Kamis, 12 September 2013

perasaan senja



jika kau tanya perasaanku saat itu, maka akan aku jawab ia seperti senja.
tidak merah, tidak kuning, tidak biru, tidak pula hitam. ia hanya sepotong warna baru bernama senja.
entah apapun itu definisi senja bagi sebagian orang, bagiku senja adalah perasaan ketika aku menekan tombol hijau di jalan menuju pulang dari seorang kawan. lalu kabar itu datang, kabar beraroma kematian. beliau (akhirnya) berpulang setelah setahun lebih jatuh sakit, tak sanggup bangun bahkan menelan makanan.
beliau, seseorang yang kupanggil embah.
aku tidak menangis saat itu,aku berusaha tenang dibalik punggung seorang teman. tidak ada air mata di sana, entah apa karena aku sudah menyiapkan hati jauh-jauh hari sebelumnya atau karena apa. ada kesedihan yang sangat, tapi hambar. aku hanya bisa merapalkan doa-doa di sepanjang jalan, beberapa bait alfatihah dan sepucuk doa sederhana tentang pengampunan dosa untuknya di sepanjang jalan yang entah apa namanya (setahuku di kiri kanan hanya pohon dan perdu liar). aku tidak ke rumah hari itu, ada beberapa alasan yang tidak memungkinkan untukku kesana. 'yang penting adalah doa' kata bapak. aku mengangguk.
berusaha merapikan kenangan tapi tetap tidak banyak yang tersisa. mungkin itu yang membuatku tidak berair mata.
aku mencintainya, itu saja.
kembali lagi, darahku sebagian miliknya.
dan doa adalah satu-satunya yang bisa kuberikan.. semoga bertemu di surga..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown