Kamis, 10 November 2011

Sedikit pelajaran kemarin

Saya berjanji suatu saat, entah lima atau enam tahun lagi, saya akan menekankan satu hal paling penting untuk anak-anak saya. Mencintai Tuhannya.
Kata-kata itu saya dapatkan dari dosen Segmental-Based Phonetic saya kemarin di tengah-tengah kuliah yang menegangkan (dosen yang bahkan dijuluki The Godzilla oleh dosen lain). Pernah suatu saat puteri beliau yang masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar bilang ingin mati saja, menyesal sudah dilahirkan.

Dosen saya itu kaget, bilangnya 'jangan-jangan anak ini minta uang saku lebih lagi' tapi setelah ditelusuri ternyata si anak habis diajar pelajaran agama. Guru pelajaran agamanya itu memberikan pelajaran tentang Tuhan, bagaimana Tuhan akan menghukum orang-orang yang tidak menjalankan perintahnya dengan sangat kejam. Anak itu takut, mana ditambah-tambahi eyang kakungnya (yang katanya buta huruf atau apa oleh dosen saya) memberikan sebuah buku komik yang menceritakan nasib orang-orang di neraka (kan ada tuh ya jaman dulu itu komik-komik yang kaya itu).

Dan itu memperparah pemahaman anak tentang Tuhannya. Di sinilah sumpah serapah dari dosen saya dimulai. Beliau bilang, kalau neraka dan surga memang ada di dunia, maka guru agama itulah yang pertama masuk neraka. Tanpa keraguan! Karena dia telah menanamkan pada anak-anak sekolah dasar tentang Tuhannya yang Maha Pembalas Dendam, yang Maha Menyiksa, yang Maha Jahat Tak Terkalahkan.

Anak-anak akan takut, bahkan trauma, bukannya beriman malah akan semakin jauh dari Tuhan. Beribadah hanya karena takut lidahnya terpotong dua, punggungnya tersetrika atau badannya terbakar di neraka. Dan orang-orang yang seperti itulah yang sebenarnya dibenci Tuhan!

Kemana perginya Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang Maha Pemurah lagi Pemaaf?

Dan anak-anak kecil akan menelan semua yang diberikan padanya mentah-mentah.

Dosen saya tersebut menyuruh kami sebagai calon ibu dan calon bapak untuk berjanji, lima atau enam tahun lagi kami akan menjadi orang tua yang tidak seperti itu, melainkan orang tua yang mengenalkan Tuhan sebagai Tuhan yang memberinya kehidupan yang sempurna. Tuhan yang terlalu baik untuk segala ukuran kekejaman. Ajak mereka mengerti tentang taat beribadah karena mencintai Tuhan.

MENCINTAI TUHAN KARENA TUHAN MENCINTAI KITA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown