindukan untuk saya terbang ke sana.
Saya sudah berusaha mengumpulkan informasi tentang beasiswa ke luar, tapi tetap saja saya belum ambil langkah nyata. Entahlah, banyak kendala, dan kebanyakan dari dalam diri saya (saya faham)



Kalupun tidak bisa s1 di sana saya ingin s2 ke sana.  Amin.
Atau suami saya dipindah kerjakan di luar negeri dan saya ikut serta juga sepertinya tidak masalah..:D Sudahlah,saya masih terus berdoa agar Tuhan memperkenankan saya untuk pergi ke tempat-tempat impian saya. dan saya yakin Tuhan mendengarkan, mau dijawab dengan cara apa biarkan Dia yang mengurus segalanya. Jadi ingat kutipan di Sang Pemimpi

" Bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu. "


Oh ya, kalau ada berbaik hati membayari saya ke luar negeri bisa hubungi saya,dan saya akan sangat berterima kasih sekali :)

Rabu, 02 Februari 2011

Saya Bed Rest :(

Saya sakit. meler tiga detik sekali dimana-mana. Pilek, flu atau apalah namanya. dan ini sangat tidak menyenangkan. badan rasanya nggak nyaman semua. tapi tenag, saya sudah minum obatnya Aca semoga masih ngefek kalo diminumkan ke orang cantik dewasa. ya Allah, pengen cepet sembuh.

Selain itu saya juga mau bilang selama liburan ini saya sepertinya tidak melakukan apa-apa. padahal sudah hampir 3 minggu lho. dan saya masih punya 4 mingggu ke depan. saya pengen nulis sesuatu, pengen bikin cerpen atau mungkin novel atau apalah yang penting bagus. dulu waktu sebelum liburan saya masih sempat nulis beberapa cerpen, biasanya satu cerpen bisa perlu 2-3 hari saja itu sudah termasuk proses editing. Tapi sudah hampir 3 minggu ini saya belum mengahasilkan cerpen satu pun, kalopun ada tulisan paling hanya tulisan di blog yang belakangan saya sadar bahwa tidak ubahnya ajang menyampah. tapi tak apalah, yang penting masih menulis. toh ini blog juga blog punya saya, mau isinya nyampah mau ngga, ya suka-suka saya, kalo anda ngga suka silakan pergi jauh dari kehidupan saya. hahahahaha.

lalu apa yang saya lakukan selama liburan ini? hum, apa ya? paling cuma menyesatkan diri di dunia maya, blogwalking dari blog satu ke blog yang lain, muter-muter tumblr dan search sesuatu ngga penting. sampe-sampe jari tengah tangan kanan saya cidera sampe sekarang *dan belum pendapat penanganan khusus dari tukang urut dan pijat*

dan ada satu hal ngga penting lain. saya ganti PP fb lagi kali ini inspired by postingan salah satu temen fb tentang severus snape. ya, severus snape yang itu, yang di harpot yang jualan minyak rambut itu!
yang berhasil bikin saya nangis saat baca novel setebel kamus jawa kuno itu. yang cintaaaaaaaa banget sama Lily Evans ibunya Harry. yang selalu melindungi Harry (meskipun nyaris ngga ada yg nyadar soal itu) tapi juga benci setengah mati sama Harry karena wajah Harry yg kaya jiplakan wajah saingannya. James Potter=suami Lilly=Ayah Harry.

Dan saya rasa severus snape adalah tokoh dengan karakter terkuat di novel Harpot itu. saya ingin suatu saat bikin tokoh yang sekuat itu, yang bikin saya gemes pengen njitak juga gemes pengen ngerangkul dan minta traktir mi ayam.

Ini PP saya yg baru, paling juga ngga akan lama saya majangnya, HAPPY CAFE is still better :)

INI BEFORE

INI AFTER

Yaah, saya meamang agak sedikit terobsesi dengan Severus Snape. Sudahlah, tidak terlalu penting.

Kayaknya sudah dulu saya mau ngelanjutin bed rest *sambil nggapai-gapai tisu*
Eh, tadi saya ngobrol sebentar lewat sms sama Mr Expervert (masih semenyenangkan biasanya) dan kebetulan juga  salah satu temen saya nulis ini di status fbnya,
when i text you, that means i miss you. when i don't, that just means i'm waiting for you to miss me. 
Manis sekali kan, dan saya senyum-senyum saja membacanya :)

Selasa, 01 Februari 2011

Februari (Bagaimana saya harus mengejanya)

Sudah Februari. lagi.

Entah kenapa februari seperti membawa sesuatu setiap kali saya memikirkannya. februari yang dingin dengan sisa-sisa hujan januari. februari yang selalu membawa helaan nafas panjaaaaaaang sekali. ya, februari.

Februari tahun lalu, langkah terbesar saya dalam 17 tahun kehidupan saya. (kehidupan yang akhir-akhir ini saya merasa untuk apa dilahirkan. saya belum melakukan sesuatu yang bisa membuat dunia merasa tidak sia-sia menerima saya untuk berpijak setelah sekian lama). Ujian masuk UNN*S,  dengan si ijo diantar bapak ke pati. saat itu dengan Mita berangkat pagi-pagi. hampir nyasar lalu tanya sama Tata yang ternyata tidak membantu sekali.

Soal UM yang nyaris membuat depresi. saya tidak membaca peringatan tentang pengurangan nilai atau apalah namanya itu. saya mengerjakan semua. terutama IPA dengan mengandalkan kemampuan menghayal saya yang diluar rata-rata. saya bahkan hanya menyentuh sedikit soal IPS, terlalu mendalami tenyata bisa menimbulkan banyak persepsi.
Dan sepanjang Ujian itu hujan turun deras sekali. belakangan saya tahu bapak juga turut berjuang bersama saya. beliau sholat dhuha dengan rakaat lebih dari dua. dan menyempatkan membeli makan siang untuk saya dengan berjalan kaki plus nyasar pula.
dan waktu itu hujan.
mungkin karena hujan pula seperti pertanda Tuhan sedang membagi 'kesangat-baikan'Nya sehingga akhirnya saya bisa diterima di sana.

Februari setahun belakang. seharusnya menjadi tahun paling menyibukkan,dengan agenda belajar dan tambahan mata pelajaran. juga try out yang pada akhirnya soalnya lebih mudah dari ujian nasional sebenarnya.
Tapi februari tahun lalu berbeda. saya kehilangan sosok yang paling menyenangkan selama di SMA.
sosok yang selalu bersemangat dan selalu berhasil membagi energinya untuk orang-orang di sekitarnya.

teman saya berpulang,dengan sangat tiba-tiba. saat berangkat ke sekolah keesokan harinya setelah ikut ujian masuk yang sama dengan saya. hari senin saat itu,upacara bendera -yang entah mengapa kebetulan bendera ngadat di setengah tiangnya saat dikibarkan-
dan dia adalah ketua kelas terhebat yang pernah saya kenal. walau pun sering mengeluh 'aaaaah,aku meneeeh' tapi sebenarnya dia baiik sekali.
saya masih ingat bincangan ringan kami dua hari sebelumnya. saya duduk di bangku di depannya. bercerita banyak tentang masa depan. bagaimana dia begitu mencintai keluarganya dan bagaimana dia ingin membahagiakan mereka.

Juga tentang pesan-pesan manis yang ditinggalkannya. Wingko babat. Kangen-Dewa. Tulisan di buku pinjaman.

Semua berkesan di Februari setahun silam.

Juga tentang rumah sakit, obituari dan pemakaman. tentang percakapan singkat kami di depan pusaranya, tentang kuliah -entah dimana dan akan jadi apa kita tahun depan-.


Miss you so damn much,sir :')

Itulah februari setahun silam. Dan februari tahun ini, mungkin tidak semenakjubkan tahun kemarin.
Tapi setidaknya saya ingin mengubahnya, karena saya baru menginjak di hari pertama di Februari,dan saya tidak mau Februari saya berakhir dengan tragis (baca: menyesal jika sudah berakhir). :D
Yellow Crown