Jumat, 28 November 2014

yang menyebalkan



aku bukan laki-laki penyuka puisi, pun dengan menulisnya, aku tak bisa memilih bahasa yang indah dengan makna berbunga, maka biar kutuliskan semua disini dengan caraku sendiri. dengan bahasaku agar kamu dengan mudah mengerti tanpa perlu jauh-jauh mencari arti.

mungkin aku adalah laki-laki yang paling menyebalkan yang kamu tahu, meskipun tidak pernah kamu bilang tapi bisa aku sebut itu tanpa ragu.

lucu ya, aku yang selalu berusaha di dekatmu,
menyediakan apapun yang kamu butuh tapi masih aku juga yang sama, yang menghindarkan semua yang kamu mau. aku bisa saja menelpon satu jam untuk seguk malam-malammu dan aku juga bisa menghilang saat 'semoga hari ini menyenangkan' dan semua sapaan ringanmu terkirim ke ponsel pintarku.

mungkin kamu tahu, dengan kata-kataku, sering kamu protes betapa kakunya aku padamu, betapa kata-kataku sering kali menyakitimu. tak jarang juga buatmu tersinggung.

apa kamu tahu itu sengajaku?

agar kamu tidak menaruh apapun padaku. baik itu harap atau hatimu.
karena kamu dengan keras kepalamu masihlah perempuan yang kukenal, yang bisa jatuh cinta pada hal sesederhana sapaan ramah dan ke-konstanan keberadaanku di sampingmu. dan ya, maaf jika aku menghindari itu.

aku akan menjagamu dengan caraku, dengan aku yang tidak mengenggam hatimu maka aku tidak akan bisa mematahkannya kan, semoga kamu bisa mengerti rumus sederhana itu ya. setidaknya aku tidak mau jadi alasan tangismu sehari semalam seperti laki-laki brengsek yang kemarin-kemarin kamu ceritakan.

karena aku takut jadi laki-laki brengsek yang selanjutnya, maka jangan paksa aku untuk membuatmu jatuh cinta. lalu semua jadi rumit dengan harapan-harapan dan hal yang menyulitkan.

maaf ya sudah menjadi yang menyebalkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown