Rabu, 17 Agustus 2011

hmm

Kau tahu betapa aku merindukanku saat itu,sayang? Pahal jarak di antara kita tak ada sejengkal. Tapi ada yang berbeda,aku tak menemukan dirimu yang biasanya. Matamu tidak berbinar seperti dulu, sekarang redup dan kadang kutemui tidak fokus. Tidak, kau tidak sakit, aku tahu itu. Bahkan badanmu terlihat lebih gemuk, lebih berat untuk sekedar mengangkatmu, untuk ukuran diriku. Aku hanya mengigit bibir bawahku, saat menyadari kamu tidak seaktif dulu, tidak secerewet dulu, dan tidak semanja dulu. Sebegitu hebatnya kah orang-orang membalikkan hatimu? Mengubah perangaimu?

Sementara sakali-dua aku tahu kau kedapatan menangis saat terlelap. Menangis tertahan dengan mata tepejam. Itukah yang kau pendam selama ini sayang? Diumurmu yang belum menginjak dua, kau terbebani dengan sangat. Oleh orang-orang yang terlalu egois untuk meminta pada selain Tuhannya.

Maaf sayang, kami tidak terlalu sempurna untuk melindungimu dari hal-hal yang tak pernah kami bayangkan sebelumnya. Kami terlalu lemah untuk sekedar membawamu pulang dan membuat semuanya menjadi normal. Kami hanya bisa memintamu untuk terus bertahan. Tapi kami percaya sayang, akan tiba masanya pembalasan menjadi nyata dan seluruh air mata wanita yang kaupanggil ibu itu lunas terbayarkan. Karena Tuhan tidak pernah tidur,barang sebentar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown