Sabtu, 21 Mei 2011

buku yang bagus versi saya

Keluarga saya adalah keluarga yang suka sekali membaca. Entah itu buku atau sekedar koran dan majalah. Sejak kecil, perpustakaan adalah tempat favorit saya. Perpustakaan daerah yang dulunya di daerah menara dan sekarang pindah ke belakang gedung olahraga Kudus. Saya suka sekali melihat tumpukan buku yang berjajar dari kanan ke kiri dan bau khas yang ditimbulkan buku-buku lama selalu membuat saya jatuh cinta ribuan kali. Saya bahkan punya sebendel majalah Donal Bebek tua yang entah didapat ibu darimana. Sangking tuanya, harga yang tercantum di majalah itu adalah 250 rupiah. Untuk ukuran harga sekarang cuma dapat permen 2 setengah biji lho. Haha.
Dari kegemaran saya membaca itulah, saya sedikit banyak bisa menilai buku yang bagus dan tidak (versi saya).
Inilah buku yang bagus versi saya:

1. Pengarang
>>Terima atau tidak pengarang adalah hal pertama yang saya lihat mengenai layak tidaknya suatu buku untuk saya baca. Memang, tidak bisa menjamin sepenuhnya kalau satu pengarang yang sama akan dapat menghasilkan karya lain yang sama kualitasnya. Tapi seorang pengarang yang kita kenal dengan baik karya-karyanya selalu punya cara ajaib untuk kita selalu menyukai karya-karya yang selanjutnya.

2. Cover
>>Siapa bilang pepatah "don't jugde the book by it's cover" selalu benar. Saya sering sekali menilai buku lewat sampul bagian depan dan belakang. Sampul depan dengan artistik yang bagus, halus, rapi dan tidak aneh selalu menang di mata saya dibandingkan dengan buku bersampul sekedarnya. Sampul belakang juga sama menentukannya, sampul belakang yang isinya adalah sinopsis membantu kita mendapat gambaran tentang isi buku walau tidak banyak.

3. Gaya Bahasa
>>Penulis dengan bahasa melambai-lambai untuk novel beratusan lembar sangat tidak saya sarankan untuk dibaca. Untuk menggambarkan 'pagi yang sunyi' saja perlu beberapa lebar halaman,itu sangat membosakan ,dear. Bahkan untuk alasan keindahan, saya tidak tahu letak pembenarannya. Kakak saja pernah membeli buku macam itu dan saya menyerah untuk membacanya di halaman ke 15 atau keberapa. Dan juga saya tidak yakin bahwa kakak saya itu pun sudah menamatkannya hingga sekarang.

4. Best Seller
>>Ini yang paling penting. Banyak orang tertipu dengan label best seller yang tertempel rapi di sampul depan suatu buku, termasuk saya juga pernah beberapa kali. Buku yang isinya tidak bagus bisa dapat label best seller. Yang saya ketahui Indonesia tidak punya patokan khusus apalagi undang-undang yang mengatur tentang labelling 'best seller' itu sendiri. Itu mungkin yang membuat beberapa percetakaan dangan mudahnya mencamtumkan tulisan 'best seller' itu, tidak lain untuk menaikan penjualan.

5. Resensi dan Pendapat Orang Lain
>>Akan lebih baik kalau kita bertanya pada orang yang memang tahu selera kita. Misalnya kita yang menyukai novel roman tidak disarankan minta masukan pada orang yang suka buku sience-nonfiction :P.
Memang selera orang berbeda-beda,pada akhirnya kita sendiri yang menentukan. Tapi untuk amannya, resensi di koran atau media mana saja bisa dijadikan bahan acuan yang bisa diandalkan. Karena lebih objektif dan bisa dipercaya walau (kembali ke poin sebelumnya) tetap saja kita sendiri yang menentukan.

Itulah beberapa tips asal saya dalam memilih buku yang bagus. Semoga bermanfaat ya. Ingat, You are what you read. Keep reading guys :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown