Kamis, 22 Januari 2015

it has been 15 years and still counting..

saya pribadi sadar, untuk bisa cukup dekat dengan saya, seseorang butuh effort yang besar. dekat dalam artian saya benar-benar menunjukkan siapa saya, dengan segala ke-dramaan dan semua hal yang tidak menyenangkan di satu paket full bernama; saya. saya pernah beberapa kali bilang ada kesulitan menjalin pertemanan dengan perempuan,tapi yang satu ini adalah satu-satunya pengecualian.
ternyata ada lho yang bisa tahan dengan saya bahkan setelah 15 tahun dan lebih. iya, lima belas tahun, sejak SD sampai sekarang tepatnya. ternyata ada yang sebegitu tahannya dengan saya.

dan siapa bilang temen yang dateng waktu butuh doang adalah bukan temen?
saya ngga setuju dengan itu, pada dirinya kadang adalah orang pertama dan satu-satunya yang saya andalkan jika butuh sesuatu. orang pertama yang saya pikir pasti bakal bisa bantu. pun pada saya dia begitu. saya bisa nganterin dia naik angkot buat ke semarang pagi-pagi, njemput ke rumahnya terus balik lagi. dia kadang saya repotin kalo butuh ke mana saja tapi males sendiri. kalau saya butuh sesuatu saya tinggal bilang ke dia, pun sebaliknya. dan itu sudah belasan tahun. saya juga amazed sendiri, kok bisa ya.

padahal dia A dan saya B, bisa sampe sebegitunya. kami dengan tanpa sadar bisa memilih dan memilah mana yang harus di dengarkan dan mana yang harus dilupakan, secara reflek. Things changes, indeed. But we are still we used to. kami masih bisa ketawa tiga jam-an pada topik yang sama. saya masih rese dan segala simple-gamau ribetnya saya dan dia masih orang yang sama yang ga bisa diem waktu nyetir motor sekaligus ga bisa konsen di jalan (bayangin berapa kali kami mesti balik arah gegara seringnya dia ga konsen nyetir sambil ngobrol).
It’s not every single things of us we both each other know. We have our own very secret we both each other doesnt know. yes dan kami baik-baik saja. kami tetep enjoy dengan segala hal yang kami simpen baik-baik tanpa pernah kami ceritain. kami semacam udah tahu harus sebanyak apa kami cerita, harus sebanyak apa ndengerin, sebanyak apa ga ikut ngurusin. we naturally know, effortlessly.

entah sebutan apa buat kami, sahabat, bff atau apa saja yang sekarang kekinian. yang saya tahu sekacaunya dan sehancurnya saya, dia adalah orang pertama di luar garis darah saya yang akan berdiri di samping saya, dan juga sebaliknya. Tuhan, kadang terlalu baik hati memang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yellow Crown