Rabu, 27 Juli 2011

hujan dan tangisan


hujan, bisakah kau datang?
sebentar, barang 5 menit saja
tidak perlu membawa serta kabut, angin, embun maupun pelangi,
kau tahu aku tak pernah memerlukannya untuk meruntuhkan kastil kacaku,
aku hanya memerlukan rintikmu menghujamku
merembes bajuku, basahi rambutku
dan membuat airmataku luruh satu persatu

hujan, bisakah kau datang?
untuk menemaniku melepaskan sesak dan seguk yang tertahan
dan kau tidak perlu berkata apapun,
aku butuh menangis berdua bersamamu
hanya itu

kita dulu dan kemudian


menapak jalan yang dulu, menatapmu,
teringat tentang semua tusukan dan lebam biru pada hatiku,
dan kamu yang dulu pura-pura tidak tahu,
mustahil untuk tidak menangis
namun kusudahkan padamu semua cerita tentang kita yang dulu,
menamatkan sakit meski sulit untukku,
karena mungkin, entah suatu kapan dari sekarang kita akan bertemu kemudian
entah di peron kereta penuh sesak di Belanda atau
di toko kelontong berpapan nama miring sebelah seberang jalan,
setidaknya aku hanya ingin bisa berdiri cukup tegak untuk menyapamu dan berkata
'apa kabar?'

Fida's Day School

Saya sudah pernah cerita kan kalau nok (fida) sudah mulai sekolah tahun ini. Play group yang ngga begitu jauh dari rumah. Dan beberapa hari yang lalu saya berkesempatan buat njemput dia di sekolah. Seneng bangetlah. Jujur saja kami sekeluarga awalnya was-was kalau fida bakal nakal di sekolah, secara terlihat sekali sifatnya di rumah yang ngga mau kalah. Tapi so far, semua baik-baik saja, bahkan fida jadi anak yang pendiam lho. Ajaib kan? Saya juga awalnya ngga percaya, ponakan saya yang kalau sakit aja masih jengkulitan kemana-mana bisa tenang. Tapi itu benar sodara-sodara. Jadi ngerasa kalau fida berkepribadian ganda (uups!).


Awal-awal sekolah dia ngga mau pake seragam. Pagi-pagi harus berantem dulu sama abi-umminya, tapi memang dasarnya anaknya yang 'nggeyel' (kata gurunya sih teguh pendirian) yaudahlah kesekolah ngga pake seragam dan fida dengan pedenya main sama temen-temennya yang semuanya berseragam. Tapi untungnya seminggu setelahnya fida sudah mulai mau pake seragam lho. Kemajuan.

Dan yang membuat saya takjub adalah kenyataan bahwa fida memang tumbuh dan berkembang (lho?). Rasanya baru kemarin saya ngendong dia waktu umur beberapa hari, belum bisa bisa bicara bahkan melihatpun belum bisa, sekarang sudah sekolah. Melihatnya mengambil sendiri tas sekolahnya, merapikan isinya lalu pelan-pelan menggendong tasnya di punggung itu sangat mengharukan. Haha. Jangan tertawakan saya, tapi benar-benar seperti itulah yang saya rasakan.


Lucu, fida selalu membawa sedikit snack untuk dibawa pulang. Paling tidak satu dengan sedikit bekas gigitan di ujungnya. Buat kakak Aca, katanya. Padahal kakaknya itu belum doyan makanan seperti itu.
Biasanya fida juga langsung tidur sesampai dirumah, rasanya sekolah itu capek sekali ya buat fida. Tapi fida tetap terlihat excited sekali, pernah waktu sakitpun, muntah-muntah hebat tetap maksa buat sekolah.

Dan sstt, abi-ummi, tatung-uti, tante-budhe juga sama excitednya lho. Umminya pernah cerita, abinya fida pas nganter fida sekolah sudah memasang sikap minta ciuman ke fida, eh fidanya malah nyelonong tanpa rasa ekspresi dan rasa bersalah. Guru-guru yang merhatiin senyum-senyum sendiri. Haha.


Ngga kerasa ya fida sudah mulai sekolah. Rasa-rasanya baru kemarin saya nemenin kelahirannya, sekarang sudah mulai sekolah. Melihatnya mengambil tas miliknya sendiri, merapikan tasnya, lalu memakainya di punggung waktu di kelas itu rasanya hebat sekali. Jangan tertawakan saya, tapi ini yang benar-benar saya rasakan. Ya, saya sadar ponakan paling cantik saya mulai tumbuh dan berkembang.

Selasa, 26 Juli 2011

Kamu

Aku tidak pernah memintamu untuk sekedar menungguku kala itu, waktu kamu berjanji demi apa saja akan menungguku untuk mencicip es krim sepuluh ribuan besar itu. Karena aku hanya ingin menikmatinya denganmu, katamu. Dan kujawab dengan 'sesukamu'.
Kamu menungguku untuk dengan sempurna hanya untuk melihatku meringis menahan dingin di lumernya vanila yang jadi isi. Kamu hanya menungguku kala itu, malam itu.

Aku tidak akan bilang itu adalah kebahagiaan terbesarku. Tidak, belum. Karena di masa depan, bahagiaku masih ada yang lainnya. Entah lebih besar entah lebih kurang. Yang kutahu, bahagiaku mungkin masih karenamu.

Absurd #2


Facts about me:
1. Saya tidak pernah suka (atau bisa dibilang takut) melihat wayang orang.
Terutama beberapa tokoh yang ber-make-up putih tebal. Kenapa ya,saya juga ngga tahu. Pokoknya kalau melihat itu dada saya rasanya nyesekk banget.

2. Baru bisa makan mie ayam umur 10 tahunan.
Karena sebelum-sebelumnya saya berfikir kalau mie ayam itu porsinya gedeeeeeee banget. Anak kecil ngga mungkin bisa habis. Hahaha.

3. Nyaris ngga punya pendirian.
Saya bisa berubah pikiran 10 kali kalau memilih sesuatu. Banyak sekali yang jadi pertimbangan, ditambah lagi kalau ada pengaruh dari orang lain.

4. Gampang nangis
Apalagi kalau liat film atau baca buku yang memang sedih-sedih. Anime yang pernah bikin saya nangis itu One Piece (konyol banget ya).

5. Ceplas-ceplos
Saya ngga tahu ini kelebihan atau kekurangan. Dan saya pastikan ini adalah sifat bawaan. Susah sekali utuk menghilangkan sifat itu, jadi mohon pengertiannya ya =___=

Senin, 25 Juli 2011

maaf


Maaf, mungkin tidak lama lagi aku benar-benar harus pergi

kau menyebutnya angkuh,
aku menyebutnya pertahanan diri,
aku lelah menuliskan diksi patah hati
tersenyum,
maaf, tapi aku tidak pernah baik saja selama ini

Lo ngrasa ngga disayang ortu? Tunggu sampe lo punya anak!

Ini bener loh. Kalo kamu ngerasa samasekali ngga disayang sama ortu kamu, itu belum seberapa kawan. Tunggu saja, 4-5 tahun yang akan datang, saat kamu, kakakmu atau adikmu membawa setubuh kecil hangat yang menggeliat di hadapan mereka. Cucu mereka.

Contoh nyatanya ya. Saya, segimana ngidamnya saya pengen makan rujak atau siome depan masjid alun-alun sana pasti bakal disuruh beli sendiri sama bapak saya atau paling pol diberi goceng buat nutup mulut saya yang bakal terus bilang rujak atau siome kalo ngga keturutan.

Dan jangan tanya kalo ponakan saya yang ribet ngidam. Misalnya si fida minta kelengkeng ya dan di rumah lagi ngga ada motor yang nganggur, bapak bisa bela-belain naik sepeda ke toko buah sendirian siang-siang. Yap, naik sepeda 3-4 kilo hanya beli kelengkeng buat si fida.

Kalo saya lagi di rumah dan bapak lagi keluar kota biasanya bapak bakal punya jadwal rutin sehari sekali nelpon saya cuma tanya si aca rewel ngga semalemnya. Atau hebohnya di mbah pas tau cucu perempuannya akhirnya mau pake seragam ke sekolahnya.
Atau mbah uti yang bisa absen masak pas si cucu lagi sakit pilek. (Hmmm..kita serumah ngga dimasakin deh ya)

Yaaah, begitulah hidup terus berputar, lagipula orang tua kita juga mungkin uda cukup bosen ngurusin kita-kita yang uda tua. (Ps. Tunggu sampe gw punya anak, gw bakal minta apa aja ke anak gw biar dia minta ke mbah tung-uti nya..hahahaahaha)

Jumat, 22 Juli 2011

seribuan hari

Hitung saja mungkin sudah seribuan hari aku berusaha untuk bertahan,
bertahan untuk tetap menjaga semuanya tetap berima,
menjaga tempo untuk tidak terlalu cepat atau lambat,
menjaga untuk tidak terlalu berjalan di depan atau di belakang,
menjaga untuk sekedar di sampingmu, itu saja.

Mungkin seribuan hari ini entah lebih entah kurang,
selalu memaksamu untuk melakukan semua yang kuminta,
menuntutmu untuk apa saja,
seolah mengancammu tentang kehilangan dan kau akan selalu bilang 'ya'
ya yang berarti segalanya,

Seribuan hari ini mungkin aku lebih menjadi masalah bagimu,
yang membebanimu dengan urusan sekarang dan yang akan datang,
dan kita nyaris tidak pernah menemukan titik terangnya,
kupikir, aku harus memberitahumu sesuatu,
aku iri padamu,
tentang sabar itu,
tentang gigih itu,
tentang tulus itu,
tentang jujur itu,

Bahkan di seribuan hari ini aku belum juga bisa sempurna menirumu...
kuharap kita masih punya seribuan hari kedua, ketiga, atau keseribunya
agar aku tetap bisa belajar darimu...

Malaikat

Dulu, dulu sekali, kupikir malaikat adalah sesosok bersayap akbar, putih dan melengkung keperakan. Mungkin sebagian berambut cokelat dan sisanya, legam. Mereka terbang di antara arakan awan dengan kecepatan di luar nalar, tapi sesekali iseng bermain dengan mengetuk jendela pesawat atau sesuatu yang terbang lainnya.

Dulu, dulu sekali, aku berfikir tiap balon permohonan yang kulepas ke langit selalu ditangkap satu dua malaikat bermata jernih. Sebelum akhirnya buru-buru diberikan pada atasan mereka yang lebih tinggi. Sebelum meletus dan permohonanku tak didengar samasekali.

Dulu, dulu sekali, jauh dulu sebelum aku bertemu kamu, aku berfikir malaikat pasti beraroma setidaknya seperti gerimis. Bukankah mereka yang menurunkan ribuan tetes air dari langit tanpa kesulitan yang berarti?

Tapi, itu semua kurasa tidak. Sebelum aku bertemu malaikat, tanpa sayap keperakan namun tetap beraroma hujan. Ya, aku bertemu kamu.

Dan kamu,masih mengelak kalau malaikat di bumi itu tak ada?

Rumah

Terkadang saat kita merasa cukup dingin untuk merasakan dunia luar. Secangkir teh hangat lengkap dengan gula yang pas sudah tersaji untuk kita secara tiba-tiba,tanpa diminta.Terkadang saat kita merasa cukup lelah untuk melangkah. Seranjang bulu empuk tersiapkan untuk kita menghimpun tenaga atau sekedar menewarang tentang rencana

Terkadang saat kita merasa cukup bosan untuk menatap ke atas dan ke bawah. Akan ada yang selalu mengingatkan kita untuk sesekali memandang ke samping kanan kiri kita,menepuk bahu kita dan menyadarkan tentang kehidupan yang tak selalu konstan.

Terkadang saat kita terjembab,jatuh,terinjak dan terluka. Akan ada yang menertawakan kita,namun tak lama akan datang seruan untuk berdiri dan kembali mencoba. Mengajarkan dewasa dengan belajar tentang cara. Terkadang saat kita terlalu bosan dengan mendengarkan semua suara,bising kendaraan atau desis gosip murahan. Namun ,akan selalu ada yang memberi kita cukup ruang dengan mengajak kita bicara tentang cuaca dan bunga yang mekar di halaman.

Terkadang itulah yang benar-benar dilakukan di dalam sebuah rumah.

Kamis, 14 Juli 2011

Crazy Little Thing Called Love

Saya habis nemu film bagus, karena saya baik, saya akan share sedikit di sini. Judulnya Crazy Little Thing Called Love, awalnya saya dulu ditawari sama Danik film ini, recomended banget dah. Jujur deh, waktu Danik bilang ini film Thailand yang pertama kali terlintas di otak saya adalah film horornya. Tapi dia bilang 'ngga horor kok'.
Dan, bener deh film ini pantas dikomendasikan.

Nonton film ini seperti dibawa naik roller coaster, emosi kita akan dibawa naik turun, dari ketawa ngakak sengakak ngakaknya sampai nangis-nangis ngga karuan. Mengingatkan pada masa-masa sekolah yang penuh dengan kejadian yang 'baik-baik' saja (menyindir phonetic transcription)
Ceritanya yang simple tentang cinta bertepuk sebelah tangan seorang gadis selama 3 tahun yang diperankan dengan baik oleh pemain-pemain yang pas jadi deh racikan yang mantap.









Yaah, saya ngga tahu mau ngomong apa lagi, lebih baik langsung nonton sendiri filmnya.

Mario aka Shone cakeeep bangeeeeeeettt ><

photos from http://ohohnhiel.tumblr.com/

Selasa, 12 Juli 2011

Bagaimana mungkin aku bisa berhenti mencintaimu

 Bahkan tentang pertemuan singkat setelah jeda yang seolah memanjang melebar di antara kita,
dan ternyata kamu masih sama,
dengan tatapan yang sama meski sedikit kelelahan,
dengan anggukan yang sama saat aku cerita tentang angsa dan musik beralunan,

Ya, kamu masih sama seperti yang kukenal kemarin,
kemarin yang cukup membuat satu dua purnama gerhana,
kemarin yang membuat aku jatuh cinta,

Dan aku mencintaimu, kemarin, sekarang, seterusnya...

Senin, 11 Juli 2011

tentang benci itu

Aku benci mengatakan ini,
aku benci mengatakan bahwa aku tidak akan bisa lama mencintaimu dalam diam.
Aku akan terus mencintaimu, sambil menjerit, sambil membunyikan layar 10 inciku tak-tik-tak-tik, sambil menyesap bantal kurusku, menangis..

Aku benci mengatakan ini,
tapi aku tak tahan untuk menyerapah, tak tahan untuk menampar mukamu hingga memerah,
aku tak tahan untuk berteriak di telinga kananmu kencang-kencang,

Hey, bebal, aku mencintaimu, sampai kapan kau pura-pura tidak tahu?!

Today

Yeay, ngga terasa ya saya uda setahun nempati rumah saya ini. Perlu dirayain ngga? hehe
Bloging itu bener-bener-bener butuh ketelatenan. Apalagi kalau koneksi lagi ngga bersahabat. Tapi untungnya setahun ini semua baik-baik aja kan. Saya masih posting walau ngga begitu sering.

Pokoknya selamat ulang tahun buat rumah kedua saya ini. Semoga saya bisa lebih produktif lagi dan lagi.
Ada yang spesial juga hari ini. Senin ini adalah hari pertama fida sekolah. Play group maksudnya, sebenarnya saya pengeeeeen banget bisa nemenin dia sekolah buat pertama kalinya ini, tapi ya mau gimana lagi. Senin pagi harus balik ke semarang. Ada ujian akhir semester jam 11nya. Dan beberapa jam yang lalu saya kirim sms ke umminya fida, bilang kalau nok (-fida) happy, ngga nangis, tapi sayangnya ngga mau pake seragam terus sudah punya temen juga, namanya mba Lila.
Saya mbayangin si fida sekolah dengan pedenya pake baju bebas di hari pertama sekolahnya, lari-lari dengan teriak-teriak ke temen-temen barunya.

Eh iya, saya sedang UAS. Minggu ini full sampai hari jumat. Introtolit dan phonetic di hari pertama. Dan, phonetic ayolah, saya ngga berharap banyak.
Padahal saya sudah belajar lho, jauh" hari sebelum minggu ini. Tapi rasanya belajar saya langsung menguap ke langit-langit kelas begitu menerima soalnya. Yah, seperti itu.
Ya Allah, saya ingin UAS ini cepet-cepet selese. Dan pengen nilai-nilai saya ngga seburuk semester kemarin ya Allah.

Jumat, 08 Juli 2011

Love Language

Aku masih menekuri maketku ketika lelaki itu mendekat. Aku menangkapnya dari ekor mataku, jalannya terhuyung dan sesekali menghela nafas panjang. Terlihat sekali dia ingin mengatakan sesuatu. Padaku.
Aku menatapnya bergantian dengan maket berwujud bangunan setengah jadi berwarna merah jambu di depanku. Aku mengangkat bahu, belum jadi padahal besok harus dikumpulkan.
Lelaki itu mengangkat tangannya,bisa kita bicara sebentar?

"Bisa nanti saja?" kataku sambil mengambil satu dua bagian pintu yang jatuh di dekat kakiku. Sungguh, aku ingin cepet-cepat menyelesaikannya.
"Tapi aku harus mengatakannya. Sebelum terlambat."
Aku menghela nafas panjang. Melambaikan tangan. Terserah kau saja.

Satu detik. Dua detik. Dia masih diam.
Sedangkan aku sedang kesulitan mencari bahan maketku, terakhir aku meletakkannya di sudut meja, sekarang tidak ada?! Apa aku harus membuat tiga kursi untuk empat orang? Jangan bercanda, ini bukan bis kota.

"Kau terlalu sibuk, akhir-akhir ini." katanya,"kau bahkan seringkali melupakan sarapan dan makan siangmu."
"Aku bukan anak kecil lagi" kataku sambil menyusuri laci-laci dan setumpuk HVS putih.
"Maaf..."
"Ya ampuun, di sini rupanya...."seruku melihat benda yang kucari teronggok di sela tumpukan bahan tugas akhir.
"Jaga kesehatanmu, bagaimanapun juga kau ini perempuan. Suatu saat kau harus bertemu seseorang dan melahirkan satu dua anak."
Aku mendesah,"aku tidak berencana punya satu dua anak. Aku ingin sepuluh."
Lelaki itu tersenyum sekilas, "itu akan sangat merepotkan."

"Berjanjilah kau akan menemukan seseorang yang benar-benar mencintaimu."
Aku menghentikan pekerjaanku. Menatap mata dewasanya yang seringkali terlihat lelah dimataku.

"Seseorang yang benar-benar mencintaimu. Seperti aku."

Aku mendekatinya. Tangannya kembali terangkat, hendak mengatakan sesuatu. Sebelum sempat tangan keriput itu melayang menggambarkan satu dua kata dengan caranya, aku menahannya. Dan entah kekuatan apa yang membuatku tiba-tiba memeluknya. Merasakan detak jantung dan harum tubuh yang begitu kukenal, sejak dulu.

"Jangan pernah berfikir ada orang yang bisa mencintaiku seperti kau mencintaiku. Karena itu mustahil, ayah."

Kamis, 07 Juli 2011

header

Ada yang beda dari blog saya? Hehehe. Iya, iseng bikin header.. Mana muka saya close up pula,jadi maluu.. Sebenarnya kemarin waktu saya blogwalking nemu blogger dari Malaysia yang masang header lucu banget di blognya. Pake foto dia juga, saya jadi tertarik pengen buat kaya begituan. Terus tanya temen gimana cara bikinnya plus searching sana-sini langsung buka lagi photoshop yang nyaris lumutan (karena ngga pernah dipake) daaan akhirnya jadi deeh. Yaaaah, saya tahu masih jauh dari bagus, tapi kan lumayan kan buat pemula (membela diri).

Saya berencana bikin lagi deh, dengan warna yang lebih kalem mungkin jadi ngga terlalu shocking kaya yang ini. Nantikan yaaa..hoho

Rabu, 06 Juli 2011

Blog bagus

Saya nemu blog bagus. Sudah lama sebenarnya tapi baru ingat unuk posting sekarang. Blog ini milik Ghaida Tsurayya, putri dari Aa Gym. Terlepas dari pemberitaan perceraian orang tuanya, saya pengen cerita tentang mbak yang menurut saya kreatif sekali ini.

Hal pertama yang saya pikirkan pas nemu blog ini adalah 'wow, kereeen...kereeen..' Blog ini berisi tentang mix match baju Ghaida yang biasa dipakai sehari-hari. Tabrak sana tabrak sini tapi kelihatan bagus sekali dan ngga jarang baju-bajunya itu dia bikin sendiri. Bikin sendiri. Cari bahan dan menjahit sendiri. Haduh, jadi pengen belajar mendisain dan menjahit baju sendiri. Kreatif sekali kan ya?

Terus juga blog ini sekaligus menjadi toko online. Ya itu tadi, baju-baju hasil disainnya dijual disini. Baju-baju muslimahnya didisain juga ngga aneh-aneh tapi tetap bisa kelihatan lucu. Ibu satu anak ini (iya, satu anak, dia menikah bahkan sebelum lulus kuliah!) juga memberikan step-step membuat beberapa baju yang cocok dipakai sehari-hari.

Penasaran ya, lets check in HERE!!

ini tentang tumblr

Silakan mengatakan bahwa saya kehabisan bahan untuk tetap mengisi blog saya ini. Mungkin tidak sepenuhnya salah dan tidak sepenuhnya benar. Hehe.
Kali ini saya ingin bicara tentang tumblr. Sudah tahu kan kalau tumblr saya LALALOVESONG.TUMBLR.COM dan saya sudah jarang sekali menyambanginya.Bukan, bukan karena malas, tapi memang m2 saya baru saya kemarin dan yaaa saya ngga tahu mau ngisi apa disana, kebanyakan reblog juga kesannya ngga baik kan? (menurut saya lho).
Saya sebenarnya punya aturan sendiri dalam memanage blog-blog saya, misalnya untuk postingan panjang lebar saya lebih prefer untuk posting di sini tapi kalau untuk yang pendek-pendek macam quote saya lebih prefer ke tumblr. Tapi tumblr memang masih menjadi mainan yang menarik. Banyak foto-foto dengan kualitas jempolan dari sana.

Saya mau mengaku kalo saya baru inget kalau tumblr dari berasal dari jepang, eh maksud saya yang buat orang jepang. Memang untuk beberapa konten, gambar dan artikel yang berbau band, artist atau pict jepang yaa kaya tersebar dimana-mana di tumblr.
Si teman saya Poet juga kayanya lagi seneng-senengnya main tumblr, yaa tiap kali saya buka dashboard langsung dah dia blogednya banyak ampuuun...

Bagi temen-temen yang belum punya tumblr, bisa coba lho. Karena tumblr menyediakan layanan (?!) reblog jadi kalau lagi males dan ngga ada ide buat nulis tinggal reblog aja.

masih kamu

Entah ini sudah keberapa kalinya aku menulis tentangmu,
tentang semua hal berbau kita yang semakin tidak tahu akan kusebut apa di masa depan,
dan aku tidak pernah punya cukup alasan untuk menyebutmu lelakiku,
Sungguh ini bukan tentang guguran momiji merah di jalan-jalan beraspal tadi,
Hanya tentang perasaan menyesakkan tak berkesudahan tentang kamu,
Kamu yang pernah melukaiku,
Tapi masih juga kamu yang kususuri eksistensimu,
dan masih juga tentang aku yang selalu membutuhkanmu,
Ya, ini semua masih tentang kamu...
Yellow Crown