Sabtu, 13 September 2014

suatu saat nanti

pict from here

suatu saat nanti, akan tiba waktunya Tuhan dan waktu mengijinkan kita akan sukarela berbagi narasi bersama. tanpa ada paksaan karena kita tahu memang untuk itulah kita tercipta.

suatu saat nanti, kamu akan mengerti bahwa meringkuk di sudut sejuk rumah dengan setumpukan bacaan,  bisa lebih menyenangkan bagi sebagian orang -setidaknya bagiku- daripada harus bersusah dengan carrier untuk mendaki puncak tertinggi...kegemaranmu.

suatu saat nanti, kamu akan mengerti bahwa air putih bisa begitu nikmat bagi sebagian orang -setidaknya bagiku- dibanding kopi tanpa gula yang kau seduh malam-malam di seruak gempita bola hingga subuh.

suatu saat nanti, kamu akan mengerti bahwa masih banyak hal lain yang bisa dipelajari untuk saling mengerti. ada dunia lain yang bisa kita singgahi, dunia yang tadinya asing dan diluar ekspektasi dunia itu eksis.

suatu saat nanti, dunia yang asing itu akan hilang lebur jadi dunia baru yang jauh lebih rumit, lebih asing, lebih kita. begitulah.
dan narasi tentang kitapun dimulai di sana.

Rabu, 10 September 2014

perempuan dan kebetulan

dan kalau di dunia ini ada sebutan untuk makhluk paling nyeremin di dunia ini pasti namanya perempuan. saya adalah tipe orang yang tidak mudah dapet temen perempuan, padahal saya sendiri perempuan. entah kenapa beberapa kali saya bertemu (dan cukup dekat) dengan perempuan yang lalu kemudian dengan terang-terangan (dan ada juga yang tidak terang-terangan) bilang saya adalah saingan mereka. di depan saya, frontal. itu jaman SMP.

saya  ga pernah tau dari sisi mana mereka bisa menilai saya sebagai saingan yang pantas di saing-i, saya ga ngerasa cantik-cantik banget, otak juga ga pinter-pinter banget, semua yang ada pada diri saya biasa-biasa saja, tidak ada yang terlalu menonjol dan bisa ditonjolkan. saya sampai sangat heran waktu ada orang yang seperti itu pada saya. ditambah lagi, itu semua membuat saya jadi tidak enak. saya tidak pernah ingin dan niat bersaing dengan siapa pun, bahkan dengan teman yang (pernah) dekat sekalipun. saya cuma butuh temen untuk haha-hihi ala perempuan perempuan lain di luar sana, tanpa ada rasa persaingan untuk sesuatu yang bahkan saya sendiri ga tau itu apa.

pernah ada temen dari SMA, karena sesuatu hal yang saya sangat kecewa sekali padanya kami jadi berjarak. saya kira jarak itu akan membuat saya lebih bebas dalam hidup saya, tapi itu salah sodara-sodara. ketika itu saya sedang seneng-senengnya nulis di notes facebook, berteman dengan orang-orang yang juga suka menulis dari luar kota, orang-orang yang waktu itu masih sekolah di SM*GA semarang, ada beberapa orang yang saya masih ingat namanya dan masih berhubungan sampai sekarang.
dan temen saya itu ikut-ikutan berteman dengan mereka. ikut-ikutan nulis note di facebook, what the..
okay, mungkin cuma kebetulan kalau dia juga kenal sama mereka...kebetulan.
kebetulan yang aneh, maka saya putuskan buat nge-block akun facebook dia, masih sampai sekarang.

lalu time flies so fast, saya bikin abinaya diikuti dia dengan dengan teman-temannya membuat yang serupa. awalnya saya biasa-biasa saja sampai ketika konsep dia ambil foto sedikit mirip dengan konsep abinaya. mulai dari background tanah sampai kancing-kancing. kok mirip ya?
mungkin kebetulan..

lalu, ketika saya bikin r*dcherries_hijab, 4 bulan kemudian dia juga bikin olshop tapi bukan jualan hijab, tapi seperti jualannya yang sebelumnya yaitu bros dan macam-macamnya. di awal-awal dia ngirim sms ke temen-temennya semacam announcement kalo dia bikin olshop baru (dan entah kenapa saya juga dapet sms itu) mulai deh saya kepoin instagramnya, awal-awal saya cuma mikir 'baiklah' tapi ada yang aneh waktu dia mulai follow akun follower dan customer r*dcherries_hijab. FYI, akun r*dcherries_hijab saya lock jadi ga semua orang yang bisa liat (kecuali followers yang request dulu buat follow) lhah ini kok dia bisa follow, darimana coba. mungkin kebetulan ya :')
dan masih banyak kebetulan-kebetulan lain..

sebegitu menariknya-kah hidup saya sampai apa-apa saya diikutin? dari jaman dulu sampai sekarang?
tapi sekali lagi, mungkin itu semua cuma kebetulan..iya kebetulan :)

Selasa, 02 September 2014

maaf kalau saya agak sensitif soal ini

saya kenal seseorang, cowok, satu universitas beda jurusan. entah kenapa dengan posisi saya yang tiba-tiba-migrain-kalo-mikir-skripsi ngeliat dia yang ga niat ngerjain skripsi bikin saya emosi sendiri. ketika semua temen-temennya berjuang mati-matian sampe lembur ngerevisi draft,ngemis-ngemis ke dosen minta bimbingan, dia dengan santainya bilang 'bakal ngerjain skripsi setelah orang tuanya nepatin janji kasih kamera'. dan pemirsah, dia umurnya 23 tahun. kuliah, semester 9. meskipun kaya gitu bukan anak seragaman putih merah ya, ingat.

dia dulu pernah bilang sudah bimbingan sekali dua kali, diminta bikin produknya entah itu berapa bulan yang lalu dan sekarang belum juga maju-maju. alasannya? banyaaaaaak banget. sini saya kasih liat beberapa chat saya sama dia malem ini tadi.






fyi, temen saya itu akhirnya dapet kamera DSLR 1-2 minggu kemaren,tapi jangankan tambah rajin ngerjain skripsi, tambah waktu buat hunting foto sih iya. mungkin karena dia dari anak keluarga yang cukup mampu ya, dari keluarga yang punya usaha dan beberapa toko di kota asalnya, jadi ga mikir soal biaya kuliah atau kos tiap tahunnya. kuliah ga kuliah juga bakal punya toko yang dia kelola sendiri. jadi kenapa mesti cepet-cepet?

dia anak pertama dan punya adek perempuan, kasihan aja sebenernya makanya saya cuma bilang terserah di akhir chat kami, ga tahan kok ya ada cowok yang sebegitu ga bisa bertanggung jawab atas hidupnya sendiri kaya gitu. alasan mau nikmatin hidup itu yang paling ga masuk akal, hellllloooooow...dia kemana aja???? travelling ke surga? soal mau bikin draft yang 'perfecto' kata dia, emang bisa? ada gitu yang sempurna? orang macem dia yang kuliah aja pake ngulang-ngulang emang bisa bikin sekali, maju bimbingan terus acc karena udah sempurna? apa ya dia ga realistis (kalo ga mau dibilang ga mau ngaca)?

saya heran, apa emang cowok yang lama dewasanya atau cewek yang dewasa terlalu cepat? tapi selambat-lambatnya cowok jadi dewasa kok ya ada yang bebal kaya dia ya? tapi bener deh, saya kasihan sama dia dengan cara berfikirnya yang kaya gitu, yakin deh pasti gampang banget dipengaruhin orang dan dimanfaatkan. tapi perasaan, temen-temen saya yang cowok juga walaupun ga rajin ngerjain skripsi tapi ada progressnya. lhah dia? alasannya itu lho, ga logis pula.

sekarang kalo cowok aja ga 'matang' atau ga bertanggung jawab kaya gitu apalagi yang bisa banggain? kamera? mobil? motor mahal? itu mah punya orang tua semuaaaaaa. kasihan, kasihan, kasihan. salah satu contoh cowok yang un-nikahable bangetlah dia itu. ya Allah, jauhkanlah hamba dari jodoh yang semacam itu ya Allah ya..

kalo saya emosi, salah ga?
ah, tapi ngapain juga ngurusin orang lain ngurusin dosen sendri yang ga validasi-validasi aja udah bikin pusing kok ya.

Senin, 01 September 2014

sometimes all i need is only 'hows your life?'

saya ga pernah bisa bilang perasaan apa namanya itu ketika kamu galau, gundah, suntuk, ga ngerti mesti ngapain tiba-tiba ada sms masuk tanya gimana kabar kamu, apa kamu baik-baik aja. padahal kamu udah lama ga sms dia. somehow, ga tau kenapa itu seperti nenangin kamu. likes someone offers you a warmest hug when you in the coldest condition. sebut saya lebay, saya bahkan bisa nangis mewek jelek bahkan hanya karena baca dua kata 'hows life?' yang dikirim secara tiba-tiba oleh dia.

padahal,di belakang apakabar-nya dia akan ada saya yang ngeluh panjang lebar dan di ujung-ujung curhat saya jawaban dia akan sama (persis seperti prediksi saya, dia bakal jawab apa,saya tahu nyaris hafal malah). tapi sekali lagi, dia selalu benar membaca timing kapan saya butuh 'apa kabar?'nya dan itu cukup.


doa saya cuma satu, selama saya belum menemukan seseorang yang benar-benar akan jadi tempat sampah pembuangan terakhir saya, jangan sampai tuan patronus saya itu punya nona yang bawel jelek dulu ya. saya nggak rela. nggak rela berbagi apa kabar sama nona yang entah siapa itu namanya. lalu semua bakal rusuh dan enak lagi buat saya menye rewel ke dia.

dan waktu saya ngetwit kaya gitu, beliau langsung sms saya kaya gini coba:


by the way, terima kasih ya untuk kamu yang selalu ada dan untuk semua apa kabarnya, selama hmmm.. 4 tahun? 5 tahun? jangan lelah dulu ya, karena sepertinya umur saya akan panjang :P
haha

Yellow Crown