Senin, 31 Oktober 2011

This is it!


Siapa saja, yang menemukan buku ini. Dimana saja, entah di Gramedia atau Toga Mas atau dimana saja. Saya sarankan untuk anda-anda segera membelinya. HARUS. WAJIB. Karena apa sodara-sodara? Karena cerpen saya masuk salah satu dari 25 cerpen yang tergabung di dalam. Haha.

Temanya sederhana,tentang ayah, sesuai judulnya kan?
Terus, apa lagi ya? Cerpen saya? Aduuh, mohon beli bukunya lalu baca sendiri ya.

Hope u like it,guys :3

Cinta Tania

            Pasar malam memang selalu ramai. Penjual boneka, sepatu, sandal, kerudung bahkan panci dan oven panggang seperti tidak pernah lelah menawarkan barang dagangan. Barang dagangan yang katanya kualitas nomer satu, tak jauh beda dengan barang-barang yang diiklankan wanita cantik rupawan di layar kaca dengan pakaian minim atas bawah. Sedangkan pembeli juga tidak kalah semangatnya terus menawar harga serendah-rendah. Di sinilah prinsip ekonomi tentang kepuasan maksimal dengan pengorbanan minimal sempurna diterapkan.

Cerpen.cerpen

Rencananya kali ini dan beberapa postingan yang akan datang, saya mau posting cerpen-cerpen saya yang numpuk di pinky. Daripada kesimpen terus takutnya lumutan, mending saya share aja ya. Beberapa cerpen di antaranya memang sudah lamaaa sekali. Tulisan saya ketahuan cupunya.hehehe

So, that is!
Enjoy it :D

Minggu, 30 Oktober 2011

Ngga tahu mau posting apa (haha..geje!)
sebenarnya lagi nungguin downloadan buat tugas present speking (maapin saya Uiyyy, tugasnya baru tak search T,T) mencapai angka 100%, tapi entah mengapa oh mengapa masih saja mandeg di 54-55%. Mana jam segini fb ngga bisa dibuka. hadduh.

Masih di depan kos, dengan kondisi tenggorokan yang sama sekali ngga enak rasanya dan hidung yang ngga berhenti mengeluarkan ingus. Aaaah. My body doesn't delicious actually. Menggalau seperti cuaca yang mendung tapi ngga ujan-ujan. Seperti ngajak mbak-mbak kos sebelah main petak umpet aja (dikit-dikit ngintip jemuran,takut-takut ketiduran pas ujan).

Hey..hey...saya lagi nyiapin beberapa naskah yang mau saya ikutin lomba cerpen lagi. Rencananya ada 2 lomba, tapi kayaknya bakal ikut satu aja. Soalnya yang satu, yang jumlah halamannya yang harus dibuat 18an halaman baru mencapai satu halaman (itupun belum full). Iyaa..iyaaa...saya emang males orangnyaa :O
Ah, pokoknya doain saya lah. Moga menang lagi. AAMIIIIN!

Rabu, 26 Oktober 2011

DSLR :')


Akhir-akhir ini lagi pengen punya DSLR. Kayak kok keren banget gitu. Nemu blog-blog dan tumblr-tumblr bagus yang isinya hasil DSLR rasanyaa bikin ngiler.

Ya Allah, pengen DSLR >,<
Walaupun saya ngga gitu ngerti fotografi tapi saya bisa belajar kok, yakin deh.

Kalau beneran niat ngumpulin duit pasti bakal lama banget. Bisa bertahun-tahun,lho. Hadeeh.
Pengen deh, punya uang beberapa jutaaaaaaa aja (?!), khusus buat foya-foya, khusus buat beli apa aja yang ngga penting (versi ibuk-bapak),

Ya Allah, kasih saya uang yang banyak. Biar bisa beli DSLR. Biar bisa beli Campina Ice Cream Cake Vanilla Cokelat. Biar bisa seneng-seneng.

Kabulin ya Allah ya? Ya? Ya?

Jumat, 21 Oktober 2011

hampir menangis

Hampir menangis adalah ketika itu kamu memintaku untuk mendoakanmu. Doa kecil yang mungkin seperti kunang-kunang. Berpendar sebentar lalu menghilang, ke tempat Tuhan, sepertinya.
Doa sederhana, tidak terlalu banyak dan panjang yang tersusun dengan stanza berima aa atau apa saja,
aku seperti bisa melihatmu di sudut kota lembab ratusan kilo dari tempatku itu berbisik pelan,

"doakan aku biar bisa cepat membawamu ke tempat-tempat yang kausukai ya."

Kamis, 20 Oktober 2011

Kamu dan Doa

Aku cukup mengamini semua doa-doa yang kau panjatkan diam-diam,
dengan atau tanpa aku di sisimu saat kau mengucap 'alhamdulillah' di ujung-ujungnya,
Aku cukup tersenyum, meremas lenganmu untuk meyakinkanmu kamu cukup kuat berlari bahkan terbang tinggi,
Aku cukup melambai saat melihatmu di kejauhan, meyakinkanmu aku akan baik-baik saja sementara kamu berjalan ke arah yang tak mungkin aku ikut serta,


Dan aku cukup berdoa agar kamu baik-baik saja, sehat-sehat saja dan bahagia-bahagia saja,
di sana :)

Kamis, 06 Oktober 2011

Flat Shoes

Saya sebenarnya bukan seorang fashionista, tapi ada kalanya kalau liat barang bagus langsung pengen. Barusan nemu toko online yang jual sepatu-sepatu flat lucu. Ya Allah, pengeeeeeennnnnnn... *nangisgulingguling


All photos from http://www.flatsforjade.com

Selasa, 04 Oktober 2011


Di rumah, saya dan kakak perempuan saya punya kebiasaan khusus yang kami tanamkan pada ponakan-ponakan saya. Salah satunya adalah pelukan dan kata-kata yang jarang diucapkan di lingkungan sekitar kami. Misalnya kata-kata misalnya 'ummi sayaaang banget sama aca' atau 'tante sayaaaang banget sama nok' secara langsung dan spontan. Juga pelukan dan ciuman saya berikan sesering dan setulus mungkin pada mereka. Senakal apapun mereka, namanya juga anak-anak kan?!

Juga pujian yang kami berikan pada mereka. Misalnya nok cantik yang pakai baju baru atau Aca pinter mau membereskan mainannya sendiri. Hal-hal kecil itulah yang membuat kedekatan pada kami. Seperti nok yang hampir selalu bertanya 'uti mana?', 'tante mana?' atau 'tatung mana?' kalau ada anggota keluarga yang ngga keliatan pas dia datang.

Atau mungkin kata-kata sayang dan cinta itulah yang membentuk Aca hatinya selembut sekarang. Yang terisak kalau mendengar kendaraan tatungnya rusak di jalan, yang menangis saat mendengar umminya batuk-batuk atau yang lainnya.

Saya cuma berharap dari hal-hal kecil seperti ini kelak mereka akan mengerti tentang cinta dan menjadi pribadi yang memuliakan makhluk Tuhan yang lainnya. Mampu bersikap sesuai dengan hati nuraninya, jadi tidak seenak jidat main bantai orang utan untuk uang-uangan yang sebenarnya tidak seberapa. Semoga.

Selamat pagi :)


Pagiku masih seperti biasa, bangun agak pagi, memastikan luar jendela cukup terang untuk aku bangun tapi kenyataannya aku masih akan mengulur sepuluh-limabelas menit untuk hanya menatap langit-langit. Mengecek pukul berapa sekarang tapi tak kunjung bangkit untuk sekedar duduk-duduk saja. Mengingat apa yang harus aku lakukan sepanjang hari ini, mencuci, menyapu, mengepel atau menguras kamar mandi kos yang adalah pekerjaan paling kubenci. Menutup mata, memastikan tak ada yang terlewat.

Atau aku masih juga suka mengulur waktu untuk sekedar beringsut ke dekat jendela yang tak terbuka, merasakan hawa dingin yang menyelinap dari sela kusen-kusen yang terhalang tirai merah muda. Aku selalu suka. Dingin dan tipis sisa-sisa hawa subuh tadi.
Pagiku masih seperti biasa, mengalir begitu saja.

Terlalu membosankan mungkin, begitu-begitu saja, hampir tak ada yang berubah. Termasuk satu hal yang selalu kulakukan setelah terlalu lama mengendap di kasur cokelat muda, mengetik 'selamat pagi' dengan titik dua dengan kurung tutup setelahnya dan mengririmkan ke ponselmu segera.

Dan, tahu kah kamu aku selalu suka perasaan hangat ketika aku melakukan itu ,bahkan setelah jutaan kali kulakukan di pagiku...

Minggu, 02 Oktober 2011

Yap, Its my time!

Benar-benar nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?!
Subhanallah, akhir-akhir ini merasa Tuhan sayaaaaaang banget sama saya, secara rapi saya dikasih nikmat yang bertubi-tubi yang ngga mungkin saya sebut satu-satu di sini.

Yang paling membuat saya merasa 'hiks-hiks' adalah waktu saya tahu saya menang lomba menulis yang diadakan salah satu page di facebook. Awalnya cuma coba-coba ikut lomba nulis cerpennya, H-1 deadline baru buat, hari deadline baru dikirim itu juga yahoonya error pas hari itu tapi untung panitianya ngasih pengertian, dan Thanks God, kemarin liat pengumuman kalo nama saya ada di urutan pertama yang lolos lomba!
Subhanallah! Rasanya saya deg-degan dan gemetaran sangking ngga percayanya, sebenarnya agak telat sih wong pengumumannya aja hari kamis,tapi saya tahunya pas hari sabtunya =___=



Dari 139 peserta yang mengirimkan naskah, saya bisa diurutan pertama,belum lagi dari komen-komen yang saya baca yang bilang  saingan-saingan saya banyak yang udah pada langganan menang lomba nulis pula..hiks
Tapi kalau Allah sudah berkendak 'ya' ngga ada yang bisa bilang 'tidak' kan?

Jangan berfikir kalau lomba ini ada hadiahnya yang waaah gitu, ngga ada sodara-sodara. Naskah yang lolos nanti dibukukan dan royaltinya dibuat untuk modal nyetak buku lagi, begitulah seterusnya.
Tapi sejauh ini saya belum tahu buku kumpulan cerpennya itu bakal gimana, secara dari 25 naskah yang lolos (sejak postingan ini published) baru diumumin 20 naskahnya saja. Mungkin saya akan cerita besok-besok kalau sudah ada kabar.
But, its okay... Bayangin nama dan karya saya bisa berjejeran di etalase toko buku dan dinikmati orang banyak dalam bentuk buku 'nyata' saja rasanya sudah seneeeeeeeeeeeeng bangetttttt.
And its not the end, its just a beginning. Rasanya jadi semangat nulis lagi lagi dan lagi.

Alhamdulillah ya Allah, Alhamdulillah.

NB. Finally, I realized that I'm too precious to overdown about my weird pronunciation and grammar :)

Yellow Crown