Kamis, 07 April 2011

Aku adalah perempuan di sudut kelas yang tak terlihat

Aku adalah perempuan di sudut kelas yang tak terlihat,
yang selalu berusaha mengamatimu dari belakang, memastikan kamu baik-baik saja,
tepat di belakangmu, belakang punggungmu yang dari sana aku mengintip logaritma lamat-lamat,
atau sekedar jadi tempat aku bersembunyi dari pertanyaan-pertanyaan guru sejarah tentang kemerdekaan,

Aku adalah perempuan di sudut kelas yang tak terlihat,
yang selalu menahan nafas saat kau berbalik untuk pinjam penghapus atau penggaris panjang,
hingga setelah itu kembali terlupakan, tertelan dalam bincanganmu tentang sepak bola, PS, bosannya saat bahasa Indonesia dan umpatan ulangan mendadak,

Aku adalah perempuan di sudut kelas yang tak terlihat,
Yang terlalu hafal tentang tawa yang lepas, nada yang kecewa bahkan uapan yang terbuang,
aku bahkan bisa merapalkan semua yang kamu suka, tentang kesebelasan, tentang fisika atau telur setengah matang,

Ya, aku adalah perempuan di sudut kelas yang tak terlihat,
yang dulu dengan seyum teramat lebar,
pernah kamu bisikan dengan pelan, teramat pelan,
kamu mencintai perempuan di sudut kelas yang berbeda...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown