Senin, 07 April 2014

Tuhan, padaMu aku pura-pura cinta



Tuhan, padaMu aku pura-pura cinta, nyatanya ketika yang tercinta pergi, hati ini seperti  lebur luruh tak menyisa. Membuatku kehilangan separuh nyawa. Kaki enggan melangkah, rasa menyalahkan takdir dan semua terasa tidak benar. Terjerembab dalam sedih dan lara. Disana, aku lupa, Kamu ada.

Tuhan, padaMu aku pura-pura cinta, aku menemuiMu di lima waktuku, dan kadang di pagi dan jarang di seperempat malamku, tapi aku masih juga enggan dekat denganMu, aku hanya menemuiMu tanpa berusaha bicara, bercumbu dan merayu.

Tuhan, padaMu aku pura-pura cinta,  aku masih juga menunda-nunda waktu bertemu denganMu, dengan sombongnya bilang 'masih jam segini, nanti saja'. Sholatku tidak pernah alpa barang sekali, tapi ghibah dan semua mengucap yang tidak pantas masih juga aku jalani. Juga dengan amalan yang lain, mengaji? malas sekali membaca arti, mengamalkannya apalagi.

Tuhan, padaMu aku pura-pura cinta, juga pada Muhammad yang sunnahnya sering aku acuhkan. Makan dengan tangan kiri, minum sambil berdiri, kaki kanan masuk kamar mandi, dan entah apalagi.

Tuhan, Kau tahu kan, apalah cinta tanpa merindui dan tanpa mematuhi. Padahal Kamu tidak pernah pergi, tidak pernah menjauh, tapi aku yang pura-pura tidak tahu, pura-pura tidak peduli.

Tuhan, padaMu aku pura-pura cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown