Rabu, 04 April 2012

Televisi

Mulai berfikir kalau mungkin suatu saat nanti, saat saya punya anak, saya akan memutuskan untuk tidak mempunyai televisi. Bukan apa-apa, saya cuma khawatir saja, sekarang ini banyaaaaak banget acara televisi yang isinya gitu-gitu aja. Membacot ngga penting yang akhir-akhirnya melecehkan orang lain. Mengata-ngatai orang lain. Menyebut orang lain dengan sebutan hewan atau semacamnya. Dan, itu dilakukan dengan rasa enteng tanpa merasa bersalah. Harus saya sebut apa itu?

Sedangkan pelakunya menjawab itu hanya untuk hiburan. Hiburan apa yang didapat dengan ucapan-ucapan 'hei, kamu pantat panci!' macam itu? Lalu apa yang kami,penonton,dapat? Anak-anak kecil kami memanggil temannya dengan sebutan-sebutan itu? Lalu tertawa. Lalu merasa bahagia? Masih belum lagi kalau ditambahi dengan pukulan atau dengan sengaja menyiram teman (yang berbuat kasar pada kita itu teman?!) dengan air atau memukulkan stereofom.

Lalu tertawa. Lagi.

Sayangnya untuk alasan apapun, saya tidak pernah suka dengan hal seperti itu, ditambah lagi acara-acara itu semakin mejamur saat ramadhan, saat sahur dan menjelang berbuka tepatnya. Dan kuantitas pelecehan dan mengata-ngatainya juga tidak berkurang, bertambah saja malah, Bukannya tambah pahala,bisa-bisa malah nambah dosa kan ya? Lha isinya njelek-njelekin orang aja kok. Terus, kami sebagai penonton harus bagaimana? Kalau ada orang yang bilang, orang harus pinter memilih, okelah, bisa diterima, tapi kalau di tivi isinya sama aja seperti semua. Apalagi yang harus dipilih dong? Alurnya memang ada permintaan ada penawaran, tapi tidak menutup kemungkinan ada penawaran ada semakin banyak permintaan kan?

Ada KPI sih, tapi apa, sekali dua kali ditegur nanti juga mulai lagi. Kasar lagi. Sudah kebiasaan sih ya. Susah diilangin. Mau jadi apa negara ini kalau orang-orangnya saja selalu disuguhi tayangan-tayangan kasar dan melecehkan. Katanya negara yang orangnya ramah-ramah dan baik-baik pula. Ya, rusuhnya demontrasi dan beberapa headline di koran-koran tentang kekerasan juge pembunuhan bisa jadi cerminan yang paling baik tentang moral kita.

Kalau sudah kaya gini, cukup bijak rasanya kalau saya memutuskan mungkin suatu saat nanti tivi tidak ada dirumah saya. Cukup internet kalau mau tahu tentang berita dan semacamnya. Toh, situs internet yang porno-porno bisa diblokir dengan mudahnya, pokoknya saya ngga rela kalau anak-anak saya kelak jadi anak yang kasar pada temannya, ucapannya, perilakunya, semuanya. Apalagi kalau kekasaran itu dari rumahnya sendiri. Dari televisi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown