Selasa, 28 Juni 2011

suka pantai

Adalah cerita lama tentang saya yang suka pantai. Saya adalah gadis yang mencintai pantai, lebih dari apapun yang diciptakan Tuhan untuk manusiaNya. Terakhir kali saya ke pantai bersama-sama dengan keluarga saya ke jepara. Yaah, untuk sementara memang pantai yang saya kunjungi tidak jauh-jauh dari sana. Kalaupun ada pasti itu karena kebetulan melancong kemanaaa gitu... istilahnya mampir gitu..
Ini beberapa foto yang diambil saat sengaja ke PLTU Jepara, pantainya berpasir hitam, tapi airnya bersih banget, ombaknya juga sedang jadi agak aman buat anak seumuran fida main di sana...






Aaaaah, saya pengen ke pantai lagiii... ><

Senin, 27 Juni 2011

Cerita cinta


Sebenarnya semua adalah sederhana,
seperti layaknya buku cerita dengan kata 'TAMAT' di lembar terakhirnya,
Cinta adalah sederhana, bukan tentang memulai tapi menuntaskan hingga titik koma terakhir.
Bukankah semua cerita punya jalannya?
Entah gempita atau satu dua duka,
Cukup sederhana,
Hanya saja kadang aku kesulitan menentukan klimaks dan paragraf terakhirnya,
Tapi sudah kuputuskan,
Kesempatan itu sudah tuntas,
Cerita kita memang harus menemukan akhirnya,
Suka atau tidak suka,

Jumat, 24 Juni 2011

Nineteenth



Ya, saya sembilanbelas sekarang. Terima kasih ya Allah sudah memberi saya umur sampai sekarang. Sembilanbelas ya? Rasanya baru kemarin saya lulus SD sekarang sudah nyaris 20an, sudah nyaris menjadi wanita dewasa.

Di belasan terakhir ini, sya berharap bisa menjadi wanita yang lebih baik lagi, yang lebih sedikit melukai perasaan orang-orang yang saya sayangi, bisa membanggakan orang-orang yang saya cintai, dan semoga lebih bisa mandiri lagi.

Banyak doa teman-teman lewat fac*book saya cuma bisa mengamini, semoga semuanya dikabulkan yaaa..
Saya seneng lho didoain banyak orang, rasanya menyenangkan :D
Terima kasih ya semuaa... Saya sayang kaliaan :*

Rabu, 22 Juni 2011

pesan

Aku nyaris lupa betapa manis kamu dulu, saat kamu tiba-tiba mengirim pesan singkat padaku tepat pukul sepuluh malam ini. Tidak, tidak seperti biasanya, kamu bicara agak banyak dan untuk yang kesekian kalinya, itu menenangkan.
Aku tersenyum,
Lucu karena
Kamu pikir aku yang marah padamu? Aku bahkan yang kawatir kamu yang lakukan itu.

Tapi, terima kasih sudah menjadi sahabat yang hebat untukku.

Sakit menyakiti

Pernah tidak merasa kadang kita sudah berusaha melakukan apa saja yang terbaik untuk seseorang tapi yang ada orang itu tidak menganggap kita, ingin menjadi terbuka, tapi yang ada hanya tidak terbaca maksudnya. Kita merencanakan sesuatu yang kita harapkan akan menjadi menyenangkan tapi ternyata yang ada hanya sakit.
Kita kadang hanya ingin menjadi diri kita sendiri, tapi orang lain tidak menyukainya. Menganggap kita hanya menyakiti dengan sejadinya.

Seperti itulah, kadang kita dituntut untuk menjadi sempurna. Karena masih ada perasaan-perasaan lain yang harus dijaga. Menjadi diri sendiri itu tidak mungkin, bahkan di depan orang yang sangat dekat dengan kita yang kita kira mengerti dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Berpura-pura bahagia, berpura-pura tertawa.
Meski sakit, mungkin itu satu-satunya cara untuk tidak memperparah keadaan.

Selasa, 21 Juni 2011

Si Mbah



Di rimbun pepohanan mangga dan matoa…
Dengan suara desing riuh serangga …
Dan kupu-kupu sayap kuning diantara bunga sepatu kemerahan…
Mendamaikan…
Menatap orang-orang lalu lalang membawa sabit atau cangkul,
Bertemu, saling senyum, saling sapa, saling tegur
Entah kenal entah tidak…
Mengingatkanku padamu,yang kudapati dalam bicang sore kita dulu…
Tentang semesteran,ujian dan seleksi masuk perguruan atau apapun…
Kau yang menganguk, sesekali tersenyum…
Semoga Allah melimpahkan semua kebaikan,
Atas waktu yang kau pinjamkan atas sore yang hangat,
Mendengarkanku bicara,tentang sesuatu yang tak kau paham…
Karena ku tahu,kau hanya ingin kita menjadi tak berjarak..
Selayaknya sepasang cucu dan kakek lainnya…
 (Saat tiba-tiba merindukan sosoknya)

Takut

Ayolah saya cukup tidak mengerti keadaan saya sekarang. UAS sebentar lagi dan laggi-lagi saya sama sekali tidak pernah merasa siap. Tidak, ini masalah saya tidak pernah belajar, saya belajar kok. Errr, iya, walaupun tidak lama dan tidak sering. Saya takut nilai saya jelek, saya takut harus mengulang di Pronon dan Phonetic.
Saya adalah penganut paham IP tidak selamanya menentukan masa depan, tapi saya hanya ingin menunjukan bahwa saya cukup bisa membanggakan bapak ibu saya di rumah. Ngga cuma bisa minta uang buat makan di perantauan. Setidaknya mereka memang tidak minta yang macam-macam, tapi saya cukup tahu diri saja mereka juga ngga mau liat nilai saya jelek-jelek amat. Yah, setidaknya cepet lulus lah.


Huaaaa, saya benciii perasaan ngga nyaman ini. Pengen berdisappreat aja.

Jumat, 17 Juni 2011

Jualan lagiii

Sudah lama tidak post...
Maaf.... nggak tahu kenapa saya lagi malas nulis sekarang, jarang konek ke dunia maya pula..
Kali ini saya mau nunjukin barang jualan saya lagi, barang-barang ini sudah terjual semua. Dulu ditawari mbak iin bikin buat dijual di bazaar SDnya.




Selasa, 07 Juni 2011

'best' friend


*Dedicate for one friend of mine in Rombel One English Unnes 10*
Dari kejauhan aku menatap punggungmu lamat-lamat. Bahkan punggung yang lama berlalu itu pun masih saja membuatku berdebar. 

Jumat, 03 Juni 2011

Ke pantai

Kemarin, hari Kamis, saya pergi ke Jepara sama temen-temen kelas 3, ngga banyak yang ikut sih tapi lumayan, itung-itung ngobati ngidam saya liat ombak.
Yang ikut kira-kira 8 orang naik motor berdua, saya dibonceke Cak Hepi, nyusul Hevy yang kita datengi ke rumahnya.


Sebenernya ada insiden kecil pada saya, pagi jam 7 baru selese ngimail tugas Pancasila, langsung dijak jalan-jalan ke rumah temennya Aca. Setengah lapan disms Cak Hepi yang uda mau meluncur ke rumah saya,padahal saya masih di daerah sekitaran Musium Kretek sana. Saya yang pasang muka ngga enak banget langsung pamit pulang. Daaaaan, saat sampe rumah Cak Hepi uda nunggu di depan,sedangkan saya BELUM mandi.Oke, saya langsung mandi dengan kehebohan tingkat tinggi mana baju yang di rumah belum pada setrikaan, pinjem mbak Lilik deh jadinya. Gomen cak, udah bikin nunggu lama T.T

Tempat kumpul di rumah Lala, ternyata mbah Jo dan mbah Romo ngga jadi ikut, Fely juga terpaksa ngga jadi bisa ikut. Di sana uda ada Ambon, Tata, Seno dan Lala. Disusul Menor dan Anja yang sebenarnya baru pulang subuhnya dari Malang.
Pemberhentian pertama di bandengan, sebenarnya setahun yang lalu kita juga sudah ke sana, tapi Tata bilang ke Jepara ngga afdol kalo ngga ke Bandengan, kita ikut aja lah. Berangkat dari Kudus kira-kira jam setengah sembilan, sampai di Bandengan jam sepuluhan. Ramee banget, tanggal merah sih ya. Pengen foto-foto tapi rasanya maksa banget kalo rame gitu.


Setelah cuma duduk di gazebonya, kita lanjut ke pantai Bondo, ternyata pantainya baguuuuuuus banget. Ombaknya agak lebih besar dari bandengan. Juga masih bersih karena jarang orang tahu tentang pantai itu dan letaknya yang di pedalaman sih, emang bikin orang males buat kesana. Jauh lho, hampir ke arah rumahnya mbah di Kembang ditambah jalannya yang belum kesentuh aspal.


Dokumentasi yang lengkap ada di BBnya tata, berhubung belum di aplot saya kasih foto seadanya dulu ya.
Pulangnya sekitar jam setengah tiga, tapi mampir dulu beli mi ayam di gang IV. Awalnya saya bercanda bilang pengen mi ayam, eh, malah yang cowo-cowo pada urunan buat traktir kita-kita.
Okelah, lumayan.

Oh ya,saya pengen cerita kalo saya lebih nyaman saat perjalanan ke semarang sama Cak hepi beberapa bulan kemarin, sebenarnya dia bawa motornya ngga ngebut-ngebut banget tapi mungkin efek nabrak becak menara dulu bikin saya agak takut kalau naik motor kenceng. Mana Cak Hepi kayaknya nyante-nyante aja, sambil earphone-an plus nyanyi-nyanyi nyalib mobil kanan kiri. Errrrgh...

Angin

Gadis itu masih menekur lamat-lamat,
Angin terlalu kencang untuk diharapkan bisa menghangatkannya,
Angin terlalu dingin untuk sekedar diajak bermain dengan ujung-ujung rambutnya,
Angin ada namun meninggalkan eksistensinya yang dulu gadis itu kenal,
Gadis itu menyerah.
Cukup, dia sudah putus asa.
Yellow Crown