Selasa, 07 Juni 2011

'best' friend


*Dedicate for one friend of mine in Rombel One English Unnes 10*
Dari kejauhan aku menatap punggungmu lamat-lamat. Bahkan punggung yang lama berlalu itu pun masih saja membuatku berdebar. 

“Aku menyukaimu. Maaf…” kataku pelan, “Tapi,aku selalu sulit menahan perasaanku, saat kau tiba-tiba datang dan melakukan hal-hal aneh yang ajaibnya selalu aku suka. Kau ingat bagaimana caramu menghiburku saat aku dapat nilai 50 di matematika? Juga tentang beberapa tengah malam saat aku tidak bisa tidur, kau orang pertama yang kukirimi pesan, entah kau masih bangun atau tiba-tiba terbangun karena aku, tapi kau akan selalu bercerita tentang apa saja untuk menemaniku.”
           Aku merapikan beberapa folio yang harus kita kumpulkan hari ini. Sedangkan kau masih sibuk dengan tulisan tangan di foliomu sendiri yang entah karena alasan apa baru kamu selesaikan di saat-saat terakhir.
“Andai kau tahu saja, tidak pernah sekalipun aku menduga akan menyukai seseorang sampai seperti ini. Aku selalu menyukai eksistensimu di dekatku dan aku mulai tidak terbiasa jika harus jauh darimu,dari perhatianmu. Terlalu bergantung padamu? Mungkin. Mereka-mereka bilang, ini cinta. Benarkah?” kataku.
Aku memandangmu sebentar tepat saat kau mengucak rambutmu dengan tidak sabar. Yang kutahu,bagimu tugas ini cukup merepotkan.
“Kita berteman baik, kita bersahabat dan kau tahu bagaimana memperlakukanku dengan pantas. Tahu bagaimana membuatku tersenyum bahkan di saat-saat terburukku. Jadi, jangan salahkan aku jika secara tiba-tiba…aku jatuh cinta padamu.”
Aku terdiam lama. Kau juga. Hanya suara kertas yang kau bolak-balik yang menggantung di antara kita.
“Tapi, kita…hanya berteman kan…”
Aku masih terdiam saat kau tiba-tiba bangkit dari kursimu. Merapikan beberapa folio di tanganmu. Kau menatapku, tatapan yang entah sejak kapan selalu menghancurkan pertahanan hatiku yang kususun dengan baik,dulu.
Kau tersenyum sambil kemudian melepaskan earphone dari telinga kanan-kirimu dan meletakkan pemutar mp3mu di meja,”Finish. Sini, biar aku yang mengumpulkan.”
Aku tersenyum sambil menyerahkan beberapa folioku padamu. Dan tidak lama kau berlalu dari depanku. Dari kejauhan aku menatap punggungmu lamat-lamat. Bahkan punggung yang lama berlalu itu pun masih saja membuatku berdebar.
Aku meraih alat pemutar musik milikmu,penasaran apa yang sedari tadi asyik kau dengarkan tapi yang kutemukan hanya layar kosong. Baterainya habis,sedari tadi.

1 komentar:

  1. Assalamualaikum, senang skali nemu blogger dari Kudus. Salam Kudus Cyber City

    BalasHapus

Yellow Crown