Minggu, 06 November 2011

Mimpi

Kita punya mimpi, tidak banyak, mungkin hanya satu dua saja
Pun tidak terlalu sempurna karena sobek-sobek di kiri kanannya,
Bukan terbuat dari perkamen papirus mesir dengan aroma misk tipis-tipis,
hanya aroma hujan yang sedikit pudar
Mimpi kita hanya selembar tambal sulam perca-perca ratusan warna,
Warnaku,
Warnamu,
Yang kita temukan di susuran setapak,
yang seenaknya kita sobek dari kenangan tentang tiang-tiang listrik, deru angkot dan diktat tebal warna kebiruan,
dari kotamu,
dari kotaku,
lalu kita satukan dengan benang yang kadang kusut kadang tidak,
yang juga berbeda warnanya,
Mimpi kita masih perlu ditambal,
dengan sedikit lebih panjang lagi kenangan-kenangan yang sama-sama kita temukan,
 Situlah aku membutuhkanmu, untuk sekedar mengingatkan hati-hati atas jarum yang kupakai,
atas selalu sabar dalam merangkai,

(mungkin suatu saat mimpi itu bisa kita pakai saat kedinginan,saat tiba-tiba ketiduran setelah bicara kehidupan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown