Rabu, 31 Desember 2014

rindu

untuk kamu tuan yang dengan sengaja tak ingin berbicara denganku,
sungguh rindu ini sudah diujung sanggupku

Selasa, 30 Desember 2014

koin pintar

let me introduce the awesome one "KOIN PINTAR" to you..

pertama kali kenal koin pintar adalah waktu ikut #kudeta #yukketaman yang sudah pernah saya posting sebelumnya, silakan di scroll ke bawah saja ya. koin pintar adalah gerakan peduli pendidikan untuk anak-anak kurang mampu. donasi yang dikumpulkan berupa koin-koin recehan (tapi tidak menolak menerima bantuan berupa uang kertas, merah lagi). koin-koin kami kumpulkan dari relawan yang membantu, ada yang lewat live-funding atau transfer via bank.


founder dari gerakan ini adalah adalah mas dimas, dibantu beberapa orang laki-laki dan satu perempuan lain (oke,yang terakhir itu saya) menjalankan 'usaha' ini beberapa bulan terakhir, jadi masih terhitung baru. sasaran koin pintar ini sekali lagi adalah anak-anak kurang mampu, tapi donasi yang terkumpul tidak langsung kami serahkan ke anak tersebut, melainkan kami 'titipkan' ke guru wali kelas agar bisa dipakai dengan lebih bijaksana. agar lebih tepat sasaran lagi, kami terjun ke lapangan langsung untuk survey ke SD, melakukan wawancara singkat dengan murid,guru dan staff sekolah dll, setelah mendapatkan kandidat yang dirasa cocok dan memenuhi kriteria penerima beasiswa, kami juga mendatangi rumah calon penerima beasiswa untuk memastikan 'ketepat sasaran' dana.

saya cerita sedikit soal proses seleksinya ya, jadi waktu itu yang ikutan seleksi ada 4 orang yaitu saya, mas dimas, mas danang dan mas lukman. setelah ramah-tamah dengan pihak sekolah kami diminta masuk ke kelas yang disana sudah anak-anak calon penerima beasiswa. kalau tidak salah ada 6 anak. yang bertugas melakukan wawancara ada 3 orang termasuk saya dan yang satunya lagi wawancara dengan guru-guru. jadi tiap pewawancara dapat 2 anak. pertanyaan yang kami ajukan pertanyaan standart seputar keseharian mereka di rumah dan sekolah, mereka tinggal dengan siapa ke sekolah naik apa, cita-cita dll. satu yang kebagian wawancara dengan guru, mas lukman pinter sekali, jadi dia bersama guru-guru (entah dia yang mengajak atau yang diajak) pergi ke kantin untuk makan enak bersama  melakukan wawancara terselubung, katanya.

untuk adik koin pintar yang pertama, kami memutuskan yang berhak menerima beasiswa dari koin pintar adalah Dimas Aldo, dia saat ini duduk di kelas 6 SD 3 Prambatan Kidul. ayahnya seorang pengamen, sementara ibunya tinggal dirumah karena sakit (tidak memungkinkan melakukan pekerjaan seperti orang-orang kebanyakan), Aldo sendiri masih mempunyai adik yang masih kecil jadi sehari-hari sepulang sekolah kegiatan Aldo menjaga adiknya tersebut. ini saya kasih liat sedikit kondisi rumah Aldo ya..

bagian rumah tampak depan
kamar mandi yang cuma ditutup kain, airnya minta ke tetangga
bagian dalam rumah

dengan kondisi rumah tinggal seperti itu, prestasi Aldo bisa dibilang sangat membanggakan. nilainya selalu meningkat dari tahun ke tahun, bahkan tahun ini dia mendapat rangking 1. guru-guru pun banyak yang memuji Aldo karena sikapnya yang baik dan tekun, sering kali kalau ada materi pelajaran yang dia tidak mengerti, Aldo tanpa ragu langsung bertanya pada guru. sikap yang seperti itulah yang kata guru-gurunya jarang ditemui di diri anak-anak yang lain.

mungkin yang bisa kita beri tidaklah banyak, tapi semoga bisa bermanfaat. biar Aldo tetep bisa semangat sekolahnya.

Dimas Aldo, penerima beasiswa koin pintar bersama kakak relawan

bagi yang penasaran dan tertarik bergabung dengan gerakan ini, silakan sekali kami masih membutuhkan banyaaaak sekali kakak-kakak relawan dan koin-koin yang lain untuk membantu adik-adik kita yang membutuhkan. informasi lebih lanjut bisa di cek di twitter @koinpintar ya disana ada CP yang bisa dihubungi :)

ada

aku tahu tempatku bukan di antara waktu sibukmu,
karena kamu terlalu fokus pada berkas dan dokumen-dokumen yang entah apalah itu di kantormu
aku pun tahu tempatku bukan di antara waktu bebasmu,
karena kamu terlalu asyik dengan duniamu, dengan hobby dan semua favoritmu

makanya aku benci ketika kamu terlalu sibuk juga terlalu luang,
menyusup bertanya kabarmu aku tak mampu, mengharap kamu memulai percakapan dulupun rasanya adalah sesuatu yang mustahil bagiku

tempatku?
adalah di sela kamu bosan dengan angka-angka itu dan menyeka mata lelah selepas kacamatamu,
adalah tempatku waktu kamu menunggu istirahat ishomamu dan tak tahu harus melakukan apa selagi masih ada waktu,
waktuku adalah sisa-sisa waktu biasamu,
sisa-sisa waktu bosanmu,
sisa-sisa waktu milikmu

tapi tak apa, setidaknya damaiku ada di sisa-sisa itu dan itu cukup bagiku.

Senin, 29 Desember 2014

begitulah cara Tuhan ngajak becanda

beberapa hari kemaren saya baru ngerasain diajak becanda sama Tuhan. berawal dari salah satu material packing jualan saya habis begitu saja-okay, 'begitu saja' rasanya agak tidak masuk akal-. padahal perasaan baru kemaren saya beli 150-an biji eh tau-tau sudah habis saja. alhamdulillah.
jadi waktu itu kertas doily saya habis. tinggal selembar untuk packing hari itu, artinya saya mesti cepet-cepet beli lagi. buat yg belum tau apa itu kertas doily, itu adalah kertas yang biasanya dipake untuk tutup snack/kudapan yang ditaruh di kardus. umumnya warnanya putih dengan pola renda-renda kecil.

kebetulan hari sebelumnya tetangga saya kasih hantaran, ada kertas doily yang cantik banget. pola rendanya beda, ga seperti pola renda doily biasanya. pertama liat saya langsung suka. kaya gini nih:



terus pengen deh pake itu di packingan, nah kebetulan stok doily-nya habis langsung kepikiran 'POKOKNYA ENTAH GIMANAPUN CARANYA MESTI DAPET'.

akhirnya pasang pm dan dp BBM tanya-tanya dimana bisa dapetin doylinya, karena sumpah demi apa nyari yang seperti itu susah banget, kalo yang biasa mah banyak di toko-toko plstik dan kardus ada.
dari situ banyak deh yang kasih feedback, mulai dari toko belakang smasa, toko kuning deket alun-alun sampe toko kardus dekat pom bensin prambatan. fix, saya datengin semua besoknya. dan ternyata apa sodara-sodara? sama sekali nggak ada, pun saya juga selalu berhenti tiap ada toko yang 'jual macam-macam kardus dan perlengkapan khajatan' dan hasilnya bikin guling-guling di aspal. sampe-sampe contoh yang saya bawapun sampe lecek ga berbentuk dan saya capek sampe pengen mati rasanya.

putus asa mau pulang ajah, sekalian ke toko biasanya ajah, beli yang biasanya ajah. saya ambil jalan pulang dong. tapi belum sampe ke toko langganan saya, ada toko yang jual perlengkapan 'plastik-kardus-dll' gitu. 'kalo di toko langganan kejauhan, disini ajalah toh juga nggak bakal ada' pikir saya.

dengan udah capek, males dan ga mood saya bilang nyari kertas doily kecil -tanpa kasih liat contoh,kertas yang saya maksud di tiap-tiap toko sebelumnya saya kasih liat terus- eh si ibuk ngeluarin kertas doyli yang ITU. benar-benar yang ITU.
saya reflek langsung teriak ketahan 'OH MY GOD!' jadi saya muter-muter kota kudus berjam-jam dapetnya di situ? di deket rumah gituuu?
Tuhan sedang ngajak becanda deh ini. beneran.

sementara si ibuk lagi kebelakang nyari stoknya saya ketawa-ketawa sendiri. ketawa garing tepatnya. ya tuhan, apa-apan ini sih.. =__="
ya cara tuhan becanda sama saya, waktu udah putus asa malah kasih. jadi ya begitulah, intinya ini packingan saya pake doily yang baru. bagus kan?
semoga doylinya cepet habis lagi. aamiin.

Sabtu, 27 Desember 2014

lebih baik kalau itu kamu

akan lebih baik jika orang itu adalah kamu,
dengan semua kurangku kamu lebih dari sekedar paham, kamu hafal bagaimana cara membuatku tetap jadi manusia dengan akal sehat dan menjadi kuat.
aku tidak perlu lelah memakai topeng dan pura-pura menjadi perempuan sempurna seperti yang kulakukan pada pria-priaku yang dulu.

akan lebih baik itu kamu, yang sanggup kubuat jatuh cinta.. tapi sayangnya tidak, karena kamu terlalu kokoh dan kuat untuk kujatuhkan dan aku masih terlalu manusiawi untuk memaksa..

Selasa, 23 Desember 2014

hmm..

a: can i call you?
p: kudu saiki?
a: ya nggak juga sih.. i forget you're on working time now
p: it almost ashar- free time actually,
a: nggak ah *takut ganggu*
p: if it should be today, call me after isya.
a: eh, no no *mikir kalo nelpon malem mesti mahal* if i call you today, i will mewek-menye-nangis over and over and over again. and its not kind of elegant or cyantik things. its just too disgusting.
p: how if i wanna hear that?
a: ...

Minggu, 07 Desember 2014

salah jurusan

begitulah yang saya rasakan belakangan ini, selama empat tahunan ini sepertinya saya salah milih jurusan. semua proses yang saya jalani sampai saat ini, saya (hampir) tidak pernah menikmatinya. bukan, bukan tidak bersyukur...menurut saya bersyukur ada di tingkatan sedikit lebih rendah dari mencintai sesuatu.

kita bersyukur mempunyai sesuatu rasanya tetap beda dengan saat kita mencintai dan menikmati sesuatu itu. dan saat kita menikmati sesuatu itu,dengan otomatis kita akan bersyukur entah sadar atau tidak. berbeda saat kita mensyukuri sesuatu belum tentu kita menikmati dan mencintainya. toh, bersyukur itu kewajiban kan?

di perjalanan hampir setahun ini saya menyadari proses yang sudah terlewati, saya jalani karena memang saya harus melakukannya, bukan karena rupa-rupa perasaan melankolis lainnya. saya hampir tidak pernah menikmati proses itu, jiwa saya hampa, tidak ada kepuasan atau sesuatu yang membuat saya bangga pada diri saya sendiri. mungkin kira-kira seperti itulah yang zombie juga rasakan, hidup tanpa perasaan. menyedihkan ya?

terlalu banyak kekecewaan dan rasa lelah, bahkan di penghujung perjalanan ini semua terasa menyulitkan. ketika orang-orang terlalu bersemangat untuk melanjutkan, saya ingin pergi jauh tanpa perlu mengingat hal-hal yang seperti sekarang. semua terasa menyesakkan, sungguh.

ayo nik, kuat tanpa mengeluh. kamu sih bisa, harusnya.

Tuhan, padahal kurang sedikit lagi ya..

Senin, 01 Desember 2014

untuk kamu, jangan baca blogku ya

aku bisa apa saat orang pertama yang kucari saat patah hati adalah kamu,
dan kamu ada, waktu aku butuh orang untuk mendengar masalah kuliah yang katamu sengaja ku-drama-kan,
aku bisa apa saat 'aku tadi nyaris nabrak becak' terasa sebegitu pentingnya untuk kulaporkan kepadamu,
lalu kamu menanggapi seadanya, dengan gayamu.
tapi tetap saja kan aku masih mencarimu, entah karena aku mencari-cari obrolan atau memang butuh...kamu.

aku harap kamu tidak baca blogku ya, walaupun kamu tahu url-ku, tapi semoga kamu sudah lupa ya, jadi aku bisa bebas menulis tentang kamu disini. ini bukan soal jatuh cinta, ini tentang biar aku simpan ini -yang apalah namanya tapi bukan cinta- sendirian, toh juga tidak berarti banyak buatmu kan.
atau nanti aku, kamu jadi canggung dan semuanya jadi tidak mengenakkan.

banyak hal yang ingin aku tulis disini, tapi sekali lagi, aku takut kamu baca.
apa harus kutulis saja biar lega?
tapi aku takut nanti kamu menghindar,

begini saja, aku akan tulis apapun yang ingin aku tulis, kamu boleh baca tapi setelah itu kamu bisa pura-pura lupa atau pura-pura tidak pernah baca. pura-pura tidak tahu, tidak perlu berkomentar.

bisa? janji ya...kamu?
Yellow Crown