Rabu, 27 Juli 2011

kita dulu dan kemudian


menapak jalan yang dulu, menatapmu,
teringat tentang semua tusukan dan lebam biru pada hatiku,
dan kamu yang dulu pura-pura tidak tahu,
mustahil untuk tidak menangis
namun kusudahkan padamu semua cerita tentang kita yang dulu,
menamatkan sakit meski sulit untukku,
karena mungkin, entah suatu kapan dari sekarang kita akan bertemu kemudian
entah di peron kereta penuh sesak di Belanda atau
di toko kelontong berpapan nama miring sebelah seberang jalan,
setidaknya aku hanya ingin bisa berdiri cukup tegak untuk menyapamu dan berkata
'apa kabar?'

3 komentar:

Yellow Crown