Rabu, 27 Maret 2013

melepaskan dan merelakan

Karena bagi saya, melepaskan dan merelakan seperti sebuah koin dengan dua sisi berbeda. Kalau kamu berani melepaskan maka dengan ‘terpaksa’ kamu harus berani merelakan. Seperti itulah perasaan saya satu dua bulan belakangan. Melepaskan dan merelakan. Berat? Pasti.

Yang sulit adalah menyadarkan diri sendiri untuk mengatur ritme yang pas setelah hampir 4 tahun berotasi pada garis edar yang itu itu saja. Sekarang harus mengubah jalur dengan saya dan hal-hal yang-dulu-pernah-terabaikan sebagai pusatnya. Merasa tidak mungkin? Iya.

Tapi entah mengapa ada secuil perasaan lega di sudut gigitan bibir saya. Iya, lega. Seakan ada beban di pundak yang terangkat setengahnya. Perasaan yang sebenarnya tidak pernah saya duga bisa saya rasakan di saat yang seperti saat itu. Mungkin ada kebahagiaan kecil yang terselip di sana. Lalu berakhir dengan ‘akhirnya begini ya’ dan ‘yasudahlah’. Saya memutuskan untuk membuktikan petuah lama orang tua ‘jodoh tak akan lari kemana’.  Disayangkan? Tidak pernah tidak.

Tapi seperti gadis kecil yang punya 1,2,3..10 mimpi dan tuan baik hati itu nyaris mewujudkan semuanya. Nyaris. Karena dia bisa membuat nilai 8 dari 10. Hanya dua nilai yang terlewatkan, sayangnya,2 itu yang terpenting bagi saya. Padahal dia sudah berusaha dengan sangat keras. Saya tahu. Egois memang. Dan tuan baik hati itu tidak pernah tidak terlalu baik. Selalu terlalu baik. Kasian, iya.

Maka inilah yang terbaik. Ketika si tuan baik hati itu memberikan segalanya dan respon saya tidak sebanyak dan sebesar yang beliau harapkan. Saya hanya tidak ingin melukainya terlalu jauh dengan merasa sakit sekaligus kecewa pada saya. Saya rasa inilah waktu yang tepat untuk,bisa dibilang,menyerah. Saya merasa beruntung pernah mengenalnya dan melewati tahun-tahun ajaib bersama. Dan saya tidak tahu harus berkata apa selain ‘TERIMA KASIH’.

Dalam membuat tulisan ini, saya sudah tidak terlalu sentimentil. Dengan kata lain saya sudah menata hati saya dengan baik,setidaknya sebaik saya bisa. Padahal saya yakin,perasaan ringan saya ini akan berbeda kalau saya menuliskan ini beberapa bulan ke belakang.

Telepas dari perasaan yang masih tertinggal. Saya baik-baik saja. Saya masih hidup, walaupun sedang kesulitan membagi uang makan dengan uang bayar buku kuliah. Dan semoga, dia yang di sana juga baikbaik saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown