Sabtu, 31 Agustus 2013

melupakanmu

paper boat over the sea by =satrapi on deviantart
pict from here
melupakanmu yang pergi,
meninggalkan kenangan yang pernah kita bagi,
kenangan yang pernah jadi harta kita yang berharga,
menutup semua prosa, membakarnya jadi abu kehitaman,
mungkin bisa jadi ini kali terakhir aku menuliskan namamu
di sajak berlagu,
lalu melanjutkan hidup
sudah saatnya kita tutup dulu,
mungkin Tuhan mau beri waktu
untuk kita cari tahu, pada siapa hati kita kembali bertuju...


Jumat, 30 Agustus 2013

padamu


infectiousgroove: artpixie: efeitos realistas&160;?? %%% blog cnn %%% - curiosidades na net on vi.sualize.us this is so creative
pict from here

lidah, tetiba kelu

dada, tetiba berdesir

nafas, tetiba sesak

jantung, tetiba meloncat

langkah, tetiba tertahan

kamu, tetiba datang

kamu, tetiba senyum

ada yang tetiba jatuh: hatiku padamu.

ceracauan habis ngajar



Somehow it is true and i agree with it. Mana ada cewe yang ngga suka dikasih perhatian. It likes mana ada cowo yang ngga suka liat cewe cantik. It surely a fact of live. Masalahnya adalah ketika para lelaki ngasih perhatian berlebihan sama perempuan yang parahnya bisa diartikan lain oleh para perempuan. Some people called it 'PHP'. Saya sih nganggepnya PHP itu ngga ada kecuali ke-GR-an belaka. yah, tapi kalo laki-laki yang tebar perhatian, itu adalah masalah menurut saya.

Perempuan entah kodrad atau apa adalah makhluk yang paling mudah jadi korban per-PHP-an. Dibaikin dikit, melting. Dialusin dikit, bilangnya ditaksir. Yup, itulah kami.
Sayangnya ada beberepa makhluk yang entah sengaja atau tidak menggunakan kesempatan itu untuk entah-apa ya-namanya menjadi super baik sama perempuan. ngga ada salahnya kok baik sama orang lain, sama perempuan apalagi. tapi pelis, jangan terlalu.

Kami suka sekali dibaikin, iya suka sekali. karena menurut saya sih, perhatian laki-laki itu something precious. dan lelaki yang baik ngga mudah ngumbar perhatiannya ke banyak perempuan. perhatian yang terlalu diumbar jadi ngga ada harganya lagi. apalagi yang dilakukan berulang-ulang. saya -sebagai perempuan yang insya allah tulen- jadi risih sendiri ngeliatnya.

Bersikap yang sewajarnya tetep jadi pilihan yang terbaik. bukan berarti tidak jadi baik sama orang lain, saya deket kok sama laki-laki, patronus saya ngga ada yang perempuan juga. semua laki-laki. semua baik. bisa ng-pukpuk-in saya dengan baik kalo lagi menye.

yah, jadi lelaki yang baik itu somehow penting banget. tapi sekali lagi pelis, jangan dijual murah ya itu perhatian semacam beli seribu dapet tiga ke perempuan sana. kasiani kamilah, para perempuan pendapat perhatian yang diumbar. gimanapun juga PHP itu ngga enak banget rasanya. oke?

sebenernya saya ngomong apa sih, saya juga ngga ngerti.
salam nganggur habis ngajar
:3

Rabu, 28 Agustus 2013

Tetiba teringat



pada suatu malam di satu warung kopi di sudut kota, aku dengan teh aroma beri dan seorang kawan lama yang duduk dengan float rasa vanila, bertanya perlahan 'benarkah?', aku tersenyum sepat, menerawang.
entah darimana kabar itu berasal -tentang perpisahan- aku merasa tidak terlalu mengumbar di jejaring sosial, yang banyak mereka-mereka gunakan. kecuali disini, mungkin tapi aku ragu orang-orang dari dunia nyataku sering berlabuh kemari, termasuk dia penanya yang membuatku mengigit bibir.
aku mengangguk,'begitulah...tuhan punya rencana sendiri'.

perempuan itu tersentak, dan mulai bertanya sejak dan kenapa. aku menjawab pertanyaan pertama mantap tapi tidak untuk yang kedua. aku meragu harus menjawab apa, kenapa adalah pertanyaan yang paling kuhindari bahkan untuk diriku sendiri. kenapa.

perempuan itu dengan polosnya bercerita tentang taruhan bahwa kamilah yang nantinya pertama, memberi kabar bahagia tentang dua keluarga yang disatukan, tentang undangan dan kehebohan memilih kebaya pesta. perempuan dari waktu seragam putih abu yang lugu dan aku yang pura-pura tersenyum. aku berusaha mengangkat dagu, menutup perasaan aneh yang tak sanggup untuk sekedar aku sebut. bukan penyesalan, tapi lebih ke- bisa tolong jangan lagi diingatkan?

aku tersenyum lagi, untungnya dia mengerti.
pembicaraan terhenti. satu, dua jeda. hanya ada akustik mengiringi.

malam mulai matang lalu kami harus buru-buru pergi.

Minggu, 25 Agustus 2013

Tujubelasan

Sebelumnya saya mau ngucapin Dirgahayu Republik Indonesia, semoga semakin ramah pada penduduk yang kadang bawel tapi masih juga cinta pada negerinya sendiri ini.Semoga semakin baik dan baik.
Tulisan ini harusnya dipublish sekitar tanggal 17an tapi apadaya, males dan banyak kerjaan melanda. Bagi yang sudah kenal saya lewat blog pasti tau lah ya, kalau saya sering banget publish late post semacam ini. Ahihi.
Jadi ceritanya hari itu tanggal 16 Agustus siang, saya yang dateng ke kontrakan sehari sebelumnya baru selese beberes sekedarnya. Seharian ga ada kerjaan. Menye bawel 'enaknya ngapain yaaa' ke susi. Lalu tetiba si Imam dateng, ternyata beliau juga lagi bingung ngapain di kosannya. Bertambahlah satu orang yang terancam luntang-luntung seharian itu. Bagus.

Sampai pada jam 3, akhirnya ada kunjungan mendadak dari ibu yanti-yang pernah saya ceritakan di post sebelumnya- yang meminjami kasur, bantal dan segala keperluan merem kami bertiga. Beliau meminta kami untuk jadi panitia acara tujubelasan RT 05 untuk nanti malam. IYA, MALAM ITU JUGA.
Saya sampe beberapa kali tanya 'kapan bu?' buat memastikan itu benar untuk malam itu atau bukan. Well, kami langsung meluncur ke tempat acara, lebih tepatnya ke rumah ibu yanti. Di sana udah ada beberapa anak kecil yang main-main, saya ikutan main dong ya walaupun sebentar karena mesti mbantuin si Imam dan Susi nyusun rencana masa depan untuk lomba tujubelasannya.

Setelah berdiskusi sedikit akhirnya nemu juga gambaran kasarnya lomba apa aja untuk malem itu. Misalnya ada lomba 'iya-iya-tidak-tidak' ala program kuis sc*v, lomba tebak lagu perjuangan, lomba baca teks proklamasi dll. Setelah dapet gambaran itu kita langsung diserahi tugas mbungkus kado buat pemenang. Itu dalam posisi sedikit lagi magrib dan kami belum nyiapin file lagu dan semacam tetek bengek perlengkapan lomba. Imam ijin balik kosan, mau mandi dan makan. soalnya sedari tadi siang beliau belum makan, dan waktu ditawari ibu-ibu tetangga buat makan beliau ewuh kalau makan sendirian soalnya saya dan susi masih kenyang saat itu.

Kita sudah heboh ya, di kosan cuma berdua sedangkan banyak hal yang belum keurus. coba menghubungi yang lain, tiga orang cewe yang lain baru bisa dateng habis magrib. Habis magrib, imam dateng, bawa dadang. Langsung ngurus kelengkapan lomba, saya online nyari rekaman pembacaan teks proklamasi. Bu Yanti beberapa kali mampir kosan, tanya apa sudah siap. Serba ributlah.

Di jalan ketemu tiga cewe yang lain, langsung meluncur buat bungkusin hadiah lombanya. Saya dan imam masih tentang soal teknis lomba, donlot ini itu yang-gagal-mari-usaha-lagi. Anak-anak pada rieweuh tanya 'mbak ini lombanya mulai jam berapa?' sampai akhirnya semua beres dan  jam setengah delapan lebih acara arisan baru dimulai. Iya, arisan. Ternyata sebelum acara tujubelasan itu ada acara acara arisan dulu. Pikiran saya udah kemana-mana, semacam 'haduh ini anak-anak apa masih pada semangat kalo mulainya aja dari jam 8 gini'. Saya sms imam yg duduk dibarisan para pria untuk tanya keadaan anak-anak katanya, Dewa -salah satu anak favorit saya- sudah tidur. Semakin kepikiran. Haduh, haduh, haduh.

Acara arisan selesai, lanjut ke acara seneng-senengnya. Isti,yang ditunjuk jadi MC dari tadi duduk di deket saya udah ga keitung bilang 'haduh, piye iki? kamu ajalah nik yang jadi MC'. Saya cuma cengengesan aja.
Saya agak lupa urutan lombanya tapi intinya sih lomba dibagi jadi tiga kategori; anak-anak, dewasa (bapak-bapak dan ibu-ibu) dan umum. Mulai dari lomba nyanyi, proklamasi, sampai goyang caesarpun ada.

lomba nyanyi
Para pemenang

Pemenang kategori ibu-ibu

pemenang kategori bapak-bapak
Isti dan Dadang sebagai MC acara


Anak-anak yang sebelumnya ngantuk bahkan Dewa sampe udah tidur, jadi semangat lagi. Jadi ketawa-ketawa lagi, jadi teriak-teriak lagi. Aaah :')


Masih banyak sebenarnya yang belum terdokumentasikan, misalnya waktu goyang caesar bersama, mana Ivan semangat banget pula jadi insrukturnya. Seorang ivan coba yang kalau diliat sekilas jaimnya ampun-ampunan bisa total mimpin bapak-bapak ngikutin dia.
Bapak-bapaknya juga banyak yang antusias, walaupun barisan yang bagian ibu-ibu sudah mulai berkurang karena pada banyak pulang.








Setelah acara itu kami jadi tahu, oh itu yang namanya pak Kuatno, rumahnya di sana, ini yang namanya Ridwan anaknya bapak anu rumahnya situ, ini yang namanya Pak itu rumahnya sana dan semacam itu. Rasanya puas banget dan bangga banget sama diri sendiri, kalau inget kita baru dikasih mandat jam 3 sore tadi tapi acaranya bisa semeriah itu. Kata mas putut si empunya rumah sebelah bilang kalau acara RT 05 adalah yang paling meriah. Bu Yanti juga beberapa kali bilang terima kasih. Senangnyaa.








Semoga kegiatan yang cuma sebentar ini cukuplah buat kenang-kenangan warga sini dan kami bisa saling kenal, saling akrab. Siapa tahu dijadiin menantu juga #uhuk.
Ini cerita tujubelasanku, ceritamu mana?

Kamis, 15 Agustus 2013

doa

pict from here
Ketika tangan-tangan kalian mulai keriput menganyam mimpi terakhir, aku dengan egoisnya merebut dan mengacak-acak anyaman itu sehingga tak berbentuk benda. Mungkin karena akulah kalian masih pegal malam-malam, diam-diam memasang koyo dua ribuan di kaki dan punggung yang tegang habis bekerja. Padahal seharusnya malam adalah ketika kalian berfikir besok mau main apa dengan kaki-kaki kecil penghambur tawa; cucu-cucu kalian.

Karena bisa jadi akulah penjahat kelas dunia, karena pundi-pundi yang kalian kumpulkan dari kepingan lusuh itu kurampas dengan seenaknya. Menggantinya dalam urusan buku dan tetek bengek perkuliahan. Memaksa kalian menggadaikan mimpi yang sekarang tak lagi kalian berani mengharapnya. Mimpi yang dulu kalian tatap dengan percaya diri dan 'ya' mantap kini berganti pasrah diikuti 'terserah tuhan saja'. Dan aku bisa-bisanya masih berhaha-haha bahagia.

Maaf telah menjadi pohon yang tidak meneduhkan, maaf telah menjadi benalu yang menyusahkan. Maaf atas mimpi yang terpaksa tergadaikan. Maaf atas segala lelah, peluh dan lara yg selalu tertorehkan. Maaf atas tanah suci terpaksa masih termimpikan. Maaf atas sesuatu yang hanya berbentuk doa 'secepatnya...secepatnya'.

Rabu, 14 Agustus 2013

pulang dan ja(t)uh

pict from here

dan ketika saya memutuskan untuk pulang, mungkin namanya yang akan saya sebut pertama sebagai penanggung jawabnya. saya memutuskan untuk pulang setelah melalang ke dunia seberang, ke dunia yang memaksa saya menggunakan bagian otak saya yang lain, selain yang saya gunakan untuk bermain kata seperti sekarang. dia, sang pemilik surat-surat yang tak pernah sampai adalah jawaban dari semua pertanyaan kenapa. tidak, saya tidak pernah mengenalnya dan jangan pernah bertanya soal bersapa tentu kami sama sekali tidak pernah.
takdir membawa saya pada laman ceritanya. kata-katanya dan kenyataan bahwa dia adalah sosok pria muda -bahkan setahun lebih muda dari saya- membuat saya meledak, bagaimana seorang pria mampu membuat kata-kata manis semacam yang dia goreskan.

ah, dia  yang membuat saya ingat jalan pulang. bait-bait yang diciptakannya seperti penunjuk arah-saya-harus-kemana. dan benar, itu semua membuat saya pulang. terima kasih sudah banyak bercerita, terima kasih sudah menuntun saya pulang. entahlah, rasanya bisa kembali pulang itu melegakan, saat orang bahkan bertanya tentang kapan, saya akhirnya bisa menjawab 'sudah'.

terima kasih sudah begitu menginspirasi bahkan ketika saya belum memulai dengan ja(t)uh mu yang pertama karena takdir belum mengijinkan, aku sudah jatuh cinta. ya, aku jatuh cinta pada prosamu, padamu. terima kasih sudah menjadi yang seperti Dee untukmu. mungkin kamu adalah Dee-ku. sekali lagi, terima kasih semoga saya bisa menangkap ja(t)uh-mu secepatnya.

Selasa, 13 Agustus 2013

Selamat pagi, perasaan...

picture from here
Pagi, sekitar pukul enam lebih lima saat aku mulai mengetik ini. Memakai earphone putih yang tersambung pada ponsel sewarna. Ada beberapa alunan yang beberapa hari ini kuputar lagi lagi dan lagi. Yang kadang membuatku menerawang dan menghela setiap jeda. Tidak ada kata-kata puitis di sana, karena alunan ini hanya bernada tanpa berkata. Lalu aku mulai menerka sebenarnya apa yang alunan ini katakan. Bahagiakah? Sedihkah? Cintakah?

Alunan ini mungkin seperti perasaan yang kadang tidak selalu harus menjelma kata untuk dirasakan. Perasaan cinta akan tetap menjadi cinta tanpa perlu dileburkan dalam bicara, pun sama dengan peraasaan yang lainnya. Perasaan tidak akan berkurang harganya juga tidak akan bertambah harganya dengan kata-kata. Perasaan akan tetap jadi perasaan.

Lalu kapan kita tahu itu bahagia, sedih atau cinta?
sayangnya Tuhan terlalu baik sampai-sampai tidak lupa menitipkan sesuatu bernama hati pada kita, dan menerjemahkan perasaan adalah salah satu pekerjaannya.

tenang saja, sesuatu yang dicipta dari hati akan diterima oleh hati tanpa pernah tersesat atau salah alamat.


*sedang mendengarkan beberapa alunan dari Yiruma, silakan ke laman pencarian lalu biarkan perasaanmu menerka, alunan ini bicara tentang bahagia, sedih atau cinta?

Senin, 12 Agustus 2013

Jatuh cinta

from here

tadinya aku tidak tahu apa nama perasaan ketika bumi kehidupan seolah berotasi pada satu titik,padanya.
ketika jantungmu terasa melayang bahkan ketika seseorang itu hanya berjalan mendekat,
atau jantungmu yang tiba-tiba seolah meledak ketika seseorang itu bilang 'maaf ya' atas senggolan tidak sengaja saat mengambil gorengan di kantin sebelah,
aku berusaha menemukan definisinya pada sahabat
sampai mereka-mereka tertawa lalu perlahan mengeja dua kata, jatuh-cinta.

melewati waktu dengan menggenggam perasaan sendirian
lalu perlahan aku mendewasa dan seseorang itu juga, kurasa.
aku penarasan apa perasaan yang mereka sebut jatuh cinta punya kadaluarsa
karena kenangan tentangnya nyatanya tak menyisa
lucu, karena tulisan-tulisan masa putih abu dulu ku yang penuh dengan aroma itu sekarang hambar

kemana jatuh cinta itu pergi?
apa matahari menguapinya? apa hujan meleburkannya?
apa jatuh cinta bisa jatuh lalu menghilang?

kalau sampai perasaan berdebar itu datang lagi,
-entah pada seseorang yang saat ini sedang menyeduh kopi di mejanya, atau pada pegawai yang mengerjakan laporan bulanannya, atau pada seseorang yang mengumpati tim jagoannya, atau pada siapa saja- apakah itu disebut jatuh cinta atau bangun cinta? karena seperti kataku tadi, cinta pernah jatuh lalu menghilang,

sebenarnya jatuh cinta itu, apa?

Jumat, 02 Agustus 2013

Diary PPL #1

Alhamdulillah bisa posting lagi, kali ini dan beberapa postingan ke depan mungkin saya akan cerita soal kegiatan saya sekarang sampai 3 bulan ke depan. Yup, saya sebagai anak semester 7 wajib ikut PPL, PPL itu apaan sih? gampangnya sih sebut aja latian ngajar ke sekolah, secara saya kan kuliah di prodi kependidikan.

Seperti yang udah saya tulis kemaren, saya dapet tempat PPLnya di SMPN 1 Mungkid, Magelang. Bersama 17 orang lainnya yang sebelumnya kenal aja ngga (kecuali Bachtiar yang emang satu jurusan) kami 'dipaksa' untuk adaptasi dan menjadi keluarga. Adaptasi apa? Disini dingin banget jeeeek. Enak sih, tapi malam pertama disini nyaris ga bisa tidur karena kedinginan >.<

Pertama berangkat ke Mungkid itu beberapa jam setelah upacara penerjunan se universitas. Kita janjian kumpul dulu baru berangkat sama-sama naik motor. Berasa pindahan dengan barang-barang yang ga sedikit meeeen, itu aja belum cukup buat saya, rencananya nanti habis lebaran mau ke sini lagi bawa semacam magic com dan kawan-kawannya.

saya dan susi


Perjalanan ke Mungkid saya diboncengin sama Panji, anak dari jurusan biologi. He's so kind to me. Even he was try to make sure that i am okay with 'kamu takut ga?' saat musti nyempil-nyempil diantara truk bis gede yang kena macet atau he said 'kamu mau lewat bandungan?' ayolah, lewat mana aja buat saya mah sama aja gataunya, asal cepet dan selamat ya udah. Badannya yang gede cukuplah jadi penghalau angin buat saya hahaha. He was so friendly, saya yang buta navigasi beberapa kali tanya ini-itu dengan sabar dijawab tuh sama Panji bahkan dia cerita banyak soal temanggung, kotanya. Ga ada alesan ga nyaman selama perjalanan. Makasih Panji *BIGHUG*


maceeet!

Sebenernya saya datang ke Mungkid aja saya belum dapet kos lho, rencananya saya bakal sekosan sama Susi dan satu anak lagi dari Geografi bernama Dyah. Waktu itu sama sekali belum ada bayangan mau tidur dimana. Tapi Dyah udah berusaha berhubungan dengan salah satu guru bahasa Inggris di sana yang menyanggupi bantu nyariin kosan buat kita. Yawes sing penting mangkat sik.

Tapi Allah emang superb kerennya. Bu Yanti, guru bahasa inggris tadi udah nyariin tempat buat kita, lokasinya ga jauh dari tempat beliau. Deket banget malah. Semacam kamar tapi ruang tamu ga kepake punya pemilik warung dan warnet yang juga punya kolam ikan dan ternak bebek. Hahhaha. Lain kali saya akan cerita detilnya ya ;)



Ini kasur kami dipinjami sama bu Yanti, baiiiiik banget lah beliau ini. Termasuk sprei dan bantalnya. Masih juga dibantu beberesnya dan dijamu takjil yang banyaaak banget di rumah beliau. So Then which of the favours of your Lord will you deny? banget lah hari itu. Selama proses pindahan itu, kami dibantu bapak ketua kami,namanya Imam. Padahal beliaunya sendiri belum beberes barang pribadinya lho. Udah harus bantuin kita angkat-angkat kasur, kursi dan meja. Ah, terima kasih :')



Ya, hari pertama kira-kira seperti itu. Paginya kami ada acara serah terima pasukan PPL di sekolah. Sama sekali ga ada banyangan seperti apa SMPN 1 Mungkid itu sebelumnya, informasi dari internet juga ga lengkap-lengkap amat. Cuma tahunya SMPN 1 Mungkid itu adalah salah satu SMP tertua di kabupaten Magelang, sekolah yang dulunya dikasih nama SMP Blabak ini lokasinya di pingir jalan raya Magelang-Jogja. Tapi yakin deh, sebentar lagi saya dan teman-teman bakal sedikit lebih tahu lagi soal sekolah ini, dan yang paling wow-nya kami akan jadi bagian dari sekolah ini. Sounds great!

Sekian untuk malam ini, banyak cerita yang akan saya publish nanti eh besok ding,
selamat datan 3 bulan, yang baik yaa~
dan HAPPY HOLIDAY!
Yellow Crown