Minggu, 24 April 2011

hilang

Aku mulai menjaring sabit yang kutemui di jendela malam tadi dan menemukamu di inci awan yang malas berpindah arak.
Bertukar satu dua hela dengan gemintang, hingga di satu titik aku sadar, dadaku tidak lagi bergemuruh seperti biasa. Bahkan kata-kata yang dulu banyak kau wariskan nyaris hilang tanpa singgah sebentar.
Harus kuberi nama apa perasaan itu? Hilang? Mungkin saja....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown