Selasa, 29 November 2011

Ini benar kok!


Kecewa


Seperti ini rasanya, ketika semua ekspektasi tiba-tiba menguap dan bahkan tidak meninggal kan sisa-sisa pernah ada. Seperti ini rasanya ketika pelukis mencampur warna tapi warna yang dihasilkan ternyata terlalu gelap, dan dia sudah menghabiskan semua tube cat minyaknya di sana.

Seperti ini rasanya, kecewa.

Jumat, 25 November 2011

Bahasaku



Masakan aku harus selalu mengatakan semuanya padamu, dengan gamblang seadanya saja. Tanpa memberimu kesempatan untuk berfikir sekali dua tentang yang kurasakan, tanpa memberimu kesempatan untuk menerka atau mereka kenyataan yang ada.
Masakan aku harus selalu memaksamu untuk merasa bersalah pada hatiku tanpa tahu apa yang sudah buatnya luka dan memar kebiruan,sementara kamu memakai topeng permintaan maaf.
Aku tidak mungkin, sekalipun tidak mungkin memaksamu sekedar memunculkan sosokmu di album foto kenanganku,bersamaku.
Aku hanya mengerti ada waktu yang tepat untukmu menjadi pribadi dewasa yang tiba-tiba ingat tentang tanggal 24 atau penantian dan kesempatan yang tertunda. Sederhana.

Kamis, 10 November 2011

Sedikit pelajaran kemarin

Saya berjanji suatu saat, entah lima atau enam tahun lagi, saya akan menekankan satu hal paling penting untuk anak-anak saya. Mencintai Tuhannya.
Kata-kata itu saya dapatkan dari dosen Segmental-Based Phonetic saya kemarin di tengah-tengah kuliah yang menegangkan (dosen yang bahkan dijuluki The Godzilla oleh dosen lain). Pernah suatu saat puteri beliau yang masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar bilang ingin mati saja, menyesal sudah dilahirkan.

Dosen saya itu kaget, bilangnya 'jangan-jangan anak ini minta uang saku lebih lagi' tapi setelah ditelusuri ternyata si anak habis diajar pelajaran agama. Guru pelajaran agamanya itu memberikan pelajaran tentang Tuhan, bagaimana Tuhan akan menghukum orang-orang yang tidak menjalankan perintahnya dengan sangat kejam. Anak itu takut, mana ditambah-tambahi eyang kakungnya (yang katanya buta huruf atau apa oleh dosen saya) memberikan sebuah buku komik yang menceritakan nasib orang-orang di neraka (kan ada tuh ya jaman dulu itu komik-komik yang kaya itu).

Dan itu memperparah pemahaman anak tentang Tuhannya. Di sinilah sumpah serapah dari dosen saya dimulai. Beliau bilang, kalau neraka dan surga memang ada di dunia, maka guru agama itulah yang pertama masuk neraka. Tanpa keraguan! Karena dia telah menanamkan pada anak-anak sekolah dasar tentang Tuhannya yang Maha Pembalas Dendam, yang Maha Menyiksa, yang Maha Jahat Tak Terkalahkan.

Anak-anak akan takut, bahkan trauma, bukannya beriman malah akan semakin jauh dari Tuhan. Beribadah hanya karena takut lidahnya terpotong dua, punggungnya tersetrika atau badannya terbakar di neraka. Dan orang-orang yang seperti itulah yang sebenarnya dibenci Tuhan!

Kemana perginya Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang Maha Pemurah lagi Pemaaf?

Dan anak-anak kecil akan menelan semua yang diberikan padanya mentah-mentah.

Dosen saya tersebut menyuruh kami sebagai calon ibu dan calon bapak untuk berjanji, lima atau enam tahun lagi kami akan menjadi orang tua yang tidak seperti itu, melainkan orang tua yang mengenalkan Tuhan sebagai Tuhan yang memberinya kehidupan yang sempurna. Tuhan yang terlalu baik untuk segala ukuran kekejaman. Ajak mereka mengerti tentang taat beribadah karena mencintai Tuhan.

MENCINTAI TUHAN KARENA TUHAN MENCINTAI KITA.

galau ah



Ini bukan segalanya bermula, bagaimana kamu selalu menggumamkan sajak-sajak tentang langit dan cerita-cerita pada Neptunus di sebuah kertas yang kau lajukan.
Ini juga bukan segalanya bermula pada suatu saat hari kamu tersenyum tipis padaku,
pada ceritaku,
lalu aku mulai menelusuri segala tentangmu,
semua jejaring sosial atas namamu,
tulisanmu,
pada malam-malam kesepianku,
lalu aku tersenyum lebih lebar dari punyamu,
bahkan meski sebagian besar kata-katamu hanya tentang gadis berkerudung lembut
dan aku masih masih tersenyum
samar-samar aku mencintaimu
dengan cara yang sama kamu mencintai gadis berkerudung lembutmu

Minggu, 06 November 2011

Mimpi

Kita punya mimpi, tidak banyak, mungkin hanya satu dua saja
Pun tidak terlalu sempurna karena sobek-sobek di kiri kanannya,
Bukan terbuat dari perkamen papirus mesir dengan aroma misk tipis-tipis,
hanya aroma hujan yang sedikit pudar
Mimpi kita hanya selembar tambal sulam perca-perca ratusan warna,
Warnaku,
Warnamu,
Yang kita temukan di susuran setapak,
yang seenaknya kita sobek dari kenangan tentang tiang-tiang listrik, deru angkot dan diktat tebal warna kebiruan,
dari kotamu,
dari kotaku,
lalu kita satukan dengan benang yang kadang kusut kadang tidak,
yang juga berbeda warnanya,
Mimpi kita masih perlu ditambal,
dengan sedikit lebih panjang lagi kenangan-kenangan yang sama-sama kita temukan,
 Situlah aku membutuhkanmu, untuk sekedar mengingatkan hati-hati atas jarum yang kupakai,
atas selalu sabar dalam merangkai,

(mungkin suatu saat mimpi itu bisa kita pakai saat kedinginan,saat tiba-tiba ketiduran setelah bicara kehidupan)

Sabtu, 05 November 2011

Kite Runner

"Untukmu, keseribu kalinya."

Habis baca novel yang duperb sekali. Yap, Kite Runner. Mungkin saya agak telat ya bacanya itu buku sudah agak lama soalnnya. Tapi tetep aja membuat saya jatuh cinta. Ceritanya sederhana, tentang persahabatan dua orang anak Amir dan Hassan yang status sosialnya berbeda. Persahabatan itu diuji ketika terjadi sesuatu hal pada Hassan dan Amir yang sebenarnya tidak tahu harus berbuat apa terlalu merasa bersalah dan menyudahi persahabatan mereka.
Sampai mereka masing-masing beranjak dewasa dan Amir menemukan kebenaran bahwa Hassan adalah sebenarnya.....Uppps...tetooot.. Saya ngga akan beritahu lah. Hihi, biar pada penasaran dan baca bukunya sendiri.
Sekali lagi saya bilang bukunya memang benerbener keren tingkat dewa. Bahasanya sederhana (memang ya, buku yang terlalu banyak kata-kata indah malah sering kali ngga bagus, mending kaya gini sederhana tapi ngena) yang bikin 'wah' adalah detail-detail yang dipake Om Khaled manteb abiiiiiiis, benar-benar berasa di Afghanistan lah.


Ada satu lagi, buku ini juga diangkat ke layar lebar lho. Saya gugling juga rasanya keren banget jadi pengen nonton (Ayo musa,cepetan pulang..bawain itu filemnyaaaaa!!!!!)

Rabu, 02 November 2011

Wall-Nut



Sebenarnya kalau aku mau sedikit lebih waras saja, sedikit saja… aku mungkin akan membenci diriku sendiri..
Diriku yang sok pura-pura menjadi wall-nut kecilmu,
Yang memasang wajah menantang pada makhluk kering abu-abu yang mendekat padamu,
Makhluk pincang aneh yang selalu mengeluarkan bunyi-bunyi seram dengan tangan menggapai-gapai menghancurkan semua yang dilewatinya,
Dan disitulah aku, menjadi tamengmu, entah sengaja atau tidak, selalu berdiri di barisan pertama untuk menyambut mereka, untukmu..
Memasang wajah berani dan berkata ‘aku akan baik-baik saja’ sementara makhluk abu-abu itu mendekat dan menggerus tubuhku sedikit demi sedikit sebagai hidangan pembuka manis gurihnya,
Di situlah aku dengan gagah, bilang ‘tenang, kau akan selamat’ sementara aku, tubuhku tinggal serpihan kecil beberapa inchi,
Dan yang mungkin semakin membuatku benci, aku masih juga tersenyum saat itu, 
padamu…
Yellow Crown