Selasa, 01 Februari 2011

Entahlah apa judulnya :)

Kita memandang kota yang sama, dimana payung-payung selalu terbuka lebar menepis gerimis, 
di dingin yang sama, yang lebih menyenangkan dinikmati dengan susu, dan setangkup serabi manis.
Juga kita masih di jengkalan yang sama, di antara lumut hijau di antara tiang jemuran yang selalu lupa terangkat dan aroma brownies kukus hangat yang selalu ramah menyapa.
Tapi kita tidak bisa lagi berkelit saat kamu mendesahkan  kalkukus, logaritma, aljabar, statistika, dan sedikit inflasi juga tentang piutang.
sedangkan aku mengumamkan sastra, seni, lukisan, nada, majas dan sajak juga tentang hujan dan rinai tak berkesudahan.
Namun pada akhirnya kita tetap mengeja kata yang sama, kata yang menghangatkan tangan kita yang kebas kedinginan. 
Aku mencintaimu dan itu cukup untuk membuat gabungan deretan kata-kata kita jadi masuk akal.
:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown