Jumat, 02 November 2012

midnight talk

Pernah ga ngelakuin hal yang aneh banget semacam kita disakitin orang, kita diboongin orang tapi kita masih aja pura-pura ga tahu? Dan kita dengan polosnya masih pasang wajah sumringah di depan dia. Masih pasang muka semangat banget denger ceritanya. Saya pernah. Dan rasanya parah banget. IYA.
Saya sebenarnya bisa aja saya bilang 'kamu kok gitu sih? padahal aku lihat dengan mata kepala pundak lutut kakiku sendiri apa yang kamu lakuin, dan it wasn't what friend should do to her friend.' Tapi saya memilih untuk tidak. Saya, bagaimanapun juga masih memikirkan perasaan teman saya itu, saya ga bisa bayangin bagaimana dia menjawab kata-kata saya. Saya yakin saya benar dan di posisi yang jelas menguntungkan untuk menjatuhkannya. Menjatuhkannya setelah mengecewakan saya. Analoginya seperti kita sedang naik mobil lengkap dari SIM sampai BPKB, jalan di jalur pelan-pelan ga ngebut, lihat kanan kiri sambil kaki stand-by di rem semisal ada sapi mau ngelahirin tetiba lewat dan kita ga ngeh, lampu, klakson, spion, ban, rem, bensin apalah semua oke. Tapi ada mobil lain yang seenaknya aja jalan keceng ugal-ugalan pula dari arah depan. Sempurnanya, kita ketabrak.

Bohong kalau bilang itu ga sakit. Bohong kalau bilang itu ga papa.
Saya ga tahu apa yang bisa membuat saya seperti itu. Tapi tetep aja seseorang memang perlu banget merasa sakit biar kuat, biar lebih bisa hati-hati bahkan sama temen sendiri. Saya ga bakal bilang pura-pura ga sakit itu gampang, itu susah meeeen. Tapi sayangnya, sakit dan menjadi menye ga akan merubah apapun, kalaupun iya efeknya akan sementara. Dan marah-marah ga jelas hanya bakal buat saya rugi tenaga dan waktu.
This is the real jungle. They say, inilah dunia orang dewasa.

Somehow, kita juga butuh obat, obat yang membuat kita bertahan di jalan yang waras. Dan obat itu, waktu namanya. Bagi saya,obat itu bekerja ;)
dan satu lagi yang saya percaya; menjaga perasaan orang lain ga akan pernah salah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown