Rabu, 24 Agustus 2011

Bicara Perempuan


Tidak mudah menjadi perempuan, kadang terlalu rumit, jadi tidak bisa dimengerti dengan mudah. Tapi menjadi laki-laki mungkin juga tidak hal gampang (ah, saya belum pernah menjadi laki-laki, dan mencobanya saja tidak ingin), yah mereka punya porsinya sendiri-sendiri. Dimana harus menempatkan dan menyesuaikan dengan keadaan sekeliling. Mari bicara tentang perempuan saja (setidaknya itu yang saya kuasai selama 19 tahun terakhir hidup saya) dan sulitnya menjadi kami--atau mereka.

Saya teringat percakapan dengan seorang teman kos sebelah. Mencuri-curi waktu saya yang hampir tenggelam dengan koneksi jaringan kampus yang sedang payah. Di depan kos hijau--kos saya. Sebut saja dia,Rara. Bercerita banyak, hampir dua jam sepertinya. Dan salah satu topik yang dengan senangnya dia angkat adalah PMS-nya. PMS atau Pre Menstruasi yang kadang mengganggu, malah kadang lebih menyusahkan daripada menstruasinya itu sendiri,saya tersenyum (dalam hati bilang: SETUJUUUUUUUUU!)

Dia bilang kemarin malam bertengkar hebat dengan pacarnya (yang kebetulan adalah tetangga saya) hanya karena masalah yang sepele, yang terlalu kecil, yang terlalu remeh, yang terlalu hampir mustahil menjadi bahan perang dunia mereka. Rara mengaku tidak tahu kenapa bisa menjadi seperti itu. Dan dia juga bilang dia kasihan pada pacarnya, karena hampir seperti setiap bulan sesaat sebelum tamu spesial itu datang. Keadaan hati atau mood yang tiba-tiba berubah 1000x lebih sensitif dan rentan terhadap hal-hal kecil yang bisa membuat marah. Seperti werewolf yang muncul setiap bulan purnama. hehe.

Damn,that was so familiar for me. Saya selalu mengalami hal itu setiap bulan. Emosi saya bisa sangat di puncaknya--gampang marah. Saya bisa marah pada siapa saja, keluarga atau orang terdekat. Tapi pada akhirnya yang ada adalah saya merasa menyesal. Aneh saja marah-marah hanya karena hal kecil yang tidak penting sebenarnya. Tapi ya gimana lagi kalau marah ya marah. Keluar begitu saja.

Memang wajar kalau perempuan merasakan itu semua. Hormon yang di tubuh sedang tidak seimbang (katanya) dan ini belum ada apa-apanya dibandingkan pas hamil trimester pertama. Lha?
Ya, tamu yang datang setiap bulan itu memang bukan melulu tentang kram dan nyeri saja tapi lebih dari itu. Kami mengerti kok dan kami selalu berusaha me-manage-nya dengan baik walau kadang tidak berhasil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown