Kamis, 27 November 2014

its okay, thats life

salah satu momen terberat selama lebih dari empat tahun di sini terlewati sudah, meski tidak terlalu mulus seperti harapan awal but, its okay. hari-hari yang sangaaaat berat. tepatnya senin dan selasa kemarin saya ada ujian skripsi dengan dua dosen penguji berbeda.
berat? saya bahkan sedikit stress menjelang hari H saya itu, gejalanya mulai dari demam sampe diare. entahlah, padahal saya sudah berusaha se-santai mungkin, se-tidak memikirkan hal itu-mungkin, se-jalani saja dengan biasa-mungkin. tapi tetep kepikiran dan tetep sakit.

hari pertama ujian dengan dosen favorit sejak semester dua, dosen lelaki idola para mahasiswi yang udah mulai mikir tentang rumah tangga. semua berjalan lancar dan sedikit tergesa karena beliau sepertinya ada acara. banyak dapat teguran tentang grammar yang masih berantakan. ujian itu sendiri kurang lebih satu jam. tidak banyak pertanyaan namun revisian menumpuk, lagi lagi soal grammar.

hari kedua, yang paling beraaat. ujian selama dua setengah jam, dengan dosen senior yang mengutamakan kesempurnaan. dan skripsi saya, mungkin dapat nilai D jika tanpa perbaikan. terlalu banyak kesalahan, konsep dan metode yang berbeda dari yang beliau harapkan. nyaris revisi total bab 3 dan 4. saya cuma bisa pasrah dan lemas setelahnya.

sampe saya nulis ini, draft saya masih tergeletak saja di lantai kamar, rasanya masih nyesek bahkan untuk sekedar review dan baca-baca. bodohnya, saya baru sadar mungkin selama ini saya salah masuk jurusan, sama sekali ga ada bakat di bahasa inggris ya. sedih. iya, sangat. tapi setidaknya saya sudah berusaha kan? (harusnya) selalu ada harga yang didapat setelah berusaha kan?

tapi hal yang paling saya syukuri adalah adanya teman-teman yang begitu menguatkan selama dua hari terberat saya kemarin. hari pertama, sebelum ujian secara ga sengaja, bertemu bahtiar yang ikut repot nyiapin printilan mau ujian saya, sebelumnya saya di temenin jamie yang pagi itu kebetulan punya jadwal bimbingan di b8. sampai ujian selesai dia yang pertama datang dan tanya 'gimana tadi ujiannya? lancar?' sambil bantuin saya beres-beres barang bawaan. orang-orang yang saya temuin di jalan bahkan bilang 'eh nik, tadi kamu dicariin jamie lho'. saya cuma bisa speechless. semoga skrpsimu juga dimudahkan ya nak *pukpukjamie*

juga ada shinta dan tia yang menemeni malam-malam ujian saya dengan cerita panjang lebar tentang apa saja, membuat saya cukup merasa nyaman dan santai sebelum 'pengadilan',juga rega yang rela minjemin kamarnya buat saya dan tia bermalam. juga temen-temen yg lain yang tidak disebut satu persatu disini.

hidup ya gitu itu kadang susah, kadang senang. adaaaaa aja cara Tuhan kasih pelajaran. bahkan sampai sekarang liat skripsi aja masih pengen mewek dan mual. tapi tetap saja tidak ada yang tidak bisa disyukuri di tiap-tiap kejadian kan?

terimasih Tuhan.
minta kasih semangat buat ngerjain revisi dong, boleh ya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown