Minggu, 30 Maret 2014

untuk hati


pic from here

Hai hati, apa kamu baik saja? Aku tidak tega melihatmu,kesakitan merakit sesuatu yang aku yakin suatu saat akan menyerangmu. Kau sebut itu apa? Penantian?

Hai hati, aku sudah cukup lelah menasehati,lupakan penantian untuk dia yang tidak pernah lagi memalingkan wajah saat kau panggil, apa kamu tidak letih menjadi sedih? sampai kapan kamu bisa mengerti?

Hai hati, sudah berapa kali kubilang, potonganmu yang terserak hanya perlu kamu rapikan. Tak perlu terlalu sempurna, cukup seadanya, yang hilang biar hilang, karena di luar sana akan ada yang membawa bagian yang hilang itu padamu untuk digenapkan.

Hai hati, kamu tidak perlu menyedih terlalu lama, jangan tutup matamu, ada cinta yang benar sedang menunggumu, akhiri penantianmu karena kamu tidak akan bisa menggapai jika masih menggenggam masa lalu.

Hai hati, cepatlah sembuh, cepatlah bangkit, aku tahu yang membuatmu tertahan di sana adalah dirimu sendiri, menangisi perih itu percuma yang ada akan semakin perih. 

Hai hati, untuk kali ini saja, tolong jangan jadi bebal. Jadilah anak baik yang tidak cuma mendengarkan tapi juga melaksakan. Bisa kan?

Hai hati, untuk sekali ini saja, dengarkan aku. Ya?


Dari: logika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown