Senin, 30 September 2013

modus tuhan

semua kejadian 5-6 minggu terakhir ini menyadarkan saya bahwa tuhan punya modus sendiri dengan rencananya. tuhan cuma mau saya lebih dewasa, lebih cerdas menjaga hati dan emosi, lebih cerdas berfikir 'ternyata di dekat kamu ada lho yang seperti ini' dan lebih memposisikan diri sebagai orang lain. dan tuhan punya caranya sendiri membentuk saya menuju sana. menjadi gadis berumur 20an yang mulai berfikir matang.

saya dikelilingi orang-orang yang sayang sama saya (setidaknya saya membentuk pikiran seperti itu) saat kata pulang menjadi barang langka buat saya, saya cukup datang ke depan kelas yang saya ajar, mendengarkan sebagian dari mereka bicara apa saja. perasaan diterima itu cukup melegakan.
ditambah lagi perasaan sakit, kecewa, bahagia, puas, senang, cinta.
ah, yang terakhir ini cukup membingungkan.

tuhan, sekali lagi terima kasih :)

Kamis, 12 September 2013

perasaan senja



jika kau tanya perasaanku saat itu, maka akan aku jawab ia seperti senja.
tidak merah, tidak kuning, tidak biru, tidak pula hitam. ia hanya sepotong warna baru bernama senja.
entah apapun itu definisi senja bagi sebagian orang, bagiku senja adalah perasaan ketika aku menekan tombol hijau di jalan menuju pulang dari seorang kawan. lalu kabar itu datang, kabar beraroma kematian. beliau (akhirnya) berpulang setelah setahun lebih jatuh sakit, tak sanggup bangun bahkan menelan makanan.
beliau, seseorang yang kupanggil embah.
aku tidak menangis saat itu,aku berusaha tenang dibalik punggung seorang teman. tidak ada air mata di sana, entah apa karena aku sudah menyiapkan hati jauh-jauh hari sebelumnya atau karena apa. ada kesedihan yang sangat, tapi hambar. aku hanya bisa merapalkan doa-doa di sepanjang jalan, beberapa bait alfatihah dan sepucuk doa sederhana tentang pengampunan dosa untuknya di sepanjang jalan yang entah apa namanya (setahuku di kiri kanan hanya pohon dan perdu liar). aku tidak ke rumah hari itu, ada beberapa alasan yang tidak memungkinkan untukku kesana. 'yang penting adalah doa' kata bapak. aku mengangguk.
berusaha merapikan kenangan tapi tetap tidak banyak yang tersisa. mungkin itu yang membuatku tidak berair mata.
aku mencintainya, itu saja.
kembali lagi, darahku sebagian miliknya.
dan doa adalah satu-satunya yang bisa kuberikan.. semoga bertemu di surga..

Selasa, 03 September 2013

a-must-thing-to-talk-about

bertambah lagi satu hal yang akan saya hindari jauh-jauh kalau saya punya anak besok. membawakan anak saya motor. sebelum berumur tujubelas. sebelumnya saya mau cerita tentang kejadian hari sabtu kemaren. tiga anak di lingkungan kami tinggal sementara selama PPL ini ada yang kecelakaan.

dua orang kelas 7 SMP -satria dan david- dan satu orangnya lagi masih duduk di kelas 5 SD -galang-. masalahnya galang adalah salah satu anak yang tiap jumat main ke tempat kita untuk belajar bareng. Jumat kemaren dia juga masih dateng bawa buku IPA buat belajar bareng Susi, Imam dan Bahtiar. gimana kita nda lemas ya dengar kabar mereka naik motor bertiga, alasannya mau pinjem buku ke rumah temen, tau-tau terjadi kecelakaan di jalan raya. David yang posisinya di belakang mental dan bagian belakang kepalanya hancur. meninggal seketika. David, yang bawa motor di depan, sampai saya tulis postingan ini masih kritis dan belum sadar. Saat ini dirawat di rumah sakit Jogja. Galang, the luckiest one yang duduk di tengah 'hanya' dapet tujuh jaitan di lutut kanan kirinya dan sekarang masih trauma. 

See, anak-anak SMP itu udah mulai dibolehin bawa motor sama bapak-ibuknya. kelas satu SMP. ngga tahu ya, saya masih belum bisa menerima alasan apapun untuk membolehkan anak kelas satu SMP bawa motor. bagi saya umur segitu masih belum bisa apa-apa. oke, mereka mungkin udah bisa mbedain ini rem, ini gas, ini kopling. tapi gimana dengan pikiran mereka yang masih labil, yang pengen eksis keliatan keren dengan gas-gasan segala macem di jalanan. terus siapa yang mau disalahkan? orangtua? bisa jadi.

saya pernah baca tulisan seseorang yang bisa saja menuntut orang tua yang mengijinkan anaknya yang belum cukup umur naik motor sebagai pembunuhan berencana. I am totally agree. orang tua jaman sekarang mungkin terlalu memanjakan anak (kalau tidak mau dibilang memanjakan dirinya sendiri). anak diberi motor biar kemana-mana bisa sendiri, orang tua terlalu sibuk dan ngga punya waktu untuk nganter kesana-kesini. yaudah, untuk gampangnya beliin satu motor, beres semua urusan.
padahal orang tua bisa jadi kurang awas pada anaknya, si anak pergi tanpa ijin, entah kemana, tanpa helm. ditambah lagi dengan kecurangan yang 'harus' dilakukan untuk pembuatan SIM untuk anak di bawah umur.

talking about facts around us. udah bukan barang rahasia kalau sekarang anak SMP sudah punya SIM. SMP jeeeek, yang mbenerin baju aja masih perlu dibantu, yang paling pol paling umurnya 15an, udah punya SIM.  Great!

Selain rumah tanpa TV semoga motor bukan untuk 'anak kecil' juga bisa saya terapkan  di rumah saya kelak. saya tidak mau mengingkari motor adalah kendaraan paling fleksibel untuk saat ini,tapi untuk anak SMP?! please... saya insya allah siap nganter jemput anak saya kalau memang harus begitu, saya cuma ingin menjaga anak-anak saya dengan bener, itu aja.

Dear, futurelife partner, sebelum punya anak ini jadi 'a-must-thing-to-talk-about' ya..

cinta diam-diam

a boy. and a girl. by *frixin on deviantart
pict from here

tidak ada yang lebih manis dari cinta diam-diam, yang disembunyikannya dalam degup tertahan, dalam senyap dan dalam rapal doa-doa bersahaja. mulut kita bicara, kadang tentang cuaca, artis ibukota atau judul buku baru di toko sudut kota, tapi hati nyatanya tidak.
hati terlalu diam, terganti dengan huruf-huruf yang terpaksa keluar menggantikan ucap suara. cinta diam-diam tertambat di catatan harian. menjaga yang tak terungkap tetap berlabel rahasia. meski kita di depan pintu yang sama, tapi kita masih enggan membunyikan bel selamat datang. menanti waktu menjawab apakah ia akan jadi kenangan-kenangan atau malah tetap bertahan.
cinta diam-diam, sebagian orang bilang itu perlu diungkapkan.

bagiku, cinta diam-diam itu menentramkan.
 

Sabtu, 31 Agustus 2013

melupakanmu

paper boat over the sea by =satrapi on deviantart
pict from here
melupakanmu yang pergi,
meninggalkan kenangan yang pernah kita bagi,
kenangan yang pernah jadi harta kita yang berharga,
menutup semua prosa, membakarnya jadi abu kehitaman,
mungkin bisa jadi ini kali terakhir aku menuliskan namamu
di sajak berlagu,
lalu melanjutkan hidup
sudah saatnya kita tutup dulu,
mungkin Tuhan mau beri waktu
untuk kita cari tahu, pada siapa hati kita kembali bertuju...


Jumat, 30 Agustus 2013

padamu


infectiousgroove: artpixie: efeitos realistas&160;?? %%% blog cnn %%% - curiosidades na net on vi.sualize.us this is so creative
pict from here

lidah, tetiba kelu

dada, tetiba berdesir

nafas, tetiba sesak

jantung, tetiba meloncat

langkah, tetiba tertahan

kamu, tetiba datang

kamu, tetiba senyum

ada yang tetiba jatuh: hatiku padamu.

ceracauan habis ngajar



Somehow it is true and i agree with it. Mana ada cewe yang ngga suka dikasih perhatian. It likes mana ada cowo yang ngga suka liat cewe cantik. It surely a fact of live. Masalahnya adalah ketika para lelaki ngasih perhatian berlebihan sama perempuan yang parahnya bisa diartikan lain oleh para perempuan. Some people called it 'PHP'. Saya sih nganggepnya PHP itu ngga ada kecuali ke-GR-an belaka. yah, tapi kalo laki-laki yang tebar perhatian, itu adalah masalah menurut saya.

Perempuan entah kodrad atau apa adalah makhluk yang paling mudah jadi korban per-PHP-an. Dibaikin dikit, melting. Dialusin dikit, bilangnya ditaksir. Yup, itulah kami.
Sayangnya ada beberepa makhluk yang entah sengaja atau tidak menggunakan kesempatan itu untuk entah-apa ya-namanya menjadi super baik sama perempuan. ngga ada salahnya kok baik sama orang lain, sama perempuan apalagi. tapi pelis, jangan terlalu.

Kami suka sekali dibaikin, iya suka sekali. karena menurut saya sih, perhatian laki-laki itu something precious. dan lelaki yang baik ngga mudah ngumbar perhatiannya ke banyak perempuan. perhatian yang terlalu diumbar jadi ngga ada harganya lagi. apalagi yang dilakukan berulang-ulang. saya -sebagai perempuan yang insya allah tulen- jadi risih sendiri ngeliatnya.

Bersikap yang sewajarnya tetep jadi pilihan yang terbaik. bukan berarti tidak jadi baik sama orang lain, saya deket kok sama laki-laki, patronus saya ngga ada yang perempuan juga. semua laki-laki. semua baik. bisa ng-pukpuk-in saya dengan baik kalo lagi menye.

yah, jadi lelaki yang baik itu somehow penting banget. tapi sekali lagi pelis, jangan dijual murah ya itu perhatian semacam beli seribu dapet tiga ke perempuan sana. kasiani kamilah, para perempuan pendapat perhatian yang diumbar. gimanapun juga PHP itu ngga enak banget rasanya. oke?

sebenernya saya ngomong apa sih, saya juga ngga ngerti.
salam nganggur habis ngajar
:3

Rabu, 28 Agustus 2013

Tetiba teringat



pada suatu malam di satu warung kopi di sudut kota, aku dengan teh aroma beri dan seorang kawan lama yang duduk dengan float rasa vanila, bertanya perlahan 'benarkah?', aku tersenyum sepat, menerawang.
entah darimana kabar itu berasal -tentang perpisahan- aku merasa tidak terlalu mengumbar di jejaring sosial, yang banyak mereka-mereka gunakan. kecuali disini, mungkin tapi aku ragu orang-orang dari dunia nyataku sering berlabuh kemari, termasuk dia penanya yang membuatku mengigit bibir.
aku mengangguk,'begitulah...tuhan punya rencana sendiri'.

perempuan itu tersentak, dan mulai bertanya sejak dan kenapa. aku menjawab pertanyaan pertama mantap tapi tidak untuk yang kedua. aku meragu harus menjawab apa, kenapa adalah pertanyaan yang paling kuhindari bahkan untuk diriku sendiri. kenapa.

perempuan itu dengan polosnya bercerita tentang taruhan bahwa kamilah yang nantinya pertama, memberi kabar bahagia tentang dua keluarga yang disatukan, tentang undangan dan kehebohan memilih kebaya pesta. perempuan dari waktu seragam putih abu yang lugu dan aku yang pura-pura tersenyum. aku berusaha mengangkat dagu, menutup perasaan aneh yang tak sanggup untuk sekedar aku sebut. bukan penyesalan, tapi lebih ke- bisa tolong jangan lagi diingatkan?

aku tersenyum lagi, untungnya dia mengerti.
pembicaraan terhenti. satu, dua jeda. hanya ada akustik mengiringi.

malam mulai matang lalu kami harus buru-buru pergi.

Minggu, 25 Agustus 2013

Tujubelasan

Sebelumnya saya mau ngucapin Dirgahayu Republik Indonesia, semoga semakin ramah pada penduduk yang kadang bawel tapi masih juga cinta pada negerinya sendiri ini.Semoga semakin baik dan baik.
Tulisan ini harusnya dipublish sekitar tanggal 17an tapi apadaya, males dan banyak kerjaan melanda. Bagi yang sudah kenal saya lewat blog pasti tau lah ya, kalau saya sering banget publish late post semacam ini. Ahihi.
Jadi ceritanya hari itu tanggal 16 Agustus siang, saya yang dateng ke kontrakan sehari sebelumnya baru selese beberes sekedarnya. Seharian ga ada kerjaan. Menye bawel 'enaknya ngapain yaaa' ke susi. Lalu tetiba si Imam dateng, ternyata beliau juga lagi bingung ngapain di kosannya. Bertambahlah satu orang yang terancam luntang-luntung seharian itu. Bagus.

Sampai pada jam 3, akhirnya ada kunjungan mendadak dari ibu yanti-yang pernah saya ceritakan di post sebelumnya- yang meminjami kasur, bantal dan segala keperluan merem kami bertiga. Beliau meminta kami untuk jadi panitia acara tujubelasan RT 05 untuk nanti malam. IYA, MALAM ITU JUGA.
Saya sampe beberapa kali tanya 'kapan bu?' buat memastikan itu benar untuk malam itu atau bukan. Well, kami langsung meluncur ke tempat acara, lebih tepatnya ke rumah ibu yanti. Di sana udah ada beberapa anak kecil yang main-main, saya ikutan main dong ya walaupun sebentar karena mesti mbantuin si Imam dan Susi nyusun rencana masa depan untuk lomba tujubelasannya.

Setelah berdiskusi sedikit akhirnya nemu juga gambaran kasarnya lomba apa aja untuk malem itu. Misalnya ada lomba 'iya-iya-tidak-tidak' ala program kuis sc*v, lomba tebak lagu perjuangan, lomba baca teks proklamasi dll. Setelah dapet gambaran itu kita langsung diserahi tugas mbungkus kado buat pemenang. Itu dalam posisi sedikit lagi magrib dan kami belum nyiapin file lagu dan semacam tetek bengek perlengkapan lomba. Imam ijin balik kosan, mau mandi dan makan. soalnya sedari tadi siang beliau belum makan, dan waktu ditawari ibu-ibu tetangga buat makan beliau ewuh kalau makan sendirian soalnya saya dan susi masih kenyang saat itu.

Kita sudah heboh ya, di kosan cuma berdua sedangkan banyak hal yang belum keurus. coba menghubungi yang lain, tiga orang cewe yang lain baru bisa dateng habis magrib. Habis magrib, imam dateng, bawa dadang. Langsung ngurus kelengkapan lomba, saya online nyari rekaman pembacaan teks proklamasi. Bu Yanti beberapa kali mampir kosan, tanya apa sudah siap. Serba ributlah.

Di jalan ketemu tiga cewe yang lain, langsung meluncur buat bungkusin hadiah lombanya. Saya dan imam masih tentang soal teknis lomba, donlot ini itu yang-gagal-mari-usaha-lagi. Anak-anak pada rieweuh tanya 'mbak ini lombanya mulai jam berapa?' sampai akhirnya semua beres dan  jam setengah delapan lebih acara arisan baru dimulai. Iya, arisan. Ternyata sebelum acara tujubelasan itu ada acara acara arisan dulu. Pikiran saya udah kemana-mana, semacam 'haduh ini anak-anak apa masih pada semangat kalo mulainya aja dari jam 8 gini'. Saya sms imam yg duduk dibarisan para pria untuk tanya keadaan anak-anak katanya, Dewa -salah satu anak favorit saya- sudah tidur. Semakin kepikiran. Haduh, haduh, haduh.

Acara arisan selesai, lanjut ke acara seneng-senengnya. Isti,yang ditunjuk jadi MC dari tadi duduk di deket saya udah ga keitung bilang 'haduh, piye iki? kamu ajalah nik yang jadi MC'. Saya cuma cengengesan aja.
Saya agak lupa urutan lombanya tapi intinya sih lomba dibagi jadi tiga kategori; anak-anak, dewasa (bapak-bapak dan ibu-ibu) dan umum. Mulai dari lomba nyanyi, proklamasi, sampai goyang caesarpun ada.

lomba nyanyi
Para pemenang

Pemenang kategori ibu-ibu

pemenang kategori bapak-bapak
Isti dan Dadang sebagai MC acara


Anak-anak yang sebelumnya ngantuk bahkan Dewa sampe udah tidur, jadi semangat lagi. Jadi ketawa-ketawa lagi, jadi teriak-teriak lagi. Aaah :')


Masih banyak sebenarnya yang belum terdokumentasikan, misalnya waktu goyang caesar bersama, mana Ivan semangat banget pula jadi insrukturnya. Seorang ivan coba yang kalau diliat sekilas jaimnya ampun-ampunan bisa total mimpin bapak-bapak ngikutin dia.
Bapak-bapaknya juga banyak yang antusias, walaupun barisan yang bagian ibu-ibu sudah mulai berkurang karena pada banyak pulang.








Setelah acara itu kami jadi tahu, oh itu yang namanya pak Kuatno, rumahnya di sana, ini yang namanya Ridwan anaknya bapak anu rumahnya situ, ini yang namanya Pak itu rumahnya sana dan semacam itu. Rasanya puas banget dan bangga banget sama diri sendiri, kalau inget kita baru dikasih mandat jam 3 sore tadi tapi acaranya bisa semeriah itu. Kata mas putut si empunya rumah sebelah bilang kalau acara RT 05 adalah yang paling meriah. Bu Yanti juga beberapa kali bilang terima kasih. Senangnyaa.








Semoga kegiatan yang cuma sebentar ini cukuplah buat kenang-kenangan warga sini dan kami bisa saling kenal, saling akrab. Siapa tahu dijadiin menantu juga #uhuk.
Ini cerita tujubelasanku, ceritamu mana?

Kamis, 15 Agustus 2013

doa

pict from here
Ketika tangan-tangan kalian mulai keriput menganyam mimpi terakhir, aku dengan egoisnya merebut dan mengacak-acak anyaman itu sehingga tak berbentuk benda. Mungkin karena akulah kalian masih pegal malam-malam, diam-diam memasang koyo dua ribuan di kaki dan punggung yang tegang habis bekerja. Padahal seharusnya malam adalah ketika kalian berfikir besok mau main apa dengan kaki-kaki kecil penghambur tawa; cucu-cucu kalian.

Karena bisa jadi akulah penjahat kelas dunia, karena pundi-pundi yang kalian kumpulkan dari kepingan lusuh itu kurampas dengan seenaknya. Menggantinya dalam urusan buku dan tetek bengek perkuliahan. Memaksa kalian menggadaikan mimpi yang sekarang tak lagi kalian berani mengharapnya. Mimpi yang dulu kalian tatap dengan percaya diri dan 'ya' mantap kini berganti pasrah diikuti 'terserah tuhan saja'. Dan aku bisa-bisanya masih berhaha-haha bahagia.

Maaf telah menjadi pohon yang tidak meneduhkan, maaf telah menjadi benalu yang menyusahkan. Maaf atas mimpi yang terpaksa tergadaikan. Maaf atas segala lelah, peluh dan lara yg selalu tertorehkan. Maaf atas tanah suci terpaksa masih termimpikan. Maaf atas sesuatu yang hanya berbentuk doa 'secepatnya...secepatnya'.

Rabu, 14 Agustus 2013

pulang dan ja(t)uh

pict from here

dan ketika saya memutuskan untuk pulang, mungkin namanya yang akan saya sebut pertama sebagai penanggung jawabnya. saya memutuskan untuk pulang setelah melalang ke dunia seberang, ke dunia yang memaksa saya menggunakan bagian otak saya yang lain, selain yang saya gunakan untuk bermain kata seperti sekarang. dia, sang pemilik surat-surat yang tak pernah sampai adalah jawaban dari semua pertanyaan kenapa. tidak, saya tidak pernah mengenalnya dan jangan pernah bertanya soal bersapa tentu kami sama sekali tidak pernah.
takdir membawa saya pada laman ceritanya. kata-katanya dan kenyataan bahwa dia adalah sosok pria muda -bahkan setahun lebih muda dari saya- membuat saya meledak, bagaimana seorang pria mampu membuat kata-kata manis semacam yang dia goreskan.

ah, dia  yang membuat saya ingat jalan pulang. bait-bait yang diciptakannya seperti penunjuk arah-saya-harus-kemana. dan benar, itu semua membuat saya pulang. terima kasih sudah banyak bercerita, terima kasih sudah menuntun saya pulang. entahlah, rasanya bisa kembali pulang itu melegakan, saat orang bahkan bertanya tentang kapan, saya akhirnya bisa menjawab 'sudah'.

terima kasih sudah begitu menginspirasi bahkan ketika saya belum memulai dengan ja(t)uh mu yang pertama karena takdir belum mengijinkan, aku sudah jatuh cinta. ya, aku jatuh cinta pada prosamu, padamu. terima kasih sudah menjadi yang seperti Dee untukmu. mungkin kamu adalah Dee-ku. sekali lagi, terima kasih semoga saya bisa menangkap ja(t)uh-mu secepatnya.

Selasa, 13 Agustus 2013

Selamat pagi, perasaan...

picture from here
Pagi, sekitar pukul enam lebih lima saat aku mulai mengetik ini. Memakai earphone putih yang tersambung pada ponsel sewarna. Ada beberapa alunan yang beberapa hari ini kuputar lagi lagi dan lagi. Yang kadang membuatku menerawang dan menghela setiap jeda. Tidak ada kata-kata puitis di sana, karena alunan ini hanya bernada tanpa berkata. Lalu aku mulai menerka sebenarnya apa yang alunan ini katakan. Bahagiakah? Sedihkah? Cintakah?

Alunan ini mungkin seperti perasaan yang kadang tidak selalu harus menjelma kata untuk dirasakan. Perasaan cinta akan tetap menjadi cinta tanpa perlu dileburkan dalam bicara, pun sama dengan peraasaan yang lainnya. Perasaan tidak akan berkurang harganya juga tidak akan bertambah harganya dengan kata-kata. Perasaan akan tetap jadi perasaan.

Lalu kapan kita tahu itu bahagia, sedih atau cinta?
sayangnya Tuhan terlalu baik sampai-sampai tidak lupa menitipkan sesuatu bernama hati pada kita, dan menerjemahkan perasaan adalah salah satu pekerjaannya.

tenang saja, sesuatu yang dicipta dari hati akan diterima oleh hati tanpa pernah tersesat atau salah alamat.


*sedang mendengarkan beberapa alunan dari Yiruma, silakan ke laman pencarian lalu biarkan perasaanmu menerka, alunan ini bicara tentang bahagia, sedih atau cinta?

Senin, 12 Agustus 2013

Jatuh cinta

from here

tadinya aku tidak tahu apa nama perasaan ketika bumi kehidupan seolah berotasi pada satu titik,padanya.
ketika jantungmu terasa melayang bahkan ketika seseorang itu hanya berjalan mendekat,
atau jantungmu yang tiba-tiba seolah meledak ketika seseorang itu bilang 'maaf ya' atas senggolan tidak sengaja saat mengambil gorengan di kantin sebelah,
aku berusaha menemukan definisinya pada sahabat
sampai mereka-mereka tertawa lalu perlahan mengeja dua kata, jatuh-cinta.

melewati waktu dengan menggenggam perasaan sendirian
lalu perlahan aku mendewasa dan seseorang itu juga, kurasa.
aku penarasan apa perasaan yang mereka sebut jatuh cinta punya kadaluarsa
karena kenangan tentangnya nyatanya tak menyisa
lucu, karena tulisan-tulisan masa putih abu dulu ku yang penuh dengan aroma itu sekarang hambar

kemana jatuh cinta itu pergi?
apa matahari menguapinya? apa hujan meleburkannya?
apa jatuh cinta bisa jatuh lalu menghilang?

kalau sampai perasaan berdebar itu datang lagi,
-entah pada seseorang yang saat ini sedang menyeduh kopi di mejanya, atau pada pegawai yang mengerjakan laporan bulanannya, atau pada seseorang yang mengumpati tim jagoannya, atau pada siapa saja- apakah itu disebut jatuh cinta atau bangun cinta? karena seperti kataku tadi, cinta pernah jatuh lalu menghilang,

sebenarnya jatuh cinta itu, apa?

Jumat, 02 Agustus 2013

Diary PPL #1

Alhamdulillah bisa posting lagi, kali ini dan beberapa postingan ke depan mungkin saya akan cerita soal kegiatan saya sekarang sampai 3 bulan ke depan. Yup, saya sebagai anak semester 7 wajib ikut PPL, PPL itu apaan sih? gampangnya sih sebut aja latian ngajar ke sekolah, secara saya kan kuliah di prodi kependidikan.

Seperti yang udah saya tulis kemaren, saya dapet tempat PPLnya di SMPN 1 Mungkid, Magelang. Bersama 17 orang lainnya yang sebelumnya kenal aja ngga (kecuali Bachtiar yang emang satu jurusan) kami 'dipaksa' untuk adaptasi dan menjadi keluarga. Adaptasi apa? Disini dingin banget jeeeek. Enak sih, tapi malam pertama disini nyaris ga bisa tidur karena kedinginan >.<

Pertama berangkat ke Mungkid itu beberapa jam setelah upacara penerjunan se universitas. Kita janjian kumpul dulu baru berangkat sama-sama naik motor. Berasa pindahan dengan barang-barang yang ga sedikit meeeen, itu aja belum cukup buat saya, rencananya nanti habis lebaran mau ke sini lagi bawa semacam magic com dan kawan-kawannya.

saya dan susi


Perjalanan ke Mungkid saya diboncengin sama Panji, anak dari jurusan biologi. He's so kind to me. Even he was try to make sure that i am okay with 'kamu takut ga?' saat musti nyempil-nyempil diantara truk bis gede yang kena macet atau he said 'kamu mau lewat bandungan?' ayolah, lewat mana aja buat saya mah sama aja gataunya, asal cepet dan selamat ya udah. Badannya yang gede cukuplah jadi penghalau angin buat saya hahaha. He was so friendly, saya yang buta navigasi beberapa kali tanya ini-itu dengan sabar dijawab tuh sama Panji bahkan dia cerita banyak soal temanggung, kotanya. Ga ada alesan ga nyaman selama perjalanan. Makasih Panji *BIGHUG*


maceeet!

Sebenernya saya datang ke Mungkid aja saya belum dapet kos lho, rencananya saya bakal sekosan sama Susi dan satu anak lagi dari Geografi bernama Dyah. Waktu itu sama sekali belum ada bayangan mau tidur dimana. Tapi Dyah udah berusaha berhubungan dengan salah satu guru bahasa Inggris di sana yang menyanggupi bantu nyariin kosan buat kita. Yawes sing penting mangkat sik.

Tapi Allah emang superb kerennya. Bu Yanti, guru bahasa inggris tadi udah nyariin tempat buat kita, lokasinya ga jauh dari tempat beliau. Deket banget malah. Semacam kamar tapi ruang tamu ga kepake punya pemilik warung dan warnet yang juga punya kolam ikan dan ternak bebek. Hahhaha. Lain kali saya akan cerita detilnya ya ;)



Ini kasur kami dipinjami sama bu Yanti, baiiiiik banget lah beliau ini. Termasuk sprei dan bantalnya. Masih juga dibantu beberesnya dan dijamu takjil yang banyaaak banget di rumah beliau. So Then which of the favours of your Lord will you deny? banget lah hari itu. Selama proses pindahan itu, kami dibantu bapak ketua kami,namanya Imam. Padahal beliaunya sendiri belum beberes barang pribadinya lho. Udah harus bantuin kita angkat-angkat kasur, kursi dan meja. Ah, terima kasih :')



Ya, hari pertama kira-kira seperti itu. Paginya kami ada acara serah terima pasukan PPL di sekolah. Sama sekali ga ada banyangan seperti apa SMPN 1 Mungkid itu sebelumnya, informasi dari internet juga ga lengkap-lengkap amat. Cuma tahunya SMPN 1 Mungkid itu adalah salah satu SMP tertua di kabupaten Magelang, sekolah yang dulunya dikasih nama SMP Blabak ini lokasinya di pingir jalan raya Magelang-Jogja. Tapi yakin deh, sebentar lagi saya dan teman-teman bakal sedikit lebih tahu lagi soal sekolah ini, dan yang paling wow-nya kami akan jadi bagian dari sekolah ini. Sounds great!

Sekian untuk malam ini, banyak cerita yang akan saya publish nanti eh besok ding,
selamat datan 3 bulan, yang baik yaa~
dan HAPPY HOLIDAY!

Kamis, 18 Juli 2013

A Gentleman's Dignity (A random review)

Setelah bikin review tentang Big di sini saya mau bikin review lagi tentang salah satu drama korea favorit saya, hahaha. Judulnya A Gentleman's Dignity. Seperti sebelumnya, saya ga akan kasih gambaran panjang lebar dan lengkap tentang drama ini, jadi silakan diintip sendiri sinopsisnya di sini.

from here
 Drama korea ini beda, itu yang pertama ada di pikiran saya waktu nonton episode pertamanya.  Jujur awalnya saya sempat underestimate sama drama ini, karena pemain utamanya para ahjussi-ahjussi umur 40an. Hello! Tapi setelah nonton episode pertama susah juga ga nagih buat nonton episode-episode selanjutnya :D

Pertama, pemilihan karakternya pas, keempat pemain utamanya bermain konsisten dengan bagus sekali. Dan yang paling penting adalah masuk akal. Tidak ada karakter yang terkesan dipaksakan di sini. Kita bisa mengerti kenapa Yi Soo bisa menangis, marah atau kesal. They keep the story in realistic line!

from here

Kedua,jalan ceritanya yang segar tapi kena sekali. Mungkin bagi penggemar drama korea sudah biasa kalau menonton drama yang para pemainnya masih di usia sekolah dengan jalan cerita yang ringan dan segar, tapi jarang ketemu dengan jalan cerita yang enak tapi para pemerannya, seperti saya bilang tadi, ahjussi-ahjussi umur 40an. This is the point! Mungkin ini yang namanya sinkronisasi yang bagus antara cerita dan pemain di dramanya.

From here
Saya agak kecewa dengan sedikit hal, bukan sesuatu yang mengganggu saya soal drama ini sih,tapi ada salah satu pemain pendukung yang menurut saya akan lebih baik jika sedikit diekplorasi karakternya yaitu Dong Hyub, setelah drama ini selesai, saya masih saja berfikir 'terus si Dong Hyub gimana?'
Coba kalau ada sedikit cerita dan tambahan twist :)
Lalu, saya juga agak sedikit terganggu dengan akting Meari di drama ini, entah memang disengaja atau bukan, tapi aktingnya pada saat menangis agak sedikit lebay menurut saya. Oke, mungkin ini cuma perasaan saya yang agak cemburu soal Yoon. hahaha.

Over all saya suka dan meromendasikan drama ini buat siapa saja yang mau nonton drama korea yang lebih fresh (terlepas apakah persahabatan para pria dari SMA bisa seawet dan sekompak itu sampai umur 40an). Dan kenapa saya merekomendasikan drama ini memang bukan tanpa alasan terbukti dengan beberapa penghargaan yang di dapat oleh A Gentleman's Dignity ini, bisa dicek sendiri di sini. Oia, nilai yang saya kasih dari 1-10 adalah 8.5. Yeyh!

from here
Buat yang berencana mau nonton, siap-siap di bawa ketawa, sedih dan galau dengan cepat.
Sekian review random saya, sampai ketemu drama yang selanjutnya.

dadah babay.

Senin, 15 Juli 2013

my dear, Nastar and Kastengel

Bapak ibuk bilang sih mereka anak-anak saya :p..haha. Mungkin memang hampir benar, saya hampir selalu marah kalo aca mulai ribut siang-siang yang adalah waktu tidur mereka.. Ya, kan kita udah niat melihara, ya harus bertanggung jawab, bukan cuma soal makan minumnya aja tapi juga kenyamanan tinggal sama kita. Saya mau cerita apa sih? Ini lho, dua peliharaan saya enam bulan terakhir :3
Niat pengen punya peliharaan udah lamaaa, dari SD malah udah suka sama kucing, pernah nemu satu dua kali yang lucu dan dibawa ke rumah tapi ga dibolehin ibu. Takut penyakit katanya.

Umur 2 bulan
Akhirnya kesampaian juga punya hewan peliharaan selain ikan di akuarium depan, ya ini, hasil adopsi dari seorang yang udah nganggap saya sebagai adek sendiri (tapi bayar kok -_-). Saya adopsinya sejak Februari, tadinya ditawari dua jenis hamster, yang satu sepasang campbell siap beranak tapi bulunya gelap atau anakan winter white yang sepasang yang bulunya agak terang. Saya milihnya lama lho pemirsa, tapi kok ya masnya sabar banget ngadepin 3 jam sama saya cuma buat milih hamster mana yang mau saya bawa pulang. ahihihi.

Dengan penuh pertimbangan saya akhirnya milih yang anakan winter white aja, alasannya? karena warna bulunya yang terang, jujur waktu itu saya belum bilang sama orang rumah kalo saya bakal adopsi hamster, jadi buat jaga-jaga biar ga dikira tikus, ya saya milih yang sekiranya warna tikus ga gitu gitu amat. Yang terang. Setelah dikasih pengarahan ini itu saya pede aja tuh bawa pulang mereka. Sampai di rumah, dengan sedikit penjelasan akhirnya semua oke kok, alhamdulillah :')
Ibu yang awalnya paling ga setuju kalo saya pelihara hamster malah yang sering kasih perhatian, semacam itu 'kok tidur mulu, apa sakit?' atau 'itu udah dikasih makan belum kok kayae lemes gitu?'. Bapak apalagi, waktu saya kebingunggan cara masang tempat minum buat para hams, beliau tuh yang benerin dan masangin kawat. Waktu awal-awal juga kalo ngeliat para hams muter-muter di jogging wheelnya bapak diem-diem merhatiin terus senyum-senyum sendiri..hahaha

Nastar dan Kastengel (masih kecil)
Oiya, sepasang hamster saya kasih nama Kastengel buat yang variannya golden sama Nastar buat yang variannya safir. Kok kaya nama kue lebaran? Soalnya kedengerannya cute sih :p

Kurang lebih sebulan kemudian, ada tragedi menimpa nastar, habis sholat subuh ternyata si nastar udah terbujur kaku, perutnya sobek T.T saya langsung menyimpulkan, jangan-jangan Nastar sama Kastengel berantem sampai sobek-sobekan perut kaya gini. Saya langsung sms mas ikin, si mantan empunya hamster, beliau ragu kalau hamsternya berantem kaya gitu, terus saya diminta ngecek apa ada tanda-tanda perkelahian di badan Kastengel, dan ternyata ga ada pemirsa! Bulu kastengel masih rapi, ga da bekas semacam cakaran atau apa, itu artinya mereka ga berantem, jadi bukan kastengel pelakunya. Mas ikin tanya lagi apa di tempat yang sekarang kandang hams berada apa ada tikusnya, jangan-jangan pelakunya tikus. Yaa, salah saya sih itu kandang memang saya taroh di kamar belakang yang ga kepake, banyak tuh tikus berkeliaran di atapnya, tapi saya jujur sebelumnya ga ada pikiran ke sana. huuuft.

Dan akhirnya seperti itulah, nastar kini tinggal kenangan. Padahal nastar adalah kesayangan saya yang paling saya sayang #uhuk :'(

Si kastengel juga keliatan sedih habis ditinggal betinanya,ga da temen main kali ya, karena ga tahan liat si kastengel nelangsa lama-lama, saya cariin pasangan ajalah.

Karena cerita cari jodoh buat kastengel bakal panjang, mungkin akan saya publish besok aja deh. Ini mata udah 5 watt dan besok udah ikutan sahur lagi. Uyeee! Akhirnya bisa ikutan puasa!!

Ingetin saya biar ga lupa ya (ga penting juga sih) :p

Selamat malam dan semoga mimpi indah :*

...


Aku tahu kamu sedang berusaha membangun tembokmu tinggi-tinggi, mencoba memanipulasi jarak yang ada, membuatnya semakin memanjang. Aku pun tahu aku harus berusaha dengan teramat hanya untuk tahu kamu baik-baik saja, kamu sehat-sehat saja dan kamu bahagia-bahagia saja. Aku tahu kamu sudah berusaha membangun pertahanan, memutuskan udara yang mungkin bisa saja kita hirup bersama. Aku dengan bodohnya masih juga mencarimu, menelusuri eksistensimu, mengumpulkan remah-remah atasmu dan bertindak seolah tak ada tembok itu. Bodoh.

Bodohnya aku masih juga memakimu ketika usahaku ternyata sia-sia.

"Harusnya kau sudah tahu,kan?"

itu yang kaukatakan. bukan, bukan benar-benar yang kau katakan, setidaknya aku seperti itulah yang aku baca dari keadaan.

dan aku tidak pernah merasa bisa lebih menyedihkan dari sekarang.

lupakan rajukan ini, bahagialah, bahagialah. anggap aku tak ada.


Sabtu, 13 Juli 2013

BIG (a random review)

Karena saya ga tahu mau posting tentang apa tapi udah niat mau aktif ngeblog lagi, akhirnya saya putuskan buat sedikit kasih gambaran tentang hobi baru saya (emmm..sebenarnya bukan baru juga dan bukan hobi juga cuman kegiatan pengisi waktu luang saja). Singkatnya nonton drama korea. Mulai sekarang mungkin saya akan kasih review, bukan review macam orang yang ahli per-drama korea-an sih, cuma sedikit ulasan dan curcolan saya setelah nonton satu judul drama korea, tentang suka atau ngga-nya saya. Jadi saya kasih warning dulu ya, semua yang akan saya tulis di sini murni pengamatan dan perasaan saya saja sebagai penikmat biasa, bukan seorang yang Kpop lovers seperti orang-orang di luar sana.

Drama pertama yang akan saya bahas adalah BIG. Drama yang saya liat tahun lalu (lama amat). Setuju? Harus setuju!

Korean Drama Big's poster - korean-actors-and-actresses Photo
From: here
Drama ini semacam drama fantasi menurut saya, dimana ada dua orang bertukar jiwa atau terperangkap di tubuh yang berbeda. Dan cerita yang klise dimulai ketika jiwa anak SMA yang masuk di tubuh dokter ganteng umur 30an jatuh cinta dengan kekasih si dokter tersebut. Sounds familiar right? Untuk sinopsis yang lebih panjang dan lengkap bisa dilihat di sini.
Sebenarnya saya cukup menikmati drama ini, para pemainnya utamanya memang bisa dibilang sudah punya pengalaman, seperti Gong Yoo yang berperan sebagai Seo Yoon Jae, dokter berumur 30 tahun dengan jiwa anak umur 18 tahun pernah menjadi pemeran utama di drama terkenal “Coffe Prince”. Juga pemeran wanita utama, Lee Min Jung, pernah bermain di drama Boys Before Flower. Dan jangan lupakan Bae Suzy, member girlband Miss A yang juga udah sering main di drama-drama.Gambarnya pun alus, efek kamera dan cara ambil gambarnya juga enjoyable sekali.

from here

Semuanya bermain dengan baguuuss! Apalagi Gong Yoo yang mainnya memang kerasa total di sini. Cuma sayang eh sayang saya agak kecewa dengan jalan ceritanya. Ada beberapa pertanyaan yang sampai akhir cerita pun saya ga bisa pastikan jawabannya. Contohnya seperti apa yang Yoon Jae mau omongin ke Da Ran sebelum Yoon Jae bertukar jiwa, dan ada juga beberapa pertanyaan lain yang lebih baik kita skip aja.


http://images5.fanpop.com/image/photos/31100000/Big-k-drama-korean-dramas-31102571-600-660.jpg
from here
Ceritanya kliseee sekaliii pemirsa, gampang ditebak ini alurnya bakal kemana. Mungkin akan lebih masuk akal kalau 'miracle' terjadi pada anak kembar tapi mereka ini ga kembar, ada jarak umur yang jauuuh lho lalu tetiba ada 'miracle' yang bikin mereka tertukar jiwanya. Dan yang paling ga banget adalah di bagian ending. Sampai akhir pun penonton tidak diijinkan tahu apakan dua orang kakak-beradik itu bertukar tempat lagi atau tidak, si Kyung Joon ditampilkan selalu tidur di sepanjang cerita, paling cuma muncul di awal episode saja, lalu di scene akhir apakah Yoon Jae atau Kyung Joon yang bertemu dengan Da Ran? Dari postur sih saya yakinnya itu badan Yoon Jae tapi bukannya kalau mereka balik ke tubuh masih-masing harusnya itu badan pake badannya Kyung Joon?!

from here

Over all, dari 1-10 saya kasih 7.5 buat drama ini. Not bad, kan?
Nilai plusnya saya kasih buat akting om Gong Yoo yang superb banget, akting kikuk dan konyolnya sebagai anak 18 tahun dapet banget, juga chemistry sama pemeran Da Ran juga bisalah bikin perasaan naik turun. Sisanya ya, sorry to say kalau memang ceritanya sedikit mengecewakan. Saran saya yang berniat mau nonton drama ini, please jangan terlalu mengharap banyak pada, sekali lagi, ceritanya.

Sekian review asal dari saya, nantikan review drama korea lainnya ya...ahihihi
:*

Jumat, 12 Juli 2013

Happy birthday,me!

Ini bulan...er...Juli..sedangkan ulang tahun saya...emmm...Juni. Tapi better late than never kan :p



Ga ada yang spesial di tanggal 24 kemaren, saya yang lagi sibuk ngurusin anak anak super aktif di rumah emang ga berfikir banyak, kecuali asal rumah tetep ga jorok-jorok amat dan ga ada najis pipis kececeran karena waktu karena itu rumah udah kaya posyandu dengan 3 bocil di sana.

Beberapa temen ngucapin selamat ulang taun, baik lewat FB atau sms. Aaah seneeeeng :")
Ada juga yang telpon, walaupun agak maksa dan dia ga bilang nelponnya buat ngucapin selamat :p
Dapet ucapan selamat juga langsung dari hongkong, oke walaupun saya sempat agak menyangsikan yang bersangkutan masih ingat tanggal lahir saya,tapi smsnya waktu itu....cukup melegakan :").

Angka 21, O EM DJI! Gue udah tua banget gilaaakkk. Ada angka 2 dan ada angka 1nya! Dan di tipi mule gencar iklan Pro KB yang usia ideal cewe buat menikah itu ga lain ga bukan 21 tauuun! #okesip #getcalm

Rasanya saya ga ngerasain ada bedanya sama waktu saya masih SMA, oke badan saya emang segini-segini aja, mentok kayaknya berat ga bisa naik kecuali mungkin setelah punya anak. Saya masih aja cengeng mewek nonton drama korea, masih dibilang terlalu cuek sama orang sekitar, masih sering males bantuin emak ngurusin rumah, sampe pernah bapak dengan muka melas memohon sama saya buat belajar masak dikiiiiiiiit aja, -_-

Dan umur 21 ituuuu...kaya ga mungkin aja udah sedaplok ini jadi bocah. Udah pantes dipanggil tante-tante yang real tante-tante. DUA PULUH SATUUU. Yang sekarang pikirannya udah soal nikah-nikahan aja, padahal calonpun belum ada #ehem.


Soal foto, itu roti acakadut bikinan saya sendiri lho, krimnya maksutnya :p
Chiffon cakenya dibeliin di purimas, dan kebetulan saya masih ada persediaan bahan buat bikin rainbowcake-yang-gagal-jadi-mari-kita-lupakan, saya bikin deh itu krimnya, dari mentega putih, gula bubuk sama susu kental manis sedikit yang di mixer jadi satu. Enak banget lho pemirsa. Bikinnya malem-malem pula, masa bodoh soal diet ato naiknya BB, yang penting bahagiaaaa :'D

Ah,selamat ulang taun buat saya, semoga bisa semakin bertanggung jawab, ga males-malesan lagi, dan cepet ketemu pangerannya jadi ga sering nangis malem-malem lagi sambil meluk Nuna, malu-maluin tauk!

Ah, dua puluh satu
:")

Marhaban ya Ramadhan




Alhamdulillah ya dicukupkan sama Allah umur buat ketemu Ramadhan lagi.. Setelah beberapa bulan kangen-kangenan sama bulan yang satu ini akhirnya bisa ketemuan juga :'D

Kali ini sebelum posting yang macam-macam,saya sebagai pemilik blog mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa  buat teman-teman pembaca yang menjalankan. Semoga puasanya lancar dan sampai tujuan (idul fitri) ya dan ngga cuma dapet haus laper doang (penting nih penting!).

Senengnya kalau Ramadhan itu tiap hari rasanya adeeem aja, rasanya damaaai aja. Yang paling 'ih wauw kangennya' ya pas saur bareng keluarga, walopun males tapi mesti dikuat-kuatin nih mata kudu melek buat makan. Tapi eh tapi Ramadhan kali ini berasa kurang greget di saya :( Masa hari pertama puasa udah bolong aja, mana malemnya saya udah bela-belain bangun saur pula. Yah, takdir perempuan kali ya, mau begimana lagi bang?

Beneran deh pengen cepatan kelar ini urusan perempuannya,udah ga sabar nyusul yang lainnya puasa :'D
Bagi yang udah puasa jangan lupa jaga kesehatan ya, makan buah perlu lho, walopun hasil sidak pasar pasar dan penjual buah kemaren (ceile!) harga buah udah pada naik sob, masa jambu merah sekilo udah naik dua rebu perak aja harganya.

Oke sebelum kebanyakan curcol nih saya, sekali lagi selamat puasa semua!
Semoga bisa ketemu Ramadhan taun depan, taun depannya lagi dan taun depannya lagi lagi lagi dan lagiiiiii :*

Sabtu, 22 Juni 2013

Handphone Hello Kitty

Selamat pagi, sambil menunggu make up class nanti jam 9 saya mau posting sesuatu sebentar tentang temen kuliah saya yang saya kenal udah agak lama, dari semester tiga atau empat kalau ngga salah. Sebut saja dia Rita, a such kind of beautiful girl who like pink and hello kitty things so much. Yap, she likes Hello Kitty so much!
Dia sering pake baju dan jam tangan dengan gambar  Hello Kitty lengkap dengan jilbab pink buat kuliah, so sweet right?!

This young beautiful lady is Rita :)
Sampe hari kamis kemaren saya 'memergoki' dia punya barang baru, tebak apa...handphone hello kitty! Bukan tempelan garskin atau apa lho pemirsa tapi emang dari pabriknya sana aseli bergambar Hello Kitty. Perasaan saya saat itu antara takjub dan geli lah, beneran.




Jadi handphone-nya itu model kaya di atas, dan tetep wallpapernya Hello Kitty dong ya. Temen-temen yang saat itu sekelas yang liat handphone itu sampe spicles lho, hahaha.
Jad kalau ada yang mau ngado rita, udah kasih aja something Hello Kitty and she would appreciate it :)
Btw, I aware you that beauty Rita is taken :P

Jumat, 21 Juni 2013

a late 'hello June'!




Tidak pernah menyangka kalau waktu di akhir perkuliahan bisa begitu 'WOWW-nya. Tugas menumpuk kaya pasir bagunan kosan sebelah. Oke, blame me karena ga ngerjain ini tugas dari kemaren-kemaren tapi ini tugas beneran kejeeeem. Saya bahkan bisa tidur cuma tiga jam cuma buat ngerjain semacam silabus, lesson material, lesson plan dan segala atributnya.
Karena saya menargetkan taun depan atau semester 8 saya udah ga kuliah (pengennya udah fokus di skripsinya saja) niatnya hari-hari ini jadi semacam hari-hari melankolis ngumpulin kenangan dengan cantiknya. Tapi apa sodara-sodara? 
Bahkan di hari jumat sabtu yang seharusnyan libur masih ada make up class (kelas pengganti) dan terhitung jam ini saya masih ada tanggungan 6 final assignment. Rasanya udah males buat nyentuh itu semua tugas, udah capek jiwa raga walaupun saya tahu, sebenernya itu ga boleh kan ya.

Udah bosen aja gitu kuliah, udah 3 tahun sih, tapi bulan depan udah PPL dong ya, saya dapetnya di SMP 1 Mungkid, Muntilan. Jangan tanya itu dimana, saya juga gatau tepatnya, have no idea how my life will go on there :") Tapi kayaknya agak-agak deket Jogja gitulah (anggep aja pelampiasan ga bisa kuliah di Jogja). Di sekolah itu bakal ada 18 anak PPL dari Unnes, dari jurusan bahasa inggris saya sama Bachtiar, semoga kami bisa bekerja sama dengan cantiknya ya  :'D
Agak ngga sabar pengen ngerasain keluar dari zona nyaman yang sekarang, katanya di sana itu agak-agak..err..jauh dari kota. Tapi sekali lagi, saya belum tahu. Semoga masih sinyal modemnya lancar jaya lah di sana.

Semoga semesta merestui, sekarang urusan saya adalah memberantas tugas akhir semester 6...haaash..

Ya Allah kasih saya semangat dikiiiiiit aja biar ga males nyelesain setumpukan ini.

Jumat, 05 April 2013

super daddy

Baru kemarin, kamis tepatnya waktu pelajaran english for your learner jam 9 saya dikasih tahu wakhyu kalo bapaknya mba yani meninggal. Mba yani, umurnya sepantaran sama saya, tapi berhubung saya punya kebiasaan aneh (sebut saja insting) dalam penyematan kata 'mbak' di depan nama seseorang, jadilah yani jadi mbak yani. Saya yang dikasih tau wakhyu kaget. Berita kehilangan tidak pernah tidak membuat kaget kan?

Saya langsung keinget bapak di rumah. Kata-kata menggurui macem 'semua baik-baik' aja itu seperti sampah buat saya di saat situasi semacam itu. Mana ada semua bakal baik-baik aja setelah ditinggal pergi sama orang kita sayang? Semisal bapak?
Apalgi buat saya yang memang cukup dekat dengan beliau, disebut manja pun bisa. Dan beliau adalah patokan saya untuk menentukan kriteria suami saya kelak.
Bapak adalah orang yang paling sayang sama keluarga yang pernah saya kenal. Bagi keluarga kami ato keluarga dari keluarganya bapak atau keluarga dari ibu.  Bapak yang ga pernah keliatan lemah itu pernah nangis waktu denger mbah sakit, bapak yang rela utang sana-sini buat beliin obat adeknya yg sakit cukup parah, bapak yang ga lulus SD tapi mau-maunya mikir soal sekolah harus tinggi padahal anaknya perempuan semua (yg katanya perempuan bakalan cuma mentok di dapur-sumur-kasur doang).

Saya dan mbakmbak saya selalu dididik bahwa kami hidup tidak akan pernah sendiri, ada keluarga di belakang kami yang jauuuuuh lebih penting daripada materi. Beliau tidak pernah mengatakannya secara langsung, kami cukup melihat saja ketika bapak selalu menelpon sehari bisa sampai tiga kali pada anggota keluarga besar  nan jauh kami yang sakit, seperti pak lik saya yang kemarin infeksi kulit agak parah, bapak sibuk sendiri cari obat ini-itu dengan kondisi keuangan kami yg juga lagi amburadul, tidak hanya itu bapak tiap hari menelpon pak lik tanya kabar (saya sendiri yakin pak lik sampai bosan tiap hari ditanyain -,-).

Bapak yang ga lulus SD tapi kerja kerasnya luar biasa biar anak-anaknya sekolah dengan tenang. Sementara mungkin ada ayah-ayah lain yang lulusan perguruan tinggi yang sibuknya adalah bagaimana mencari beasiswa untuk anak-anaknya sekolah dengan biaya seminim mungkin karena usahanya kurang keras. Tapi bapak berbeda, kami memang bukan keluarga kaya, tapi kebutuhan kami harus selalu ada. Seperti saya yang dapat laptop dan motor pertama saya saat kelas 2 SMA.
Karena prinsip hidup beliau adalah hidup untuk keluarganya. Jadi beliau entah bagaimana mau saja menyampingkan kesenangannya, kenyamanannya dan kepentingannya untuk kami,anak-anaknya.

Aaah, terlalu banyak yang bisa ditulis soal bapak, mungkin tulisan ini tidak akan berhenti di sini saja, tapi akan ada tulisantulisan lain di belakang  :')

Dan satu lagi, untuk calon suami saya, yang entah itu siapa, kalau saja kamu baca ini, setidaknya sudah ada gambaran kan?

:")

Selasa, 02 April 2013

Binder and Doodles

Beberapa minggu kemarin waktu di kelas LTT, di lab tepatnya, saya yang nganggur gada kerjaan iseng keliling tempat duduk temen, sampailah saya di tempat duduk (ato kabin? ato kotak?) salah seorang temen saya yang lagi keluar buat sholat. Di atas meja nemu bindernya nih, ya karena tadi saya udah bilang kalo saya lagi nganggur gada kerjaan, maka saya gagahilah *apaan coba* itu binder.
Dan saya shock.
Ternyata temen saya itu pinter gambar *_*
Gambarnya bagus bangeeeet.





Yang di atas itu sebagian dari gambar-gambarnya beliau. Gambar aselinya lebih bagus lho jadi bikin saya mupeng parah. Jadi bikin saya napsu doodling di binderan. haha.


Karena sudah liat hasil karya beliau, jadi kaya kurang afdol kalau belum kenalan sama si empunya binder. Tetterereret.... Ini dia panggil saja dia Mr. Hanif (bukan nama samaran). Status dipertanyakan. Entah masih single ato sudah berpasangan. Jika berniat hubungi saya :P



Sabtu, 30 Maret 2013

saya dan motor

 Saya sedang dalam proses mengerti kenapa bapak saya hingga detik ini belum juga menurunkan ijin untuk saya mengendarai motor ke Semarang atau kalau tidak, mengijinkan saya membawa motor ke kosan. Saya sudah akrab dengan motor sejak SMA kelas dua tepatnya. Kebetulan rumah saya cukup jauh dari sekolah, sekitar 6-7km. Jatoh pun pernah beberapa kali *bangga* tapi tetap saja bapak menentang habis-habisan. Menurut saya semuanya akan lebih mudah kalau saya bawa motor sendiri. Pulangpun cukup 1.5 sampe 2 jam perjalanan dari kos, bandingin kalo naik bis pernah sampe 4.5 jam.

Apalagi dengan kondisi keuangan kami sekarang, dengan motor saya bisa aja ngelesi kemana-mana. Setahun belakangan saja sudah ada beberapa tawaran ngelesi yang saya tolak, alasannya apalagi kalau bukan soal kendaraan. Secara kalau ngelesi setidaknya harus sore pulangnya bisa magrib. Disini mana ada angkot yang narik lewat setengah 6?!
Kembali ke soal masalah keuangan. Iya, sehabis kejadiaan kecelakaan bapak yang memerlukan biaya berobat kurang lebih sampai 100 juta beberapa bulan kemarin,semua yang bisa dijual, dijual. ibuk harus benerbener pinter muter uang agar semua lubang bisa ketutup dan lubang yang terbesar adalah pada anak terakhirnya,saya. Mbak-mbak saya tidak perlu ditanya sudah pasti memberikan bantuan pada orang tuanya tiap bulan, tapi kebutuhan mereka juga ga kalah banyak, ada cicilan rumah, asuransi pendidikan, bayar sekolah atau terapi untuk aca. Dengan ngelesi, bayangan saya, walaupun mungkin hasilnya cuma sedikit bisa membantu beban mereka. Saya tidak perlu meminta bayar buku yang total nominalnya naudzubillah di awal semester ini. Juga ga perlu minta uang semacam beli pulsa dan ekstrimnya saya kadang harus rela makan sehari sekali untuk ngirit.

Pernah suatu hari kami berantem soal itu, ya bisa dibilang beradu argumen. Soal membawa motor ke kosan. Efeknya hebat, kami tidak bicara sampai berapa lama. Yang paling saya ingat, kurang dari seminggu setelah 'pembicaraan' kami bapak menelpon dan kondisi kami belum juga saling bertanya kabar sama sekali. Hari itu saya lagi mencuci, malas mengangkat telepon dengan tangan basah. Bisa saya sms lagi nanti,pikir saya. Satu kali..dua kali..tiga kali..akhirnya saya angkat. Bapak yang menelpon kali itu, bilang minta doa agar diberiNya baik-baik saja. Hari itu, hari kecelakaan bapak. Saya merasa bersalah. Karena pembicaraan terakhir kami memberikan kesan yang buruk sekali. Jadi, setelah saat itu, saya tidak tidak pernah mengungkit lagi soal membawa motor ke kosan.

Hebat, saya tidak pernah merasa setertekan ini hanya karena masalah uang. Saya bukan dari keluarga kaya, tapi dulu kebutuhan saya selalu tercukupi dengan baiknya. Entahlah, sedikit berbeda saja sekarang. Apalagi dengan keadaan PKM saya dan temanteman setim yg lolos tapi harus bikin produk dulu bahkan saat uang modalnya belum turun dari pihak universitas. Sekelompok saya harus rela 'menalangi' dulu untuk biaya produksi awal. Dari mana saya bisa dapet uang talangan itu? Sedangkan minta ke ibu saya ga akan pernah tega. Anjritnya saat saya selalu pusing mikir soal ini,seorang teman sms soal uang talangan. Berkalikali, pengen nangis rasanya. Bahkan saat saya sms soal tugas yang kebetulan kami serombel di suatu mata kuliah,dia dengan santainya bilang soal uang talangan yang mana samasekali tidak ada hubungannya dengan apa yang saya tanyakan. Padahal hari itu saya makan satu kali saja karena ga ada uang tersisa. Rasanya? Great. Nyesek banget.

Saya bukannya tidak mau membayar,saya mau karena itu adalah sesuatu yang memang harus dilakukan,mengerti posisi kami yang harus mulai produksi dengan dana sendiri adalah posisi yang sulit. Yang sulit saya terima adalah keadaan saya sekarang dan teman saya yang dengan riang-gembiranya bicara uang talangan pada saya yang mikir darimana bisa dapat uang sebesar itu secepatnya.

Ya,Allah, padahal ngeluh itu ga boleh ya.
Tapi saya memang kadang marah sama diri sendiri, posisi diri, dan keadaan. Marah  juga kenapa abinaya sepi pelanggannya. Sudah lama ga dapet orderan. Ya Allah :(

Semoga hamba bukan hamba yang kufur nikmat. Padahal udah dikasih banyak masih aja minta yang lainnya. Maafin anik ya Allah. Tapi ngeluh curhat disini gapapa ya? Biar legaan.

Ya Allah, ampuni hamba.
Ya Allah, minta uang.


Rabu, 27 Maret 2013

melepaskan dan merelakan

Karena bagi saya, melepaskan dan merelakan seperti sebuah koin dengan dua sisi berbeda. Kalau kamu berani melepaskan maka dengan ‘terpaksa’ kamu harus berani merelakan. Seperti itulah perasaan saya satu dua bulan belakangan. Melepaskan dan merelakan. Berat? Pasti.

Yang sulit adalah menyadarkan diri sendiri untuk mengatur ritme yang pas setelah hampir 4 tahun berotasi pada garis edar yang itu itu saja. Sekarang harus mengubah jalur dengan saya dan hal-hal yang-dulu-pernah-terabaikan sebagai pusatnya. Merasa tidak mungkin? Iya.

Tapi entah mengapa ada secuil perasaan lega di sudut gigitan bibir saya. Iya, lega. Seakan ada beban di pundak yang terangkat setengahnya. Perasaan yang sebenarnya tidak pernah saya duga bisa saya rasakan di saat yang seperti saat itu. Mungkin ada kebahagiaan kecil yang terselip di sana. Lalu berakhir dengan ‘akhirnya begini ya’ dan ‘yasudahlah’. Saya memutuskan untuk membuktikan petuah lama orang tua ‘jodoh tak akan lari kemana’.  Disayangkan? Tidak pernah tidak.

Tapi seperti gadis kecil yang punya 1,2,3..10 mimpi dan tuan baik hati itu nyaris mewujudkan semuanya. Nyaris. Karena dia bisa membuat nilai 8 dari 10. Hanya dua nilai yang terlewatkan, sayangnya,2 itu yang terpenting bagi saya. Padahal dia sudah berusaha dengan sangat keras. Saya tahu. Egois memang. Dan tuan baik hati itu tidak pernah tidak terlalu baik. Selalu terlalu baik. Kasian, iya.

Maka inilah yang terbaik. Ketika si tuan baik hati itu memberikan segalanya dan respon saya tidak sebanyak dan sebesar yang beliau harapkan. Saya hanya tidak ingin melukainya terlalu jauh dengan merasa sakit sekaligus kecewa pada saya. Saya rasa inilah waktu yang tepat untuk,bisa dibilang,menyerah. Saya merasa beruntung pernah mengenalnya dan melewati tahun-tahun ajaib bersama. Dan saya tidak tahu harus berkata apa selain ‘TERIMA KASIH’.

Dalam membuat tulisan ini, saya sudah tidak terlalu sentimentil. Dengan kata lain saya sudah menata hati saya dengan baik,setidaknya sebaik saya bisa. Padahal saya yakin,perasaan ringan saya ini akan berbeda kalau saya menuliskan ini beberapa bulan ke belakang.

Telepas dari perasaan yang masih tertinggal. Saya baik-baik saja. Saya masih hidup, walaupun sedang kesulitan membagi uang makan dengan uang bayar buku kuliah. Dan semoga, dia yang di sana juga baikbaik saja.

Selasa, 12 Maret 2013

When I Was Your Man - Lyric

Same bed, but it feels just a little bit bigger now
Our song on the radio, but it don’t sound the same
When our friends talk about you all that it does is just tear me down
Cause my heart breaks a little when I hear your name
And it all just sound like uh, uh, uh

Hmmm too young, too dumb to realize
That I should have bought you flowers and held your hand
Should have gave you all my hours when I had the chance
Take you to every party cause all you wanted to do was dance
Now my baby is dancing, but she’s dancing with another man.

My pride, my ego, my needs and my selfish ways
Caused a good strong woman like you to walk out my life
Now I never, never get to clean up the mess I made
And it haunts me every time I close my eyes
It all just sounds like uh, uh, uh, uh

Too young, too dumb to realize
That I should have bought you flowers and held your hand
Should have gave all my hours when I had the chance
Take you to every party cause all you wanted to do was dance
Now my baby is dancing, but she’s dancing with another man.

Although it hurts I’ll be the first to say that I was wrong
Oh, I know I’m probably much too late
To try and apologize for my mistakes
But I just want you to know
I hope he buys you flowers, I hope he holds your hand
Give you all his hours when he has the chance
Take you to every party cause I remember how much you loved to dance
Do all the things I should have done when I was your man


God, this song is so lovable and also galau-able XD

Selasa, 05 Maret 2013

Drama Unnes PBI 2010 #1

Postingan ini sebagai pemenuhan janji saya dulu mau membahas soal matakuliah wajib yang didapat semester 5 kemaren. Ya apalagi kalo bukan DRAMA!



Anak bahasa inggris unnes kalo udah masuk kuliah semester lima yang jadi momok ya emang matakuliah satu ini. Belum masuk pun udah dibahas sistem pembagian rombelnya mau gimana. Kalo asal ngisi tanpa dikoordinasi takutnya barang langka yang sebut saja laki-laki bakal ngumpul di satu rombel aja. Lalu dua ato satu rombel sisanya bakal kekurangan laki-laki. Awalnya sih saya mikirnya kok ya kurang kerjaan plus lebay banget ngurusin begituan, tapi ya emang ngaruh juga sih karena akhirnya jumlah laki-laki dibagi rata di ketiga rombel. Jadi semua rombel kebagian makhluk yang bisa diminta angkat-angkat itu. Dan barulah ngerti saya spesies satu ini memang cukup dibutuhkan, sayangnya ya itu..terbatas.

Oke sip.
Tema ditentukan setelah satu dua kali pertemuan barulah deal diambil cerita RAMAYANA dengan dasar komedi romantis.

Setelah writing skrip oleh sutradara dan script writer dan beberapa kali edit sana sini, casting pemain...Voila,Saatnya latian! Kalo ga salah dulu rombel satu punya saya latian tiap tiga kali seminggu. Secara rombel saya tampil giliran pertama ya maugamau emang seperti punya beban buat nampilin sebagusbagusnya biar penonton ga boring lalu pulang sebelum liat rombel setelah kita.

Latian diadakan di beberapa tempat, giliran gitu sama kelompok lain. Jadi semua ikutan ngerasain tempat yang nyaman ato ngga nyaman buat latian.




Selain latian kami juga (sebagian dari kami sebenernya) juga sibuk bikin properti iniitu. So thanks to mas bowo yang kerjanya dobel; bikin properti, background juga pemeran utama sebagai Rama! Salut!
Juga temen-temen bagian kostum yang rela panaspanas keluar masuk pasar buat cari bahan atao mondarmandir dari salon satu ke salon lain buat dapetin kostum yang cocok.
Latiannya seru, Faqih pinter banget bikin luculucuan pas latian, ada aja tingkahnya.
Walopun saya kadang males juga disuruh berangkat. Capek ato lagi ga moodlah, sekarang baru kerasa kangennya. Baru kerasa pernah jadi bagian dari satu tim hebat. Pernah susah sedih seneng sebel males bareng. Jadi kenal orang-orang baru, jadi lebih kenal dan ngerti orang-orang baru. Saya ngga tau saya terlalu naif atau bagaimana, yang pasti I love them!



Kamis, 21 Februari 2013

#1

sedang membutuhkan pensieve.
hanya pensieve.
yang dengan benda itu pikiran bisa terperangkap setelah keluar dari kepala dengan pendar perak kebiruan.
lalu (katanya) semua menjadi ringan.
tidak perlu susahsusah bicara.
karena mulai dari mana sudah 'entah'.

hanya ingin duduk dan diam. dan semuanya menjadi lega.
tanpa perlu bicara.

perasaan sesak ini secepatnya harus dibagi, untuk alasan egois; menyamankan diri sendiri.

ditulispun percuma. terlalu banyak.
dan sepertinya akan berakhir siasia.

benarbenar butuh pensieve. sekarang.

21022013

pada airmata kutitipkan perasaan memilikimu yg sangat,
hingga pada akhirnya itu mengering menyisakan lebam memerah di muka,
pun pada sesak yang masih juga tertinggal bahkan setelah dua-tiga minggu
aku berusaha kuat,
yang anehnya masih juga kudapat saat pertama membuka pagi pukul lima,
mengingat, aku tidak lagi menangis malam-malam sebelum terlelap,
lalu dari mana sesak itu berasal?

sebegitu menyedihkan kah aku bahkan tidurpun aku menangisimu?
di mimpipun aku masih mencarimu?

harusnya semua mudah,
seperti katakata sakti yang selalu kudengungkan pada sahabat,
'sakitlah sekarang daripada besokbesok dan seterusnya'

ingin tertawa rasanya,
katakata itu berbalik menikam,
dan rasa itu hanya ingin ku gengggam erat lalu kutancapkan dalamdalam ke dada,
biar saja mati rasa,
dan bodohnya aku baru sadar, ini tidak semudah yang kubayangkan,


Jumat, 25 Januari 2013

Abinaya Handmade

Bissmillah,
Cuma dengan nyebut nama Allah saya nekad membuka usaha handmade nih teman-teman. Perkenalkan, namanya Abinaya Handmade. Saya jelaskan kenapa diberi nama Abinaya ya, awalnya saya sama temen saya,namanya Wakhyu pengen buka usaha handmade bareng,awalnya sih karena mau ikutan semacam lomba business plan tapi di tengah jalan kita belum bisa ikutan lomba itu. Daripada namanya teronggok tak berguna ya sudah, saya pake saja sebagai brand. Filosofi dari namanya juga bagus, taunya dari googling sih, artinya bersemangat. Jadi sebagai doa juga semoga dengan memakai barang produksi abinaya orang-orang bisa jadi bersemangat, ga sedih lagi. Apalagi desain bros abinaya yang emang terjamin bagus dan harga murah meriah!

Sementara ini abinaya baru memproduksi beberapa bros buatan tangan dan kedepannya Insya Allah ada beberapa produk baru lagi, mungkin tas atau bantal. Doakan ya teman-teman :)

Dengan adanya abinaya ini, saya 'terpaksa' membuat satu akun facebook lagi. Akun yang memang khusus untuk jualannya abinaya di sini. Membuat akun facebook jaman sekarang susahnya minta ampun. Ceritanya kan saya sudah bikin akun ya (cerita soal gagal bikin e-mail di gmail diskip aja), sudah itu saatnya lah nge-add tementemen buat promosi, tapi baru beberapa kali add udah ada peringatan. Padahal itu mereka tementemen saya semua lho, maksudnya saya kenal mereka di dunia nyata. Setelah dapet peringatan, saya cuek aja dengan terus nge-add beberapa orang. Daaaan hasilnya saya di block selama 2 hari! Great!

Setelah blocknya lepas (apadeuh ya), saya nge-add lagi, terutama di suggestion list yangmana adalah tentu aja tementemen saya di dunia nyata, ada temen kuliah atau alumni SMA. Daaaaaan masih juga muncul peringatan DAN GA BISA NGE-ADD semasekali. Mungkin niatnya Om Mark baik ya, biar facebook ga disalahgunakan atau gimana, tapi tetep aja kalo gini bikin susah dunia akhirat.

Akhirnya saya masih kebingungan gimana caranya agar friend abinaya nambah, mau nge-add ga bisa. Di suggest friend to abinaya kebanyakan no respon :""""""""""""""""""(
Mau bantuin saya? di add ya facebooknya abinaya. ya? ya?

Selain itu abinaya juga ada blognya lho,


tinggal klik!
Silakan di buka, di liat-liat terus diorder ya temanteman :D

Makasih sudah baca, saya mau lanjut facebookan duyu ya teman-teman kali aja udah bisa buat nge-add akunnya :D

Sabtu, 19 Januari 2013

Happy New Year 2013



Terima kasih 2012 :”)
Sumpah ini postingan telaaaaaat banget. Udah hari kesembilanbelas aja dan baru bilang ‘HAPPY NEW YEAR!” walaupun buat saya tahun baru ga lebih kaya harus-buang-kalender-lama-ganti-yang-baru. Tapi ngga ada salahnya untuk sekedar melihat ke belakang terus bersyukur atas apa yang udah di dapat.

Let’s see.

2012 itu dapat ponakan baru. Baby (ato udah ngga baby lagi?) cantik Ara. (Januari 2012)

Sedikit banyak bantuin bisnisnya mbak berkat Yafata. Berurusan sama kaos dan flanelflanel,alhamdulillah bisa nambah uang jajan yang jumlahnya lumayan untuk diri sendiri. Maret 2012.

Mbah puteri meninggal.(April 2012)

Menginjak kepala 2. Harusnya sih bisa lebih dewasa (tapi saya kok merasa sebaliknya ya). Pinky digantikan NUNU, acer biru turquise gelap. Alhamdulillah. (Juni 2012)

CCU Final Performance in Cultural Day. Jadi deket sama yang lain. Dapet tementemen baru. Kenal sama wakhyu yang di tahun 2012 kemaren juga kita bikin PKM bareng. Semoga lolos ya PKM kita. Aamiin.  Dikasih temen juga, si beruang pink besar NUNA yang sekarang selalu ada buat di-unyetunyet ato sekedar peredam suara pas nangis malemmalem. Terima kasih :’). (Agustus 2012)

Bapak kecelakaan. Bahkan sampai postingan ini dibuat beliau belum juga bisa jalan. Kaki kanannya nyaris diamputasi, tapi syukur masih bisa diselamatkan dengan opsi bedah plastik :”). Seminggu dirawat di jakarta, dua minggu di kudus dan seminggu lebih di semarang. Habis uang banyak tentu saja. Tidak bisa dijelaskan kacaunya keluarga kami saat itu atau bisa dibilang sekarangpun masih begitu. (September 2012)

Dapet tahu ada mainan baru buat gambargambar selain photoshop, karena photoshop masih begitu ribet buat saya (atau sayanya saja yang memang ga bisa) jadi pilihan saya jatuh ke mainan baru itu.  (Oktober 2012)

Observasi LTT. Kembali ke smasa, kali ini pake jaket kuning-agak-oren-gimana-itu. Mengamati guru bahasa inggris saya ngajar. Kaya kembali ke masa lalu. Rasanya pengen balik ke smasa lagi, pake seragam lagi, duduk di kelas pojok kanan bawah lagi, ketemu tementemen lagi..kangeeen (November 2012)

The greatest event of the year was came! Drama of english education UNNES 2010. Saya pengen cerita banyak soal drama ini, tapi kayanya ga disini deh :P selain  nanti bakal panjang banget, fotofoto yang numpuk di nunu juga belum banyak di resize jadi mau diedit dulu biar uploadnya ga kelamaan. (Desember 2012)

Intinya banyak hal yang bisa disyukuri tahun ini. Terima kasih. Hasssh, nulis tentang tahun baru dengan perasaan nyesek itu..ga enak banget ya. Banyak sekali hal yang entah kenapa bikin nyesek aja akhir-akhir ini. Tapi show must go on.

Udah saatnya bangkit terus bikin list apa aja yang mau dicapai tahun ini.
Haphap.




Sekali lagi, selamat tahun baruu :D

Yellow Crown