Jumat, 13 Juli 2012

mereka bilang tulus, kalau kita?

masalahnya adalah bagaimana kita benar-benar bisa menerima. tentang semuanya. orang-orang berbaju wangi itu bilang tentang semesta, kita mungkin hanya mengenal gubuk dan rumbai-rumbai atap saja. sekarang bagaimana pandang kita tentang tulus. kau pernah tanya tulus itu apa kan nak?
sayangnya untuk satu kata itu bapak kau inipun tidak tahu. sepertinya hanya Dia yang menciptakan tulus itu yang tahu.
dan tentang kayu bakar yang mengelituk saat bersentuh dengan api, dengan bulir-bulir keringat asin saat siang hari, tentang bintang-bintang yang menyembu atap kebocoran kita, itulah kita,di antara lubang-lubang yang hampir tak pernah tertutup.
bagaimana sekarang? tulus itu apa? bahkan definisinya saja kita msih meraba. lalu bagaimana?
pernahkah berfikir kalau kitalah, yang ada memegang keseimbangan dunia.
karena semua sudah diatur oleh Dia, dan Dia bahkan tak pernah sembarangan menciptakan, bahkan sebutiran debu sekalipun dibentuk dengan kerumitan yang tak pernah bisa kaubayangkan,nak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown