Selasa, 03 September 2013

a-must-thing-to-talk-about

bertambah lagi satu hal yang akan saya hindari jauh-jauh kalau saya punya anak besok. membawakan anak saya motor. sebelum berumur tujubelas. sebelumnya saya mau cerita tentang kejadian hari sabtu kemaren. tiga anak di lingkungan kami tinggal sementara selama PPL ini ada yang kecelakaan.

dua orang kelas 7 SMP -satria dan david- dan satu orangnya lagi masih duduk di kelas 5 SD -galang-. masalahnya galang adalah salah satu anak yang tiap jumat main ke tempat kita untuk belajar bareng. Jumat kemaren dia juga masih dateng bawa buku IPA buat belajar bareng Susi, Imam dan Bahtiar. gimana kita nda lemas ya dengar kabar mereka naik motor bertiga, alasannya mau pinjem buku ke rumah temen, tau-tau terjadi kecelakaan di jalan raya. David yang posisinya di belakang mental dan bagian belakang kepalanya hancur. meninggal seketika. David, yang bawa motor di depan, sampai saya tulis postingan ini masih kritis dan belum sadar. Saat ini dirawat di rumah sakit Jogja. Galang, the luckiest one yang duduk di tengah 'hanya' dapet tujuh jaitan di lutut kanan kirinya dan sekarang masih trauma. 

See, anak-anak SMP itu udah mulai dibolehin bawa motor sama bapak-ibuknya. kelas satu SMP. ngga tahu ya, saya masih belum bisa menerima alasan apapun untuk membolehkan anak kelas satu SMP bawa motor. bagi saya umur segitu masih belum bisa apa-apa. oke, mereka mungkin udah bisa mbedain ini rem, ini gas, ini kopling. tapi gimana dengan pikiran mereka yang masih labil, yang pengen eksis keliatan keren dengan gas-gasan segala macem di jalanan. terus siapa yang mau disalahkan? orangtua? bisa jadi.

saya pernah baca tulisan seseorang yang bisa saja menuntut orang tua yang mengijinkan anaknya yang belum cukup umur naik motor sebagai pembunuhan berencana. I am totally agree. orang tua jaman sekarang mungkin terlalu memanjakan anak (kalau tidak mau dibilang memanjakan dirinya sendiri). anak diberi motor biar kemana-mana bisa sendiri, orang tua terlalu sibuk dan ngga punya waktu untuk nganter kesana-kesini. yaudah, untuk gampangnya beliin satu motor, beres semua urusan.
padahal orang tua bisa jadi kurang awas pada anaknya, si anak pergi tanpa ijin, entah kemana, tanpa helm. ditambah lagi dengan kecurangan yang 'harus' dilakukan untuk pembuatan SIM untuk anak di bawah umur.

talking about facts around us. udah bukan barang rahasia kalau sekarang anak SMP sudah punya SIM. SMP jeeeek, yang mbenerin baju aja masih perlu dibantu, yang paling pol paling umurnya 15an, udah punya SIM.  Great!

Selain rumah tanpa TV semoga motor bukan untuk 'anak kecil' juga bisa saya terapkan  di rumah saya kelak. saya tidak mau mengingkari motor adalah kendaraan paling fleksibel untuk saat ini,tapi untuk anak SMP?! please... saya insya allah siap nganter jemput anak saya kalau memang harus begitu, saya cuma ingin menjaga anak-anak saya dengan bener, itu aja.

Dear, futurelife partner, sebelum punya anak ini jadi 'a-must-thing-to-talk-about' ya..

1 komentar:

Yellow Crown