Senin, 07 Februari 2011

Tempat Sampah

Harusnya semua bisa sederhana, bukankah kita saling hadap, saling bertemu muka tapi kenapa semua terasa begitu tidak masuk akal?
Rasanya seperti aku melihat tubuhmu tapi tidak untuk tarikan nafasmu,
tidak untuk eksistensimu yang kukenal dulu,
Kupikir aku sudah hafal semua cerita tentangmu,
kamu dan semua silsilah keluargamu, kuhafal dengan baik sampai ke titik koma terkecil
tapi semua berbeda sekarang,
kamu lebih mirip dengan buku cetakan baru dengan  sampul dan isi yang sama sekali berbeda
yang tak kukenal sebelumnya
Seperti yang kaubilang dulu,
aku adalah nona tempat sampah, yang tadinya tempat kau menceritakan segala sesuatu tentang dunia,
sekarang lebih mirip nona tempat sampah yang benar-benar terbuang dan terlupakan..

Mungkin akan lebih baik jika aku belajar mendaur ulang semua yang kupunya, termasuk perasaan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown