Kamis, 10 Maret 2011

kepada tuan baik hati

hari ini, entahlah bagaimana perasaan saya sekarang. saya tidak tahu bagaimana caranya berpisah dengan seseorang yang berarti untuk saya. saya berusaha mencari-cari jawabannya tapi ternyata yang ada hanya nihil di sana. saya tidak tahu apa-apa.
apa saya harus menghapus nama kamu di daftar teman saya?
apa saya harus menghapus nama kamu di kontak telepon saya?
sungguh saya tidak tahu apa-apa. apa kamu juga?
saya mungkin masih ngotot bertanya alasan tentang pesan kamu tadi siang. pesan di antara waktu menunggu dosen di B8. pesan yang sebentar membuat saya ber'Hah?!'. dan belakangan saya menghela nafas panjang,sambil berfikir ini serius ya.

dan mungkin ini benar-benar serius,tanpa ada penjelasan dan tanpa sanggahan. ini bukan lelucon. dan mungkin ini adalah yang terakhir ya?
saya merasa ada yang salah dengan saya, tapi apa? kamu bahkan enggan menjelaskan. saya meminta maaf dan setelah itu tidak ada jawaban.
saya lelah menerka-nerka. itu percuma.
padahal kita kemarin baik-baik saja. kamu bahkan bercerita banyak tentang nomer dan segala hal yang kauingat 2 tahun belakangan. 2 tahun tentang kita. hal remeh temeh yang kau ingat di luar kepala tapi saya hanya bisa mengerutkan kening berusaha mengingat-ingat.

dan kamu manis sekali saat itu. kau tahu?
saya berusaha mengerti (meski sulit sekali),saya tidak mungkin membiarkan kamu bertahan terus di samping saya dengan terus-terusan terluka juga, kamu memberi saya segalanya tapi saya tidak mampu membalasnya. saya antagonis dan kamu protagonisnya. akan selalu seperti itu kan ya?

sepertinya saya harus berhenti mendatangi google untuk sesekali shearch tentang kampus kamu, membayangkan setidaknya beberapa tahun kedepan saya bisa kesana menemanimu, merapikan togamu, dan ikut tertawa haru saat namamu di sebut di podium. saya harus berhenti untuk itu. saya juga harus secepatnya berhenti membayangkan rencana-rencana kita terwujud satu persatu.

saya mungkin hanya bisa berterima kasih atas waktu yang menakjubkan 2 tahun ini.
mengenal dan dekat denganmu seperti keajaiban. dan kebetulan-kebetulan yang ada selama ini, anggap saja Tuhan hanya sengaja bermain-main. tanggal lahir, saudara, bahkan sakit yang selalu nyaris bersamaan itu juga.

maaf saya terlalu sering menyakiti.
maaf saya belum sempat memberi hal yang sepantasnya.
maaf saya terlalu sering egois.

Maaf..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown