Sabtu, 21 Juli 2012

menulis dan saya

menurut saya, menulis itu bukan hal yang mudah tapi juga bukan hal sulit. seperti sekarang, kelamaan tidak menulis membuat saya bingung mau menulis soal apa. mau buat cerpen susahnya ampun-ampunan. sebenarnya menulis itu seperti cinta, ada karena terbiasa. masalahnya sudah beberapa bulan ini saya mandek nulis cerpen atau apalah namanya itu sekarang jadi keterusan.

menulis yang baik itu menurut saya adalah yang hasil dari menulis itu bisa mempengaruhi pembaca, dari sudut pandang atau sekedar perasaan. penulis  yang baik itu tidak berarti penulis yang kesannya lebih tahu dari pembaca. misalnya hanya untuk menuliskan beberapa kata saja dia memakai bahasa-bahasa sansekerta atau bahasa jawa kuno untuk terlihat lebih 'waaah' iya kalau pembacanya ngerti, kalo ngga? masak harus surving di google dulu agar bisa ngerti? kecuali kalau memang cakupan pembacanya adalah orang-orang yang pinter di bidang perbahasa kuno-an seperti itu. saya malah yakin penulisnya sendiri tidak begitu paham kok, sebelum nulis pasti sibuk muter-muter cari kamus tebel cuma buat cari arti gunung, gajah atau apalah dalam bahasa yang orang awam ngga ngerti itu. cuma untuk satu hal. kelihatan keren. dan itu bagi saya ngga keren sama sekali karena ujung-ujungnya pembaca malah tanya ke si penulis, 'ini' artinya apa ya?

menulis yang baik itu yang kata-katanya sederhana, bahkan anak umur 8 tahun ngerti dan paham dan bisa sedikit menerima apa yang penulisnya ingin katakan. tidak perlu ada kata-kata berbunga-bunga kalau bisa dikatakan dengan sederhana tapi tetap indah dan mengena.

saya sering blogwalking ke blog-blog orang yang tidak saya kenal. dan saya sangat sangat sangat menghargai tulisan-tulisan yang dibuat secara personal tanpa khawatir apakah like yang didapat banyak atau tidak. menulis saja. dan kebanyakan yang melakukannya adalah anak-anak sekolah menengah lho. mereka menulis dengan sangat jujur.
proses menulis itulah yang paling menyenangkan. dan saya rindu saat-saat seperti itu. menulis hanya untuk saya sendiri. apa namanya? idealisme ya?

sekali lagi blog ini adalah rumah saya. semua tulisan-tulisan yang terdapat di sini adalah murni pendapat saya saja. mungkin teman-teman punya pendapat lain tentang menulis dan penulis yang baik itu seperti apa. kalau ada pendapat lain, bisa di share juga lho.

selamat habis tarawih. selamat puasa.

Kaos flanel unyuuu :*

Kali ini saya mau upload sebagian kecil dari kaos-kaos flanel yang selama ini saya bikin. Sebenarnya gambarnya ada banyak, tapi berhubung koneksi internetnya yang dari dari putus nyambung jadi ya terpaksa beberapa ini saja yang saya apload, mungkin besok-besok ada lagi.





Warna dan ukuran tersedia bermacam-macam, ada hitam, biru, pink, pink, kuning, hijau, dan masih banyak lagi. Dan untuk ukuran ada mulai dari 0 sampai dewasa (XL). Kain kaosnya lembut dan tidak kasar. Untuk pemesanan bisa hubungi facebook saya atau facebook yafata di sini ya. Terima kasih :D

Jumat, 20 Juli 2012

Toples flanel cantik


Saya udah pernah cerita kan ya di samping bikin kaos, saya juga bikin toples-toples cantik dari flanel. Hiasannya macem-macem, ada yang temanya bunga atau buah-buahan. Alhamdulillah beberapa bulan kemarin dapet pesanan lumayan banyak dan ini di antaranya :D






Yang jadi favorit saya adalah blackforestnya. It looks so yummy! If you want get some or more, feel free to say it by PM in my facebook account here. Thank you.

Jumat, 13 Juli 2012

mereka bilang tulus, kalau kita?

masalahnya adalah bagaimana kita benar-benar bisa menerima. tentang semuanya. orang-orang berbaju wangi itu bilang tentang semesta, kita mungkin hanya mengenal gubuk dan rumbai-rumbai atap saja. sekarang bagaimana pandang kita tentang tulus. kau pernah tanya tulus itu apa kan nak?
sayangnya untuk satu kata itu bapak kau inipun tidak tahu. sepertinya hanya Dia yang menciptakan tulus itu yang tahu.
dan tentang kayu bakar yang mengelituk saat bersentuh dengan api, dengan bulir-bulir keringat asin saat siang hari, tentang bintang-bintang yang menyembu atap kebocoran kita, itulah kita,di antara lubang-lubang yang hampir tak pernah tertutup.
bagaimana sekarang? tulus itu apa? bahkan definisinya saja kita msih meraba. lalu bagaimana?
pernahkah berfikir kalau kitalah, yang ada memegang keseimbangan dunia.
karena semua sudah diatur oleh Dia, dan Dia bahkan tak pernah sembarangan menciptakan, bahkan sebutiran debu sekalipun dibentuk dengan kerumitan yang tak pernah bisa kaubayangkan,nak.

Sabtu, 07 Juli 2012

thank you, harry

this photo from here

Salah satu buku seri yang saya benerbener saya mau dan harus ada di rak buku di rumah saya kelak adalah Harry Potter. Bukan untuk saya, tapi untuk anak-anak saya. Buku itulah yang 'membuat' masa anak-anak saya. Membuat saya yang sebelumnya cuma jatuh cinta pada Julian,Dick,Anne-nya Enyd Blyton, jatuh cinta pada dunia 'sihir'. Dan harry potter mengajarkan banyak hal. Banyaaaak sekali. Tentang teman, cinta, keluarga dan menjadi berani pada kehidupan.
Pertama kali kenal harry waktu saya umur 7-8 tahun, seri pertamanya saya pinjem di persewaan buku dan saya habiskan dalam satu dua hari saja. dan mulai saat itu saya benarbenar jatuh cinta padanya.
tante rowling pinter dan cerdas banget, kalau inget harry terlahir setelah berkalikali ditolak penerbit,bikin saya semangat untuk nulis, lagi, lagi dan lagi.
masalahnya sekarang adalah saya tumbuh dan besar bersama harry. atau dengan kata lain, harry dan saya tumbuh seiring. harry mulai ada saat saya SD dan tamatnya SMA (sepertinya)  sekarang kalau anak saya, saya kasih harry waktu umur 6 tahun,dan dia suka pasti inginnya langsung namatin harry, sedangkan untuk seriseri akhir sudah agak ke dewasa ya.
saya hanya sedikit khawatir, saya tidak ingin anak saya terlalu cepat dewasa.
aah, susah ya?! sekarang di tipi juga sering banget ada anakanak yang suaranya aja belum berubah dan jakunnya aja belum keluar udah nyanyi cintacintaan. oh, Tuhan.
but, overall, harry is a good choice to make my children' imagination up,i guess.
soal yang lainlain mungkin bisa saya komunikasikan sama suami saya besok :3

Jumat, 06 Juli 2012

My literary appreciation assignment (just my opinion)


ONE DAY,BUT NOT TODAY
A Deconstruction Theory in “The Scarlet Letter”

The Scarlet Letter is an 1850 romantic work of fiction in a historical setting, written by Nathaniel Hawthorne. It is considered to be his magnum opus. Set in 17th-century Puritan Boston during the years 1642 to 1649, it tells the story of Hester Prynne, who conceives a daughter through an adulterous affair and struggles to create a new life of repentance and dignity.
I think the best way to analyze The Scarlet Letter is use the deconstruction theory. Deconstruction theory in “The Scarlet Letter” is like a way in folding back the structure in the text. In one side, the main character is Hester Prynne. She is a sinner who gave birth before married and be a protagonist character. She is a tall woman with a strong, beautiful face and large dark eyes. Her firmness seen when she walked slowly and held her head high during she got her punishment. Even Hester felt angry, she never shows her feeling. Chillingworth, a doctor in Boston, say that he heard many good things about her in the town. People say that she was a good strong person with a warm heart.
And the other side, the antagonist is the people around Hester Prynne. They say that the governor is too kind to her and the punishment given to Hester Prynne is not the real punishment. People said bad things to her when they saw her in the street. They are unfriendly when she visited their house. Children follow her in town and shout at her. Some people see the scarlet letter on her breast and turn away. They only played games about churches. Sometimes they shouted bad things at her. Some people in the town want to take Hester’s daughter away, they say that Hester not teaching her the right things.
By the binary opposition above we know that Nathaniel Hawthorne wants to show us that Hester Prynne is a good person even she did a big sin in the past. He wants the readers to give sympathy to her and blame the people who punished her. In addition, Hester was rejected by the them even though she spent her life helping the sick and the poor and doing what she could to help them. By wrote this story, Nathaniel Hawthorne wants to show people in 19th century that women should had better position in a society. It also provokes the reader to the decision and value judgment on the issue of primacy of the natural or of the supernatural principles (God). Unfortunately, in that time people still do not ready for the equality. He showed it by Hester Prynne said that someday women will be the same as man.
I think that The Scarlet Letter is a good story. It brings a new idea in American life in that time. People started to open their mind and think about equality in gender because in that time, men had the higher position than women and that condition is bad for women. I also think that we’d better to judge or see other people by their kindness, not only by their sin and punished them by ourselves. Only God has a right to judge a man.

Kamis, 05 Juli 2012

edisi kenapa

halo, apa kabar?
saya baik, walo dengan leher yang capek kebanyakan belajar (engga ding). Tapi ngga seluruhnya salah, saya lagi UAS ini dan Jumat besok ada dua makul yang dua-duanya saya belum belajar. Sebenarnya saya lagi bete banget akhir-akhir ini. Belum juga dimulai, latian CCU sudah bikin saya males habis-habisan. Kenapa perform tanggal 16? kenapa mulai sabtu ini harus latian tiap hari? kenapa kelompok saya seperti seadanya gini? kenapa saya jadi ngga bisa pulang bahkan saat dandangan di kudus lagi rame"nya? kenapa bapak seneng banget nelponin saya pulang kapan buat sukuran mobil barunya? kenapa? kenapa?

jujur saya ngga bisa ikhlas, harusnya minggu ini ujian saya udah lunas, kecuali translation yang yang mundur jadi minggu depan, tapi seharusya kan setelah itu selesai kan? bisa pulang kan? bisa full ngerjain pesenan toples, kaos, atau bros atau apalah itu semua.

tapi harus gimana lagi? tapio masak latiannya harus setiap hari? yang latian siapa? paling cuma rizqi sama dua-tiga orang yang tampil. kita kan sederhana, konsepnya aja bener-bener-bener sederhana, ngga kaya kelompok sebelah yang ceritanya aja riwehnya ampunampunan.
saya bukannya nyalahin rombel saya ya. saya ngga nyalahin siapasiapa, saya hanya menyalahkan saya yang ekspeksati saya terlalu berlebihan soal liburan, that's it!

dan, saya capek.
sangat. semangat saya semester ini sudah habis masa berlakunya.

saya ingin pulang.
Yellow Crown