Sabtu, 28 Mei 2011

Cinta di puncak bianglala

Masih ingatkah kau saat kita pertama bertemu?

Di bawah bianglala besar dengan gemintang lampu merah,kuning,hijau bercahaya,mendamaikan
Kau dengan arum manis merah muda,dilatar riuhnya musik jalanan bernada cinta,datang diantara boneka dan sandang pajangan

Sekarang kita bertemu, masih di bawah bianglala menunggu giliran naik dan sampai puncaknya
Untuk sekedar memandang kota dan gemintang perak dibawah yang tersebar

Membiarkan angin turut serta ambil bagian,memainkan ujung-ujung rambutmu dan membuatmu tertawa kecil melegakan
Dan kecipak air yang dimainkan ikan dalam wadah plastik bening turut urun melodi tak terlupakan

Sungguh aku ingin Tuhan sekedar tunjukkan kuasaNya,atas waktu yang sejenak berdiam,kala kabin kita telah di puncak bianglala

Dan sungguh,ku kan yakinkan kau bahwa kita memang ditakdirkan bersama
selamanya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown